Kembangkan Taman Edukasi dan Pusat Studi Mangrove, Kampung Bakau-UMK Teken MOU – Kendari Pos
Metro Kendari

Kembangkan Taman Edukasi dan Pusat Studi Mangrove, Kampung Bakau-UMK Teken MOU

KENDARIPOS.CO.ID — RM Kampung Bakau bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) terkait penggunaan lahan sebagai taman edukasi dan pengelolaan pusat studi mangrove. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian kerja sama (PKS) antara Owner kampung Bakau, Irmawati dan Rektor UMK, Amir Mahmud (2/10).

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian kerja sama (PKS) antara Owner kampung, Irmawati (jilbab hijau) dan Rektor UMK, Amir Mahmud (dua kanan), bertempat di cafe Kampung Bakau, jumat (2/10).

Rektor UMK, Amir Mahmud mengatakan,dengan MoU bersama Kampung Bakau akan membahas kondisi eksisting. Tujuannya untuk mengetahui keadaan kondisi fisik, keadaan lingkungan, batas-batas wilayah, dan potensi yang ada pada wilayah tersebut. “Misalnya lokasi bangunnya sekian, sekarang sudah seperti ini, hutan mangrove yang ada sudah seperti ini kondisinya, jadi enak untuk menjelaskannya.

Karena mengingat kita belum memiliki data awal. Jika semua data sudah rampung, setiap enam bulan sekali akan kita laporkan pantauan dan pengolahan lingkungan yang diserahkan ke dinas lingkungan hidup.Hadirnya kami untuk membantu mendampingi pihak kampung
bakau, mengupdate perkembangan kondisinya. Apabila ada perubahan akan kita laporkan, jika tidak ada, tetap kita laporkan
demikian,” terangnya.

Amir Mahmud menambahkan, dari sisi edukasi pihaknya akan mencari bibit mangrove yang belum ada di lokasi tersebut. Selanjutnya dilakukan pembibitan dan penanaman di wilayah Kampung Bakau. Utamanya ia menekankan, tujuan UMK melakukan kerja sama ini ialah sebagai wadah penelitian, pengelolaan dan pengembangan mangrove yang ada. “Target kami kampung bakau ini selain wisata kuliner, kita hadirkan
wisata edukasi, jadi mulai dari pengembangan ekosistem hingga publikasinya baik lokal maupun internasional, akan kami kerjakan,” paparnya.

Sementara itu, owner Kampung Bakau, Irmawati mengungkapkan pihaknya sangat senang dengan adanya kerja sama ini. Sehingga bisa menegaskan bahwa pihak kampung bakau sangat peduli dengan kelestarian lingkungan, menjaga kesehatan suatu ekosistem. Dirinya menegaskan, tidak benar bahwa pihaknya merusak lingkungan. Justru sebaliknya, kita berusaha kampung bakau ini di kelilingi dengan hutan mangrove yang terkelola dengan baik. “Saya menjamin, semua bangunan yang ada disini telah didirikan dengan memikirkan dampak lingkungan. Bangunannya pun tidak ada yang permanen. Kita mendirikan bangunannya ditempat yang tidak ditumbuhi bakau,” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan, pihaknya tidak pernah berpikir melakukan penebangan bakau. Justru sebaliknya, yang dipikirkan adalah bagaimana agar bakau ini terjaga kelestariannya. Karena bakau adalah nilai jual dari tempat tersebut. “Tidak mungkin kita merusak nilai jual dari kampung bakau ini, justru kami berusaha untuk mengelola dengan baik. Makanya kita libatkan UMK, agar kedepannya tidak hanya dilihat dari segi ekonomi tapi ekologi, teknologi, dan pengetahuan tentang bakau ada disini,” pungkasnya. (m2/adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy