Kembalikan Kejayaan “Surga” Kakao, Bupati Kolut Siapkan 1,5 Juta Bibit – Kendari Pos
Nasional

Kembalikan Kejayaan “Surga” Kakao, Bupati Kolut Siapkan 1,5 Juta Bibit

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) sejak belasan bahkan puluhan tahun silam dikenal sebagai “surganya” kakao. Di era tahun 1970-an, Kolaka bagian utara ini (kini Kolaka Utara) masih berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Kolaka menjadi kawasan produksi kakao terbesar. Puncak produksi tertinggi secara nasional berlangsung pada tahun 1993.

Disela-sela kesibukannya mengurus pemerintahan, Bupati Kolut Nur Rahman Umar meluangkan waktu meninjau kebun kakao. Nur Rahman Umar bertekad akan mengembalikan kejayaan kakao di Kolut melalui program revitalisasi. Terbaru, Nur Rahman Umar mengawal program pemerintah pusat yang memilih Kolut sebagai lokasi mayor project sentra kakao

Hasil panen melimpah karena ditunjang dengan usia tanaman kakao yang produktif. Saat itu, mungkin para petani kakao dan Kolaka Utara satu-satunya daerah yang tak merasakan dampak terpaan badai krisis moneter tahun 1998. Harga kakao dan lada melonjak tajam.
Beberapa tahun berikutnya, produksi kakao tak begitu signifikan hingga era tahun 200-an. Produksi kakao terus menyusut. Faktor utamanya, usia tanaman kakao yang semakin bertambah dan serangan hama. Kondisi itu membuat para petani beralih profesi.

Bupati Kolut Nur Rahman Umar pun tergerak untuk mengembalikan kejayaan kakao. Nur Rahman Umar mencetuskan dan menerapkan inovasi revitalisasi kakao tahun 2019. Tebaran benih “harapan” ala Bupati Nur Rahman Umar kini mulai menuai hasil. Kakao yang direvitalisasi pada musim tanam periode Januari-Februari 2019 memasuki masa panen oleh petani kakao.

Bagi Bupati Kolut, Nur Rahman Umar, panen kakao petani di wilayahnya menjadi tolak ukur keberhasilan inovasi peremajaan kakao yang diterapkan sudah bisa dinikmati hasilnya oleh masyarakatnya.”Bukan luas lahan yang menjadi tolak ukur keberhasilan tanaman namun cara perawatannya. Meski lahan luas tetapi tanaman tidak dirawat, ya pertumbuhan tanaman kakao akan kerdil. Di lahan sempit pun pokok kakao bisa menghasilkan buah lebat jika dipelihara dan dirawat dengan baik. Kuncinya adalah harus ulet,”ujar Nur Rahman Umar kepada Kendari Pos, kemarin.

Bukan perkara mudah mencanangkan dan mengawal program yang dirintis sampai bernilai guna dan membawa manfaat bagi rakyat. Namun berkat keuletan seorang Nur Rahman Umar, inovasinya menuai hasil.

Sukses yang diraih Bupati Kolut Nur Rahman Umar membuatnya melangkah lebih maju dengan berupaya mengawal realisasi pengembangan mayor project sentra kakao di wilayahnya. Revitalisasi masa tanam tahun ini sedang dinantikan pertumbuhan dan pembuahan secara bersusulan. Contohnya di Desa Powalaa, sekira 98 persen pohon kakao sudah berbuah. “Masih banyak petani yang membutuhkan bibit kakao untuk ditanam,” ungkap Nur Rahman Umar.

Produksi kakao petani dalam satu hektar bisa mencapai sekira 100 kilogram buah kakao (basah). Setiap pohon, belasan hingga puluhan kakao menggantung dan diperkirakan akan terus bertambah seiring pertambahan usia tanaman. “Tahun ini kita kembali menyiapkan 1,5 juta bibit atas permintaan petani. Luas lahan petani dicatat sekira 1.500 hektare,” kata Bupati Nur Rahman Umar.

Upaya Pemkab dalam komando Bupati Nur Rahman Umar untuk mengembalikan kejayaan kakao di Kolut didukung sepenuhnya pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Dukungan itu berupa program nasional dengan ditetapkankannya Kolut sebagai mayor project sentra kakao. Estimasi dana yang bakal digelontorkan pemerintah pusat ke daerah berjuluk Bumi Patowonua itu sekira Rp.80 milliar. “Pemda pun menyiapkan anggaran dari APBD sekira Rp 9 miliar,” tutur Nur Rahman Umar.

Berbekal anggaran Rp 80 miliar itu, pemerintah pusat akan bakal membiayai pembangunan sejumlah unit gedung, mesin produksi dan lain-lainnya. Luas lahan mayor project sentra kakao yang akan digarap sesuai masterplant sekira 10 hektare dan akan ditopang kebun penyangga milik petani seluas 15 hektare. “Ini nantinya berbasis korporasi. Di dalamnya ada pabrik produksi hingga kantor pemasaran. Pokoknya lengkap,” tegas bupati.

Sebagai pusat pengembangan kakao nasional, Bupati Kolut Nur Rahman Umar berharap ke depan Kolut bisa menjadi kiblat percontohan pengembangan dan revitalisasi kakao di wilayah regional Sulawesi khususnya. Olehnya itu, Nur Rahman Umar mengimbau para petani Kolut agar memanfaatkan lahannya yang kosong dan menanam kakao. (rus/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy