Kebohongan Kelas Cumlaude, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Kebohongan Kelas Cumlaude, Oleh : La Ode Diada Nebansi

KENDARIPOS.CO.ID — PKI itu apa sih? PKI itu singkatan dari Partai Komunis Indonesia. PKI Itu apa sih? PKI itu, komunis. PKI itu apa sih? PKI itu, ketika saya masih usia pelajar acap kali menyaksikan seseorang yang tak tetap pendiriannya, di kelompok satu dia mengakrabkan diri dan menjelekkan yang lain, di kelompok dua juga mengakrabkan diri dan kembali menjelekkan kelompok pertama.

La Ode Diada Nebansi

Maka orang seperti ini acap kali “disemprot” dengan kalimat seperti ini: “Kalau kamu hidup di zaman PKI, sudah kamu yang duluan masuk PKI’. PKI apa sih? PKI itu anti agama. Makanya, perjuangan awal mereka adalah ingin mengganti Pancasila terutama, sila pertama yakni
Ketuhanan Yang Maha Esa. Mereka tak ingin Tuhan Yang Maha Esa kecuali Tuhan yang Adil dan Berbudaya. Memangnya Tuhan ndak adilkah? Yo, Maha Adil to. Tapi kenapa? Ndak taumi juga. Ko pergi tanya orang-orang PKI.

PKI itu apa sih? PKI itu partai tempo dulu, yang kalau hidup kembali, dikhawatirkan peristiwa tahun 1965 akan terulang kembali. Peristiwa apa itu? Pernah ndak melintasi JL Ahmad Yani? Nah, itu salah satu jenderal TNI yang mereka bunuh. Pernah ndak melintasi JL Suprapto? Ah, itu juga yang mereka bunuh. Pernah ndak melintasi JL MT Haryono? Woow, itu juga yang dibunuh. Pernah tidak melewati JL S.
Parman? Itu juga korban pembunuhannya. Pernah ndak melintasi JL. DI Panjaitan? Huuuhh, itu juga yang dibunuh.

Pernah ndak melihat JL Ade Irma Suryani Nasution? Itu yang terkena peluru PKI yang menembak Jenderal Abdul Haris Nasution tapi meleset lalu kena putrinya yang bernama Ade Irma Suryani Nasution. Para perwira tinggi TNI seperti yang tertulis sebagai nama-nama Jalan yang saya sebutkan tadi yakni, Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas
Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo adalah bukti betapa bengisnya kelakuan PKI.

Bayangkan, jenderal TNI saja yang menjadi komandannya orang-orang yang memegang senjata, mereka bunuh. Berani mereka bunuh. Apatong kalau hanya kamu yang kalaupun ada anak buahmu paling-paling hanya pegang sendok semen, pegang polpen, pegang sekopang, pegang pentungan rotan, pegang toge, pegang kol buncis dll. Tapi ada yang bangga jadi anak PKI? Yah terserah dia. Mau bangga, mau tidak, ndak urus. Yang kita urus itu adalah, ketika anda ingin menghidupkan kembali PKI. Yang dipersoalkan itu adalah, ketika anda menyebarkan tanda dan logo PKI yakni Palu Arit. Yang diprotes itu, ketika anda-anda ingin merubah Pancasila atau mengebiri Pancasila dari 5 sila menjadi 3 atau 4 sila. Ini-ini yang dipersoalkan.

Agar PKI tak dipersoalkan, yah, jangan garuk-garuk yang dua tadi. Jangan munculkan Palu Arit, jangan rubah Pancasila. Tapi kalau soal ideologimu, nah, itu urusanmu. Mau ideologi komunis, mau ideologi kafir, terserah. Ndak urus. Asal jangan dua itu tadi. Mau bentuk organisasi dengan ideologi komunis, ndak urus. Itu urusannya pemerintah. Kalau pemerintah membenarkan, yah silahkan. Tapi kalau kamu merubah Pancasila, yakinlah bahwa hal itu pasti akan menjadi keresahan nasional.

Kalau kamu menginginkan perdamaian abadi di negeri ini, mbok yao jangan garuk-garuk Pancasila. Saya tidak tahu, apakah gerakan
merubah Pancasila ini adalah project yang menjadikan anda-anda dapat duit banyak, atau memang perjuangan hati nurani ingin menghidupkan kembali PKI. Jangan. Jangan lakukan. Bukankah separoh generasi seperti sudah melupakan yang namanya ideologi komunis? Bukankah setengah penduduk negeri ini, sudah melupakan sejarah kelam akibat PKI? Bukankah, kalian yang bangga jadi anak PKI sudah cukup nyaman hidupnya? Kalau sudah seperti itu, berangsur-angsur damai nasional tercipta, semua warga negara sudah merasakan kebebasan hidup, lalu apalagi yang kamu cari?

Sudahlah, jangan garuk-garuk itu Pancasila. Tahu ndak? Pancasila itu adalah produk tokoh-tokoh nasional yang memetingkan kepentingan bangsa, negara, rakyat ketimbang kepentingan pribadi dan kelompoknya. Tahu ndak? Tokoh-tokoh yang merumuskan kandungan Pancasila adalah tokoh-tokoh yang jauh dari kebohongan, jauh dari nepotisme, jauh dari KKN. Terus, kamu yang syarat dengan kepentingan pribadi, kelompok, nepotismemu kelas master, kolusimu kelas S3 dan korupsimu cumlaude, mau ganti Pancasila gitu? Ojo ngono Mbah.
PKI itu apa sih? Kobaca sejarah PKI agar istiqamah kewaspadaanmu. (nebansi@yahoo.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy