Kebijakan Restrukturisasi Utang Tekan Angka Kredit Macet – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Kebijakan Restrukturisasi Utang Tekan Angka Kredit Macet


Mohammad Fredly Nasution


KENDARIPOS.CO.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, non-performing loan (NPL) atau kredit macet di Sultra masih terjaga pada kondisi yang sehat di tengah pandemi Covid-19.

Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution mengungkapkan, hal tersebut sebagai dampak dari kebijakan restrukturisasi kredit yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 11/POJK.03/2020 yang rencananya berlaku sampai 31 Maret 2021.

“Sektor usaha yang terdampak Covid-19 mendapatkan keringanan melalui kebijakan restrukturisasi kredit dengan mengacu pada POJK 11. Sehingga, kualitas kreditnya tetap dikategorikan lancar,” ujar Mohammad Fredly, kemarin.

Lanjut dia, tidak dapat dipungkiri bahwa kredit bermasalah memang mengalami peningkatan di tengah pandemi Covid-19. Pada posisi Desember 2019, kredit bermasalah tercatat sebesar 2,33 persen dan mengalami peningkatan 0,04 persen menjadi 2,37 persen pada posisi Agustus 2020.

Fredly menyebut, sektor yang terdampak paling signifikan di Sultra adalah sektor perdagangan besar dan eceran. Kondisi ini disebabkan oleh kebijakan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19. Aksi pembatasan sosial berpengaruh terhadap omset bulanan para pedagang besar dan eceran sehingga jatuh tempo pembayaran kredit ditangguhkan dengan restrukturisasi kredit.

Dilihat dari komposisi NPL, kata dia, sektor ekonomi dengan NPL tertinggi berasal dari perdagangan besar dan eceran dengan rasio NPL mencapai 1,15 persen.

“Namun, sektor ini memang telah memiliki rasio NPL dengan komposisi tertinggi pada Desember 2019 sebesar 1,26 persen. Artinya, sebelum pandemi NPL-nya sudah tinggi,” terangnya.

Ia menyebut, terdapat lima sektor dengan peningkatan persentase rasio NPL tertinggi yaitu sektor rumah tangga sebesar 0,06 persen, sektor pemilikan rumah tinggal sebesar 0,05 persen, industri pengolahan sebesar 0,03 persen, kepemilikan ruko atau rukan sebesar 0,02 persen, dan lapangan usaha lainnya sebesar 0,01 persen.

“Kondisi NPL tetap terjaga salah satunya karena kebijakan countercyclical untuk mengantisipasi down-side risk dari penyebaran virus Corona,” tandas Fredly. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy