Karya Spektakuler Pemimpin Visioner – Kendari Pos
Nasional

Karya Spektakuler Pemimpin Visioner


KENDARIPOS.CO.ID — Sejak menjabat Gubernur Sultra periode pertama sejak tahun 2003-2008, Ali Mazi sudah menorehkan karya spektakuler bidang infrastruktur dan noninfrastruktur. Sebut saja, melobi pusat dan menggelar MTQ nasional tahun 2006. Ali Mazi membangun monumen Menara Persatuan (kini tugu religi).

ALI MAZI

Sang gubernur punya pandangan jauh ke depan sebagai pemimpin visioner. Kini, tugu religi berdiri kokoh dan menjadi sentral aktivitas masyarakat Sultra, khususnya Kota Kendari. Terlepas dari itu, sederet karya pembangunan yang direalisasikannya saat ini adalah buah pemikirannya yang dirawat sejak beberapa tahun silam. Misalnya jembatan Teluk Kendari dan jembatan Baruta, yang menghubungkan Kabupaten Muna dan jazirah Buton. Dua karya itu direalisasikan Gubernur Ali Mazi pada periode kedua, 2018-2023.

“Mega proyek ini merupakan satu dari beberapa proyek strategis yang telah saya rancang dari masa kepemimpinan periode pertama saya tahun 2003. Rancangan itu tertuang dalam program Stelsel Masyarakat Sejahtera (SMS) yang telah dibukukan. Salah satu yang saat ini telah terwujud adalah pembangunan jembatan Bungkutoko atau jembatan Teluk Kendari,”kata Gubernur Sultra Ali Mazi kepada Kendari Pos, Selasa (6/10) kemarin.

Kata Ali Mazi, pembangunan jembatan teluk Kendari dan jembatan Baruta sudah ada dalam pemikirannya di masa periode pertama. Ia telah merancang beragam program strategis jangka panjang hingga tahun 2020. “Kenapa saya sudah berpikir jangka panjang tentang pembangunan 2020, karena memang ukuran kemajuan dunia oleh para pakar adalah pada tahun 2020. Sehingga wawasan pembangunan saya itu sudah sampai 2020 meskipun saat itu saya menjabat hanya tahun 2003 sampai tahun 2008 tapi karena mimpi dan doa saya yang mungkin diijabah sehingga saya bisa menjabat lebih dari tahun 2020,”ungkapnya.

Sementara itu, Liaison Officer (LO) atau penghubung antara Pemprov Sultra dan Universitas Halu Oleo pada periode pertama Gubernur Sultra Ali Mazi tahun 2003-2008, Asrun Lio mengakui banyak infrastruktur yang dibangun saat ini lahir dari gagasan Gubernur Sutlra Ali Mazi.

Asrun Lio mengatakan program Gubernur Ali Mazi yang paling dikenal saat itu, yakni Stelsel Masyarakat Sejahtera (SMS) yang belakangan menjadi rujukan. Misalnya menangani sektor pendidikan kala itu mesti merujuk dari konsep SMS untuk kemajuan pendidikan di Sultra.

“Saya berbicara dalam kapasitas sebagai LO tahun 2003-2008. Tiga bulan pertama Gubernur Sultra Ali Mazi menjabat, pokok pikiran gubernur di bedah dikampus dalam bentuk seminar nasional. Pada periode itu, konsep pembangunan Gubernur Ali Mazi dan pasangannya Wagub Yusran Silondae, bertajuk Sultra Raya 2020. Beliau sudah berpikir jangka panjang tentang pembangunan 2020, karena ukuran kemajuan dunia oleh para pakar adalah tahun 2020. Sehingga wawasan pembangunan beliau itu sudah sampai 2020 meskipun dia itu menjabat hanya 2003-2008, “jelas Asrun Lio.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra itu melanjutkan pokok pikiran Gubernur Sultra Ali Mazi didokumentasi dalam buku kerja gubernur yakni Buku SMS. Buku itu menjadi agenda kerja yang dibagikan kepada seluruh OPD agar direalisasikan.
Salah satu yang tertuang dalam buku SMS itu adalah pembangunan jembatan Bungkutoko atau jembatan Teluk Kendari yang telah terwujud saat ini. “Sudah tertuang pada halaman 14 buku kerja gubernur. Nah bukunya dicetak tahun 2003, berarti pemikiran Gubernur Ali Mazi soal pembangunan jembatan Teluk Kendari itu sudah ada sejak tahun 2003,” beber Asrun Lio.

Termasuk pembangunan jembatan penghubung Buton-Muna (jembatan Baruta). Kala itu disebut jembatan Tona atau jembatan Buton Muna. “Alhamdulillah rencana strategis ini telah di persentasikan gubernur saat kunjungan Menteri PUPR. Bahkan sudah ada sinyal akan direstui pembangunannya pada tahun 2021,” terang Asrun Lio.

Asrun menambahkan Gubernur Ali Mazi adalah sosok pemimpin yang selalu mendokumentasikan pemikirannya agar tidak diklaim dikemudian hari bahwa pikiran itu dari orang lain. “Bahkan program pembangunan Garbarata itu sudah dimuat dalam agenda kerja yang dibukukan. Jadi besok-besok ada yang mengklaim maka bukti buku ini sudah mewakili. Jadi sejak awal memang beliau buat agenda kerja ini agar semua OPD dalam merencanakan kegiatannya merujuk pada pendekatan strategis melalui Garbarata dimana program utama tertuang dalam lima pilar Sultra emas,”ungkap Asrun Lio. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy