Kampanye Pilkada di Tengah Pandemi Covid, Oleh : Nisa Nasyra Rezki – Kendari Pos
Opini

Kampanye Pilkada di Tengah Pandemi Covid, Oleh : Nisa Nasyra Rezki


KENDARIPOS.CO.ID — Pemilihan kepala daerah dibeberapa daerah di Indonesia sebentar lagi akan digelar secara serentak setelah sempat ditunda akibat pandemi covid-19. Dalam PKPU No. 5 Tahun 2020 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Tahapan Pilkada maka pelaksaanan pemungutan suara akan digelar secara serentak pada tanggal 9 Desember 2020. Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 237 kota.

Nisa Nasyra Rezki, Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sulawesi Tenggara

Tentu saja ada yang berbeda dengan pelaksanaan pilkada pada tahun ini dengan tahun tahun sebelumnya. Pilkada tahun ini banyak mengalami perubahan karena harus menyesuaikan dengan situasi pandemi covid-19. Oleh karena itu, KPU mengatur ulang tahapan pilkada agar sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Salah satunya tentang Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang kampanye Pilkada.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang kegiatan kampanye konvensional yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid-19. Penerbitan PKPU Nomor 13 Tahun 2020 tersebut merupakan tindak lanjut atas keptusan Pemerintah, DPR, dan lembaga penyelenggara pemilu untuk tetap melaksanakan Pilkada serentak tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19. Pelaksanaan kampanye akan digelar selama 71 hari, mulai tanggal 26 September sampai tanggal 5 Desember mendatang.

Dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020, KPU melarang sejumlah kegiatan kampanye di pilkada 2020. Kegiatan tersebut berupa pentas seni, panen raya, konser musik, gerak jalan santai, sepeda santai, perlombaan, bazaar, donor darah, hingga peringatan hari ulang tahun parpol. Selain itu, KPU juga melarang kampanye rapat umum atau kampanye akbar. Larangan ini dibuat untuk mencegah terjadinya kerumunan massa dan penyebaran Covid-19.

Meskipun KPU sudah melarang beberapa kegiatan kampanye, tapi masih ada peluang atau potensi terjadinya pelanggaran protokol kesehatan. Pasalnya dalam peraturan KPU, kampanye dapat dilaksanakan dengan beberapa metode yang masih bisa menghadirkan banyak orang, seperti tatap muka dan dialog yang dilaksanakan dalam ruangan atau gedung dan membatasi jumlah peserta yang hadir secara keseluruhan paling banyak 50 orang. Hal ini perlu diantisipasi sebab masih mungkin terjadi pengumpulan massa yang lebih banyak dan berpotensi menyebarkan virus corona. Pada masa kampanye ini akan sulit untuk memastikan jumlah orang yang berkumpul dan apakah protokol kesehatan akan dilakukan dengan baik sesuai aturan KPU.

Laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), ada 243 bakal pasangan calon kepala daerah yang diduga melanggar protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Temuan dugaan pelanggaran tersebut terjadi pada masa pendaftaran calon Pilkada 2020 tanggal 4 sampai 6 September lalu. Kemendagri juga sudah menegur beberapa kepala daerah karena menyebabkan kerumunan masa dan arak-arakkan yang tidak memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 saat melakukan deklarasi bakal pasangan calon kepala daerah.

Bagaimana potensi pelanggaran kampanye Pilkada di Sulawesi Tenggara? Tahun 2020 ini ada 7 daerah di Sulawesi Tenggara yang akan menggelar pemilihan kepala daerah. Beberapa pasangan calon kepala daerah sudah melanggar peraturan saat pencabutan nomor urut pasangan calon. Salah satu pasangan calon kepala daerah melakukan iring-iringan setelah pencabutan nomor urut pasangan calon.

Pelanggaran protokol kesehatan juga terjadi pada saat konvoi dan pertemuan terbuka, salah satunya tidak menjaga jarak (social distancing) dan ada yang tidak memakai masker. Padahal pada Peraturan KPU dijelaskan bahwa pasangan calon dilarang melakukan iring-iringan dan menghadirkan masa mendukung di dalam dan di luar ruangan pelaksanaan pengundian nomor urut pasangan calon.

Jika pasangan calon kepala daerah atau tim kampanye masih melakukan kegiatan seperti rapat umum atau melakukan kegiatan pertemuan yang berkerumun, maka Bawaslu provinsi atau Bawaslu daerah akan memberikan sanksi berupa peringatan tertulis dan melakukan penghentian dan pembubaran kegiatan kampanye di tempat terjadinya pelanggaran apabila tidak melaksanakan peringatan tertulis. Hal seperti itu juga akan dilakukan jika pasangan calon atau tim kampanye yang melanggar protokol kesehatan dan pengendalian Covid-19.

Tim sukses pasangan calon harus lebih kreatif dalam mengampanyekan calon kepala daerahnya. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh pasangan calon dalam berkampanye tanpa melanggar protokol kesehatan Covid-19 adalah dapat melakukan kampanye virtual melalui beberapa media sosial seperti Vlog, Tik Tok, Instagram, Facebook dan Youtube. Seperti yang dilakukan oleh calon Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang melakukan blusukan online melalui live streaming Facebook. Hal ini dilakukan agar tetap bisa melakukan kampanye tanpa melanggar protokol kesehatan.

Pada kampanye tahun ini di tengah pandemi Covid-19, Bawaslu harus bekerja keras dalam mengawasi setiap pasangan calon daerah yang berkampanye. Perlunya peran dari pihak kepolisian dalam mengawasi kampanye di lapangan. Diharapkan kepada pasangan calon kepala daerah, tim sukses, dan pihak lain agar mematuhi protokol kesehatan pilkada agar tidak menjadi kluster baru penularan Covid-19. Kita sebagai masyarakat yang akan menggunakan hak pilih juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan menghindari kerumanan massa agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. Kita boleh mendukung salah satu calon tapi cukup ikut berkampanye di media sosial saja. (*)

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy