Izin Lingkungan Kedaluwarsa, PT. Roshini Diduga Tak Punya Amdal – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Izin Lingkungan Kedaluwarsa, PT. Roshini Diduga Tak Punya Amdal


KENDARIPOS.CO.ID — Eksistensi PT Roshini Indonesia yang melakukan eksploitasi biji nikel ditanah bumi Oheo menyisahkan banyak masalah. Mulai dari izin terminal khusus yang belum dikantongi, hingga persoalan hukum di Mabes Polri.

Aktivitas penambangan PT Roshini di Desa Waturambaha Kecamatan Lasolo Kepulauan, Konawe Utara diduga belum dilengkapi izin lingkungan pertambangan dari intansi teknis. Akibatnya, aktivitas PT Roshini berdampak pada kualitas lingkungan hidup diareal konsesinya mengalami deforestasi.

“Izin lingkungan milik PT Roshini di IUP produksi sudah berakhir sejak tahun 2019. Karena sekarang sudah dilakukan perpanjang IUP, maka wajib mengurus izin lingkungan perubahan,”ujar Kepala Seksi Kajian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konut, Agustian kepada Kendari Pos, Kamis (29/10) kemarin.

PT.Roshini juga diduga tak memiliki izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Agustian menjelaskan manajemen PT.Roshini mengajukan permohonan izin lingkungan dari izin UKL/UPL menjadi izin Amdal. Tentunya untuk masuk pada izin Amdal, ada beberapa tahapan yang harus dilalui perusahaan. “Dari studi kelayakan memang sudah melebihi kapasitas produksi. Sehingga sudah wajib Amdal, makanya harus ada pengajuan permohonan kesesuaian tata ruang wilayah pada Dinas PU dan konsultasi publik,” ungkapnya.

Bukit-bukit gundul di Desa Waturambaha Kecamatan Lasolo Kepulauan, Konawe Utara (Konut) yang berada di wilayah konsesi PT.Roshini Indonesia. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konut memastikan izin lingkungan pertambangan PT.Roshini Indonesia telah kedaluwarsa dan belum diperpanjang.

Bila tak ada perubahan manajemen PT Roshini dan kapasitas produksi. Maka PT Roshini hanya mengurus izin UKL/UPL pada DLH. Tetapi bila terjadi peningkatan kapasitas produksi berarti wajib mengurus izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).
“Kalau kapasitas produksi melebihi 300 ribu ton pertahun itu wajib Amdal. Kalau untuk izin lingkungannya belum diperpanjang, mereka baru sebatas mengusulkan,”kata Agustian.

Agustian menilai PT Roshini Indonesia masih harus melengkapi syarat administrasi yang belum terpenuhi dari sisi aturan. “Tinggal izin lingkungannya saja yang belum terpenuhi,” tegasnya.

Dirut PT.Roshini Indonesia, Lili Sami tak merespons upaya konfirmasi Kendari Pos. Telepon selulernya bernada aktif namun tak direspons. Pesan singkat yang dilayangkan pun tak ada balasan. (min/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy