Hadirkan Literasi dalam Pembelajaran, Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Hadirkan Literasi dalam Pembelajaran, Oleh : Prof. Hanna


KENDARIPOS.CO.ID — Mungkin anda termasuk saya yang memahami literasi itu sebagai barang baru yang akhir-akhir ini sangat popular, bahkan menjadi suatu hal yang amat penting. Istilah literasi sering disebut diberbagai kesempatan, baik obrolan langsung maupun obrolan di media sosial.

Prof. Hanna

Begitu pentingnya, tidak tangung-tanggung pemerintah melalui Perpusnas dan beberapa mitranya membuat gerakan yang khusus berkaitan dengan literasi. Setelah berbagai tanda tanya timbul akibat istilah tersebut, termasuk saya yang menjadikan rujukan ingatan saya adalah Iqra’ yang merupakan visi ilahiyah untuk mencerdaskan umat manusia dengan membaca sebagaimana yang tertulis dalam kitab suci Alquran.

Alquran mengenalkan literasi dengan istilah Iqra’, artinya bacalah. Iqra’ adalah kata pertama dalam surah pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW di Gua Hira Jabal Nur. Saat itu beliau disebut ummi (tidak bisa membaca dan menulis), tetapi menerima wahyu pertama berupa perintah untuk Iqra’, membaca.

Literasi memiliki tiga makna. Pertama, secara sederhana adalah kemampuan membaca dan menulis. Kedua, literasi bermakna pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu. Ketiga, kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Dari makna literasi tersebut nampak bahwa literasi tidak hanya terkait dengan membaca saja. Hal ini diperkuat dengan penjelasan Unesco mengenai literasi.

Unesco menjelaskan bahwa literasi adalah seperangkat keterampilan yang nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks di mana keterampilan yang dimaksud diperoleh, dari siapa keterampilan tersebut diperoleh dan bagaimana cara memperolehnya.

Menurut Unesco, pemahaman seseorang mengenai literasi ini akan dipengaruhi oleh kompetensi bidang akademik, konteks nasional, institusi, nila-nilai budaya serta pengalaman. Namun lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya “kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar)”. Dalam kalimat yang lain Unesco menjelaskan bahwa kemampuan literasi merupakan hak setiap orang dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat.

National Institute for Literacy, mendefinisikan literasi sebagai “kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.” Definisi ini memaknai literasi dari perspektif yang lebih kontekstual. Dari definisi ini terkandung makna bahwa literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu.

Kemampuan literasi dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga, masyarakat. Karena sifatnya yang “multiple effect” atau dapat memberikan efek untuk ranah yang sangat luas, kemampuan literasi membantu memberantas kemiskinan, mengurangi angka kematian anak, pertumbuhan penduduk, dan menjamin pembangunan berkelanjutan, dan terwujudnya perdamaian.

Buta huruf, bagaimanapun, adalah hambatan untuk kualitas hidup yang lebih baik. Dalam konteks literasi, bahasa, dan pendidikan, bisa diilustrasikan bahwa seseorang melek huruf (bisa baca-tulis) mampu memahami semua bentuk komunikasi yang lain. Implikasi dari kemampuan literasi yang dia miliki ialah pada pikirannya. Literasi melibatkan berbagai dasar-dasar kompleks tentang bahasa seperti fonologi (melibatkan kemampuan untuk mendengar dan menginterpretasikan suara), arti kata, tata bahasa dan kelancaran dalam setidaknya satu bahasa komunikasi.

Literasi budaya dan kewargaan, (1) Literasi baca dan (2) Literasi numerasi (3) Literasi sains adalah pengetahuan dan kecakapan ilmiah, (4) Literasi digital (5) Literasi finansial dan (6) Literasi budaya.

Perlu dipahami bahwa di Indonesia pembelajaran bahasa berbasis literasi masih terlihat sangat rendah dibanding negara-negara maju, sehingga perlu adanya langkah yang konkrit untuk dapat mensejajarkan pembelajaran berbasis literasi. Karena itulah perlu penanaman budaya literasi sejak dini kepada siswa.

Demikian juga pada masa kanak-kanak, biasanya anak-anak senang terhadap suatu buku bacaan. Akan tetapi pada sekarang ini, anak-anak justru tidak mengenal buku bacaan. Mereka lebih dikenalkan terhadap teknologi yang menurut sebagian orang sangat merusak perilaku anak. Hal ini menjadi masalah yang sangat besar. Karena anak-anak melupakan buku bacaan. Padahal, adanya minat baca adalah suatu hal yang dapat membuat seseorang itu mempunyai daya imajinatif yang baik.

Dengan membaca buku, dapat menambah pengetahuan anak-anak dan remaja, hal itu akan sangat membantu mereka dalam menghadapi era globalisasi yang penuh dengan tantangan dan persaingan kerja. Dengan adanya alasan-alasan di atas, sekolah-sekolah perlu didorong untuk meninjau pembelajaran keterampilan literasi dalam pembelajaran bahasa, terutama aspek menulis yang diasumsikan masih kurang diperhatikan.

Konsep literasi dipahami sebagai seperangkat kemampuan mengolah informasi, jauh di atas kemampuan menganalisa dan memahami bahan bacaan. Dengan kata lain, literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga mencakup bidang lain, seperti ekonomi, matematika, sains, sosial, lingkungan, keuangan, bahkan moral (moral literacy).

Hadirnya ayat Iqra layak menjadi filosofi dan landasan mengembangkan budaya literasi pada masyarakat Indonesia. Tanpa literasi masyarakat Indonesia akan terus tertinggal dari negara-negara lain di dunia. Hanya dengan budaya literasi, Indonesia mampu mengepakkan sayap untuk menjadi bangsa yang cerdas dan disegani dunia.

Membaca adalah jendela dunia. Bermakna dengan membaca terbukalah wawasan dan pola pikir yang mendunia. Semakin banyak buku yang dibaca, maka semakin banyak jendela yang dimiliki. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy