Gubernur Sarankan Massa Tempuh Jalur Konstitusional

KENDARIPOS.CO.ID — Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan anarksime dalam setiap aksi unjuk rasa tidak dibenarkan. Karena bisa merugikan banyak pihak. Politisi NasDem ini sepakat dengan adanya demonstrasi atau gelar pendapat, karena merupakan bentuk lain dari penerapan demokrasi. Khususnya Demokrasi Pancasila. Hanya saja, tentu tidak boleh merugikan orang lain.

ALI MAZI GUBERNUR SULTRA

“Konstitusi negara kita tidak melarang demonstrasi terkait apapun. Termasuk gelar pendapat menolak kebijakan pemerintah atau suatu perundangan. Kebebasan berpendapat diatur dengan sangat jelas pada UUD 1945,” ungkap Ali Mazi. Namun, suami Agista ini berharap, aksi-aksi itu harus dilakukan dengan cara santun berwibawa. Itu agar mahasiswa tetap bisa mempertahankan kesan intelektualnya sebagai mahasiswa yang mengerti cara berdemokrasi dengan baik.

Sebagai praktisi hukum, Ali Mazi menjelaskan, ketidaksetujuan terhadap peraturan yang diciptakan pemerintah masih bisa dilakukan dengan cara lain. Masih ada waktu 30 hari bagi Presiden untuk menandatangani draft rancangan perundangan yang telah disetujui bersama DPR itu. Selain itu, Undang_Undang tersebut juga masih dilakukan uji materi melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

“Secara umum materi dalam perundangan itu sudah mulai teruji sejak diusulkan Presiden dan kemudian disahkan DPR. Termasuk melihat reaksi publik, menolak atau menerima suatu draft perundangan, adalah ragam alat ukur lain terkait materi perundangannya. Jadi, demonstrasi itu juga bisa dijadikan alat ukur terhadap materinya,” terangnya.

Mantan Politisi Golkar meminta agar masyarakat bersabar. “Kita semua belum tahu bagaimana aplikasi dan implikasi perudangan ini sebelum disosialisasikan atau diuji secara empiris. Apakah akan memberi manfaat atau tidak untuk kepentingan rakyat. Secara hakiki, perundangan tidak bersifat absolut dan selalu berpeluang direvisi agar menjadi ideal. Langkah bijak saat ini, lanjut dia, mengawal prosesnya di MK.

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.