Ekspor Besi dan Baja Sultra Turun 32,86 Persen – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Ekspor Besi dan Baja Sultra Turun 32,86 Persen

Tahap uji coba pengoperasian Container Crane di Kendari New Port, beberapa waktu lalu.


KENDARIPOS.CO.ID — Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan segala potensi sumber daya alamnya berpeluang dalam perdagangan luar negeri yang tercermin dalam statistik ekspor.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, total ekspor Sultra secara kumulatif dari Januari hingga Agustus 2020 tercatat US$1.156,03 juta atau naik 7,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Di mana, besi dan baja serta bermacam hasil laut masih menjadi komoditi andalannya. Sedangkan negara tujuan ekspor tersebar pada benua Asia, Australia, hingga Eropa.

Meski nilai ekspor Sultra mengalami peningkatan secara kumulatif, namun pada Agustus 2020 ekspor Sultra tercatat mengalami penurunan sebesar 32,15 persen dibanding Juli 2020 yaitu dari US$178,03 juta menjadi US$120,73 juta. Begitupula volume ekspor tercatat turun 38,83 persen dibanding Juli 2020 yaitu dari 128,72 ribu ton menjadi 78,75 ribu ton.

“Penurunan terbesar ekspor Sultra Agustus 2020 dibanding Juli 2020 terjadi pada kelompok komoditi besi dan baja senilai US$57,72 juta atau 32,86 persen,” ungkap Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, kemarin.

Dijelaskan, ekspor Sultra dibedakan berdasarkan ekspor langsung dan ekspor tidak langsung. Jika dicermati perkembangannya, nilai ekspor langsung pada Agustus 2020 mengalami penurunan 37,90 persen dibanding Juli 2020, yaitu dari US$167,13 juta menjadi US$103,79 juta. Sedangkan volumenya turun 42,06 persen dari 124,13 ribu ton pada Juli 2020 menjadi 71,92 ribu ton.

Kelompok komoditi besi dan baja masih mendominasi dengan nilai US$117,92 juta. Selanjutnya, kelompok komoditi ikan dan udang di urutan kedua dengan nilai US$2,48 juta dan kelompok komoditi bahan bakar mineral di urutan ketiga dengan nilai US$0,20 juta.

“Turunnya ekspor Sultra pada Agustus 2020 dibanding Juli 2020 dipengaruhi oleh
turunnya ekspor ke negara tujuan utama yaitu Tiongkok senilai US$59,75 juta (35,43 persen) dan India senilai US$0,24 juta (3,49 persen),” terangnya.

Sementara, berdasarkan sektor ekonomi, ekspor Sultra Agustus 2020 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar US$120,73 juta (99,93 persen) dan sisanya sektor pertanian US$0,08 juta (0,07 persen). Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor Januari sampai Agustus 2020, ekspor produk industri pengolahan berkontribusi sebesar 99,40 persen, produk pertambangan 0,23 persen, dan sisanya 0,37 persen adalah kontribusi dari ekspor produk pertanian.

Secara kumulatif dari Januari sampai Agustus 2020, negara tujuan ekspor utama Sulawesi Tenggara yaitu Tiongkok, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang masing-masing dengan nilai US$108,91 juta, US$6,74 juta, US$1,15 juta, US$1,66 juta, dan US$0,32 juta.

“Peranan kelima negara tersebut mencapai 96,75 persen dari total ekspor Sultra sepanjang periode Januari sampai Agustus 2020,” tandasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy