Dikbud Buteng Imbau Sekolah Gunakan Dana BOS Sesuai Kebutuhan – Kendari Pos
Buton Tengah

Dikbud Buteng Imbau Sekolah Gunakan Dana BOS Sesuai Kebutuhan


KENDARIPOS.CO.ID — Dana bantuan operasional sekolah (BOS) kini sepenuhnya ditangani pihak sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Buton Tengah (Buteng), Abdullah berharap, anggaran tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya. Ia mengaku, penggunaan dana BOS kini tidak dibatasi. Sekolah diberi kewenangan dalam mengatur penggunaan dana secara mandiri.

Abdullah

“Bahkan mereka bisa mengatur dana BOS sesuai keinginan mereka ditengah pandemi Covid-19. Memang agak berbeda dengan tahun lalu. Penggunaan anggarannya diatur dalam petunjuk teknis (Juknis). Misalnya, pembayaran gaji honorer atau pembelian lainnya. Namun, tahun ini, tidak lagi begitu, sebab sekolah diberi wewenang dalam mengatur dan BOS tersebut,” papar Abdullah panjang lebar, kemarin.

Penggunaan BOS di lingkup pendidikan sudah diatur dalam surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI bernomor SE-4. Mendikbud/2020. Hal itu juga diperkuat dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 19/2020 untuk pengadaan seperti disinfektan, alat cuci tangan, masker dan lainnya di masa pandemi Covid-19 ini.

“Jadi dari Juknis dan surat edaran Peraturan Menteri, tiap sekolah diwajibkan mengadakan alat cuci tangan, masker maupun lainnya melalui dana BOS,” tuturnya. Meski demikian, Abdullah menyarankan para kepala sekolah berhati-hati. Sebab segala penggunaannya akan dimintai pertanggungjawaban. Apalagi, pengawasan dana BOS kini diperketat.

“Pendampingan maupun pengawasan tetap akan dilakukan. Kami inginkan, segala penganggaran dana BOS sesuai kebutuhan sekolah,” pintanya. Diketahui, saat ini pencairan dana BOS tahap kedua sudah dilakukan. “Di Buteng penerima dana BOS untuk SMP ada 38 sekolah negeri dan tiga swasta. Serta 95 SD Negeri dan tiga swasta,” sebut Abdullah.

Pada kesempatan tersebut, ia kembali mengingatkan agar para kepala sekolah mewajibkan pemakaian masker bagi siswa saat berada di lngkunganbelajar. Pengaturan jumlah siswa saat berada di kelas dalam mengikuti proses belajar juga harus diatur sesuai jarak, masing-masing 1 meter. “Jumlah siswa dalam satu ruangan dibagi dua. Misalnya 20 orang, maka sekarang harus diisi 10 orang saja dengan jarak masing-masing satu meter,” tutupnya. (c/rud)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy