Clearkan Polemik Pasar Mandonga, Sulkarnain Segera Panggil Pengelola – Kendari Pos
Metro Kendari

Clearkan Polemik Pasar Mandonga, Sulkarnain Segera Panggil Pengelola


KENDARIPOS.CO.ID — Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir akhirnya buka suara tentang polemik pengelolaan Pasar Basah, Mandonga. Meski telah mengantongi laporan tentang kinerja pihak pengelola, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tak ingin buru-buru menuding PT Kurnia telah melakukan wanprestasi. Untuk menclearkan informasi yang beredar, orang nomor satu di Kota Kendari telah menjadwalkan pemanggilan terhadap pengelola.

Pemkot Kendari akan melakukan evaluasi pengelolaan Pasar Basah Mandonga yang ditangani PT Kurnia. Dari hasil RDP, pengelola diduga telah melakukan wanprestasi. Kondisi los sayur Pasar Mandonga

“Nanti kita akan panggil pihak ketiganya. Apa yang menjadi aspirasi teman-teman di DPR akan kita tindak lanjuti. Mudah-mudahan bisa ditemukan solusi terbaik. Apalagi ada beberapa kewajiban mereka (PT. Kurnia) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang belum sepenuhnya dipenuhi,” tandas Sulkarnain Kadir kemarin.

Ditanya soal kemungkinan ada pemutusan hubungan kerja sama dengan PT Kurnia? Sulkarnain belum bisa memastikan. Pasalnya, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan evaluasi kinerja.

“Nanti kita lihat. Urusan putus memutus ini gampang sebenarnya. Tapi kan kita ingin win-win solution untuk semua pihak baik itu bagi pedagang, pengusaha, dan Pemkot. Kita akan menjadi fasilitator untuk semua pihak. Kita tidak bisa mempertimbangkan satu aspek saja dan mengabaikan yang lain. Jadi, diputus atau tidak tergantung hasil evaluasinya nanti,” kata Sulkarnain.

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari meminta ketegasan Pemkot Kendari dalam hal menindaklanjuti masalah yang ada di PT Kurnia sebagai pengelola Pasar Basah Mandonga.

Ketua Komisi II DPRD Kendari, Andi Silolipu meminta ketegasan Pemkot Kendari dalam menindaklanjuti polemik pengelolaan Pasar Basah Mandonga. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu sikap Pemkot apakah Memorandum Of Understanding (MoU) tetap dilanjutkan atau dihentikan.

“Kami meminta kepada Pemkot Kendari untuk memberikan kajian kepada PT Kurnia (pengelola pasar) terhadap masalah MoU dan poin-poin yang pernah dan dilanggar. Selain itu, kami juga minta pemkot melakukan evaluasi apakah nanti diperpanjang atau di putuskan kontraknya,” kata Andi.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini mengungkapkan keputusan Pemkot sangat penting, Pasalnya, apa yang menjadi putusan, maka itu pula lah yang menjadi putusan di DPRD untuk kemudian direkomendasikan ke pimpinan. “Kami akan menunggu hasil telaah dari Pemkot. Setelah ada putusanya (lanjut atau berhenti), kami akan rekomendasikan ke Pimpinan DPRD,” jelasnya.

Dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa hari lalu, DPRD Kota Kendari merekomendasi Pemkot meninjau ulang kerjasama dengan PT Kurnia. Sebagai pengelola, PT Kurnia diduga melanggar perjanjian kerjasama. Diantaranya, tidak menyetor kewajibannya ke Pemkot sejak 2006 hingga 2020 (14 tahun). Selain itu, PT Kurnia diduga mempihak ketigakan pengelolaan parkir, serta tidak melakukan perbaikan fasilitas pasar yang rusak. (b/ags)

Dugaan Wanprestasi yang Dilakukan PT Kurnia
-Tidak Menyetor Kewajibannya ke Pemkot Sejak 2006
-Mempihak Ketigakan Pengelolaan Parkir
-Tidak Melakukan Perbaikan Fasilitas Pasar yang Rusak.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy