Cegah “Baby Boom”, Warga Diminta Gunakan Alkon – Kendari Pos
Metro Kendari

Cegah “Baby Boom”, Warga Diminta Gunakan Alkon


KENDARIPOS.CO.ID — Fenomena “Baby Boom” atau ledakan angka kelahiran bayi menjadi tren di masa pandemi virus corona. Di sejumlah daerah, angka kelahiran meningkat. Namun fenomena ini tak terjadi di Kota Kendari. Sejauh ini, program pengendalian penduduk yang dilakukan Pemkot masih mampu menekan angka kelahiran.

Suasana pengenalan aplikasi eKLOP kepada para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Disdalduk Kota Kendari, kemarin

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk (Disdalduk) dan KB Kota Kendari, Hj. Hasria mengatakan para petugas tetap aktif turun lapangan memberikan penyuluhan. Makanya, sejuah ini fenomena baby boom bisa diantisipasi. “Meskipun pandemi Covid-19, petugas kami tetap melakukan penyuluhan secara door to door. Tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan,” kata Hasria kemarin.

Dalam menjalankan tugas kata Hasria, para penyuluh KB tak hentinya mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan alat kontrasepsi (Alkon) saat berhubungan intim apalagi di tengah pandemi Covid-19. “Kami selalu berikan pemahaman agar warga untuk sementara menunda dulu kehamilannya karena situasi pandemi Covid-19. Sebab, wanita yang hamil sangat rentan terinveksi virus karena daya tahannya yang menurun,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya terus bersinergi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sultra. Tidak hanya dalam upaya pengendalian penduduk dan meningkatkan kepesertaan KB, namun juga membangun sistem dalam memudahkan pengawasan dan penilaian terhadap Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Non Apatatur Sipil Negara (ASN).

Untuk itulah, Pemkot melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (Disdalduk) Kota Kendari akan menerapkan aplikasi sistem kinerja PLKB non ASN yang dinamakan e-KLOP. Sebagai langkah awal, aplikasi yang dilaunching Agustus lalu ini mulai disosialisasi ke PLKB non ASN. “Selama ini kan masih manual. Untuk melakukan monitoring butuh waktu yang agak lama karena harus merekap secara manual satu persatu capaian PLKB di lapangan. Apalagi diketahui PLKB di Kendari bukan hanya 1 orang melainkan ada 65 orang yang tersebar di seluruh kelurahan,” ungkapnya.

Dengan hadirnya eKLOP kata dia, setidaknya memudahkan pihaknya dalam melakukan monev. “Jadi nanti pengawasannya semakin mudah dan cepat. Karena para PLKB kami wajibkan untuk melaporkan aktivitasnya melalui aplikasi andoroid. Olehnya itu, tahap awal kami edukasi bagaimana menggunakan aplikasi tersebut. Insya Allah, tahun depan aplikasi ini sudah efektif digunakan,” kata Hasria.

Hasria yakin semakin cepat informasi yang disampaikan para PLKB di lapangan, maka semakin cepat pula pemerintah mengetahui kondisi atau permasalahan upaya pengendalian penduduk. Hal ini tentunya aka nmempercepat proses pengambilan keputusan atau kebijakan.

“Mudah-mudahan dalam prosesnya bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala, sehingga pengaplikasiaannya nanti bisa efektif dalam upaya pemerintah mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia, terkhusus di Kota Kendari,” pungkasnya. (b/adv/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy