Butuh Tenaga Medis dan Guru, Bupati Konawe Usul Rekrutmen CPNSD

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Konawe dua periode, Kery Saiful Konggoasa dikenal sebagai pribadi sederhana. Di beberapa kesempatan, ia tak ubahnya seperti warga biasa yang lebih suka tampil dengan busana seadanya. Namun dibalik sikap sederhana dan merakyat itu, Bupati Kery tak pernah main-main dalam urusan pemerintahan.

Bupati Konawe, Kery S.Konggoasa (berdiri, tengah, masker hitam) usai menyerahkan SK 100 persen yang lulus seleksi CPNS tahun anggaran 2018. Bupati Kery akan mengusulkan kuota CPNSD tahun anggaran 2021 kepada Kemenpan RB.

Teranyar, mantan Ketua DPRD Konawe itu memberi sinyal bakal mengusul ke pemerintah pusat terkait wacana penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun anggaran 2021.
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa mengatakan usulan penerimaan CPNSD tahun 2021 tak lain untuk mengakomodir warganya yang punya cita-cita menjadi abdi negara. Selain itu, untuk mengoptimalkan pelayanan publik pada semua sektor.
Pengadaan CPNSD tahun anggaran 2019, Pemkab Konawe tidak mengusulkan kuota CPNSD ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) lantaran komposisi pegawai yang dirasa masih lebih dari cukup.

Bupati Konawe, Kery S. Konggoasa menjelaskan berdasarkan rasio jumlah penduduk dan jumlah pegawai, sebenarnya komposisi PNS di Konawe boleh dikatakan masih memadai. Jumlah pemegang Nomor Induk Pegawai (NIP) di Konawe saat ini sekira 6.000 orang. Namun pada praktiknya, pemkab masih kekurangan aparatur sipil negara (ASN) untuk mengisi beberapa jurusan atau bidang tertentu di pemerintahan dalam rangka peningkatan pelayanan publik.

“Yang kurang itu pertama, tenaga medis. Lalu, tenaga pengajar dalam bidang studi tertentu. Keahlian dibidang hukum, akuntansi dan teknik juga masih kurang. Makanya, untuk tahun 2021 kita di Konawe akan mengusulkan penerimaan CPNS kepada pemerintah pusat,” ujar Kery S.Konggoasa kepada Kendari Pos, Senin (26/10) kemarin.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPW PAN Sultra itu menuturkan, meski niatan mengusulkan rekrutmen CPNS sudah diwacanakan, namun belum bisa memastikan berapa kuota yang nantinya disediakan Pemkab Konawe. Sebab, pemkab belum diberikan ruang terkait format perekrutan CPNS dari Kemenpan-RB yang akan dibuka.

Kery S.Konggoasa mengaku, segera memerintahkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Konawe agar menyurat ke pusat terkait jurusan maupun bidang apa saja yang disiapkan pada seleksi CPNSD tahun 2021. “Kalau untuk jurusan umum, kita sudah kelebihan. Yang kurang itu yang saya sebutkan tadi. Secepatnya kita akan usulkan. Kalau pusat mintanya hari ini, hari ini juga kita kirim usulannya,” ungkap ayah anggota DPR RI dapil Sultra, Fachry Pahlevi Konggoasa itu.

Selain terkait seleksi CPNSD, Kery sedikit menyinggung ihwal kemungkinan dibukanya perekrutan bagi pegawai non PNS alias Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayah otoritanya. Ia menuturkan, kewenangan seleksi CPNS dan PPPK diatur secara terpisah.

Kata Kery, rekrutmen PPPK itu kewenangannya tidak seratus persen berada di daerah. Melainkan, tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun andaikata seleksi pegawai non PNS itu digelar, Kery meminta masalah penggajian PPPK jangan dibebankan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni, namun harus lewat dana alokasi umum (DAU) yang berasal dari transfer pusat.
“Mudah-mudahan itu turut dipertimbangkan. Sebab, kemampuan keuangan daerah sangat terbatas. Seharusnya memang begitu, jangan bebankan lewat PAD,” tandas Kery S Konggoasa. (adi/b)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.