Bupati Didesak Hentikan Aktivitas Hauling di Pomalaa – Kendari Pos
Kolaka

Bupati Didesak Hentikan Aktivitas Hauling di Pomalaa


KENDARIPOS.CO.ID — Aksi protes terhadap aktivitas pertambangan di Kecamatan Pomalaa kembali disuarakan Aliansi Mahasiswa Teknik Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Rabu (30/9). Sama seperti tuntutan sebelumnya, massa meminta Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei untuk menghentikan aktivitas hauling (pengangkutan ore) yang dilakukan PD Aneka Usaha (Perusda) di jalan poros Pomalaa.

Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei (kiri) saat menemui para demonstran yang menuntut penghentian aktivitas pengangkutan ore nikel yang dilakukan PD Aneka Usaha di jalan poros Pomalaa. Massa juga mendesak pemberhentian pimpinan Perusahaan Daerah itu.

Menurut mahasiswa, aktivitas hauling tersebut sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. “Kami meminta Bupati Kolaka segera memberhentikan aktivitas hauling Perusda sampai izin penggunaan jalan dipenuhi,” desak demonstran. Tak hanya itu, mereka juga meminta Bupati Kolaka segera mengeluarkan kebijakan terkait pelanggaran izin dispensasi jalan yang dilakukan oleh Perusda. “Bupati juga harus segera memberhentikan Dirut Perusda karena kami menilai dia tidak layak,” sorot perwakilan mahasiswa.

Asisten III Setkab Kolaka, Wardi, yang mencoba menghadapi demonstran mendapat penolakan. Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei yang didampingi Kapolres, AKBP Saiful Mustofa dan Dandim 1412, Letkol Inf Risa Wahyu Pudji Setyawan. BS M.Han menemui demonstran di depan pintu gerbang kantor bupati. “Yang mengeluarkan izin dispensasi, bukan bupati. Jadi cari siapa yang berikan izin. Kalau BPJN yang berikan, maka sampaikan ke mereka untuk memberikan sanksi kepada Perusda,” jawab Ahmad Safei.

Terkait permintaan massa untuk menghentikan aktivitas hauling dan mencopot Armansyah sebagai Dirut Perusda, Safei mengatakan bahwa hal itu bukan merupakan kewenangannya. “Saya hanya bisa hentikan hauling kalau izin penggunaan jalan Perusda dicabut oleh yang mengeluarkan rekomendasi tersebut. Kalau itu dikelurkan, saya akan hentikan itu. Terkait permintaan pencopotan Dirut Perusda itu juga saya hanya menandatangani. Yang melakukan fit and propert test itu DPRD,” jelasnya.

Usai memberikan penjelasannya, Safei langsung kembali ke ruangannya. Massa yang belum puas dengan jawaban tersebut terus menyuarakan tuntutan. Massa sempat mendorong pagar kantor bupati dan memaksa untuk masuk. Kericuhan pecah. Tiba-tiba serangan batu mengarah ke aparat yang sedang berjaga. Tak tinggal diam, aparat langsung merespon dengan menembakkan gas air mata. Sejumlah massa diamankan.
Untuk meredam kericuhan, sejumlah perwakilan demonstran dipersilahkan bertemu Bupati Kolaka dan berlangsung hingga sore kemarin. (b/fad)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy