Bupati Buteng Kebut Infrastruktur Jalan Wisata

KEDNARIPOS.CO.ID — Pembangunan infrastruktur pada segala sektor sedang gencar-gencarnya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng), termasuk peningkatan jalan. Apalagi, akses transportasi tersebut memang menjadi program utama yang harus direalisasikan. Agar setiap potensi yang ada di Buteng bisa tersentuh. Sejauh ini, arah pembangunan infrastruktur dasar memang dimaksimalkan sesuai potensi wilayah tersebut. Saat ini pembangunan jalan akan kembali difokuskan di Mawasangka Timur (Mastim). Sebab ada potensi pariwisata dan juga jelang hari ulang tahun (HUT) Buteng yang akan dihelat di wilayah tersebut.

Bupati Buteng, H. Samahuddin (ketiga dari kanan) saat meninjau pekerjaan jalan di pintu masuk Kecamatan Mastim, kemarin

Bupati Buteng, H. Samahuddin, mengakui, arah pembangunan jalan ke depan akan difokuskan di Mastim. Namun, bukan berarti kecamatan lain diabaikan. Semua tetap dikondisikan. “Tahun ini maupun tahun 2021, pembangunan jalan kita akan genjot di Mastim. Di situ ada pariwisata potensial yang akan kita kelola baik. Apalagi HUT Buteng juga akan dilaksanakan di kecamatan itu. Namun, pembangunan jalan di kecamatan lain tetap akan kita lakukan,” ujarnya. Diketahui, potensi pariwisata Buteng bukan hanya ada di Mawasangka, Gu, maupun Lakudo. Tapi di Mastim juga cukup menjanjikan. Makanya, untuk menunjang akses menuju destinasi, jalur transportasi harus disiapkan.

“Jadi, jalan yang kita bangun karen melihat potensi. Ada pariwasata di Mastim yang akan menjadi ikon daerah. Yakni Tanjung Buaya dan wisata pasir Labunta yang letaknya di tengah laut. Potensi inilah yang perlu kita tingkatkan,” ulasnya. Memang, pengembangan potensi wisata terus dilakukan secara masif Pemkab Buton Tengah (Buteng). Terbaru, anggaran Rp 1 miliar untuk pembangunan wisata Tanjung Buaya di Desa Lamena, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim) dikucurkan.

“Unik dan indah. Itulah yang bisa digambarkan pada wisata Tanjung Buaya. Batu-batu yang menyerupai buaya tentu menjadi nilai tersendiri pada objek wisata ini,” ujar Samahuddin. Untuk penataan objek wisata tersebut dialokasikan melalui APBD Provinsi Sulawesi Tenggara. “Anggarannya Rp 1 miliar untuk pembangunan delapan gazebo, pendestrian bagi pejalan kaki. Mudah-mudahan tahun depan ada pengembangan lagi sesuai dengan master plan yang sudah kita buat,” jelasnya.

Sedangkan Untuk target pengerjaannya, Samahuddin belum mengetahui secara pasti. Samahuddin berharap semua masyarakat dan stakeholder di Mastim untuk merawat wisata Tanjung Buaya tersebut. Agar bisa memberi manfaat dan kesejahteraan bagi warga. Tak hanya soal jalan dan wisata, Samahuddin juga terus memantau progres pekerjaan proyek pemerintah yang sedang berjalan di otoritanya. Salah satunya, pembangunan kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Desa Nepa Mekar, Kecamatan Lakudo. Samahuddin memang menargetkan, pembangunan kantor OPD tersebut tuntas tahun ini.

“Insya Allah sebelum berakhir tahun ini akan selesai. Tidak ada kendala sama sekali, kebutuhan pembangunan tercukupi,” harapnya. Dia menegaskan, pembangunan kantor OPD tersebut memang butuh pengawasan ekstra. Sebab, itu merupakan pekerjaan pertama kantor OPD dalam kurun waktu tiga tahun kepemimpinannya di Buteng. “Makanya, saya ingin memastikan pembangunan perdana kantor OPD ini bisa berjalan dengan baik dan lancar,” imbuh suami Hj. Jusniar Samahuddin itu. (b/rud)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.