Bidik Pasar Ekspor Produk Perikanan, Sulkarnain Meminta “Petuah” KKP – Kendari Pos
Metro Kendari

Bidik Pasar Ekspor Produk Perikanan, Sulkarnain Meminta “Petuah” KKP

KENDARIPOS.CO.ID — Kota Kendari kaya akan potensi sumber daya perikanan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kendari mencatat sekira 90 ton hasil laut beragam jenis berhasil didaratkan di Kendari setiap harinya seperti gurita, udang vaname, sottong, cakalang. Rinciannya, sebanyak 75 ton berhasil didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari dan 15 ton di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kendari.

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir (dua dari kiri) bersama Koordinator Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS (dua dari kanan) usai kegiatan temu koordinasi pelaku usaha dan stakeholder perikanan di Swiss-Belhotel, Jumat (3/10) kemarin.

Kendati demikian, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku hasil laut yang didaratkan itu masih belum maksimal pengelolaannya. Terutama untuk keperluan ekspor. Sebab, masih kurangnya pengetahuan para pelaku usaha atau UMKM dan nelayan untuk mengelola hasil tangkapannya.

“Para pengusaha yang mengelola hasil perikanan masih perlu diedukasi. Selama ini kita hanya tangkap ikan, dibekukan lalu diekspor. Padahal, sebenarnya hasil laut itu, seperti ikan sekiranya bisa diolah dulu. Minimal setengah jadi atau bahkan diolah menjadi produk sehingga lebih bernilai,” kata Sulkarnain dalam Temu Koordinasi Pelaku Usaha dan Stakeholder Perikanan di Swiss-Belhotel, kemarin.

Olehnya itu, Pemkot Kendari akan meminta “petuah”, bimbingan dan arahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terutama bagaimana mengelola hasil perikanan agar lebih bernilai ekonomi tinggi. “Tapi kami tetap komitmen untuk mendorong ekspor produk hasil perikanan. Sebab, kami yakin betul bahwa sektor perikanan mampu memulihkan perekonomian daerah akibat pandemi Covid-19,” ungkap Sulkarnain.

Merespons permintaan Wali Kota, Koordinator Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Prof.Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, MS berjanji akan melakukan pendampingan untuk mendorong ekspor produk perikanan Kota Kendari.

Pasalnya, kata Rokhmin, negara saat ini yang menganut sistem perdagangan bebas sudah seyogyanya meningkatkan total ekspor yang salah satunya berasal dari hasil perikanan. “Indonesia perlu meningkatkan keberterimaan produk perikanan di pasar global untuk menaikkan nilai ekpor perikanan,” ujar Prof. Rokhmin Dahuri.

Manta Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong era Presiden Megawati Soekarnoputri itu meminta Pemkot Kendari dan para pelaku UMKM disektor perikanan, agar mengemas produk perikanannya harus memiliki daya saing yang lebih tinggi daripada daerah pengekspor lainnya.
Tujuannya agar produk hasil perikanannya dapat diterima oleh semua negara tujuan ekspor (pasar global).

Adapun produk perikanan yang berdaya saing tinggi, kata Prof. Rokhmin yakni kualitas atau mutunya harus unggul, aman dikonsumsi, diproduksi, diolah, dan didistribusikan mengikuti standar internasional (negara tujuan ekspor). Selain itu, harga olahan produk perikanan relatif murah, produksi dan deliverynya teratur serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan negara-negara pengimpor.
“Produknya harus harus memenuhi standar mutu dan keamanan yang ditetapkan oleh negara-negara tujuan ekspor,” ujar
Dewan Pakar Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN) itu.

Guna menghasilkan produk perikanan yang memenuhi standar mutu dan keamanan sebagaimana ditetapkan negara-negara tujuan ekspor, lanjut Prof. Rokhmin, maka pemerintah harus menerapkan Integrated Quality Standard and Food Safety yang dimulai sejak penyiapan bahan baku dari perikanan tangkap dan perikanan budidaya.

“Bahan baku harus aman, bebas dari residu dan cemaran biologis, fisik maupun kimia yang berpotensi merusak produk perikanan itu sendiri maupun membahayakan kesehatan manusia yang mengkonsumsinya,” jelas Prof.Rokhmin Dahuri.

Kemudian, Unit Pengolahan Ikan (UPO) harus mengolah bahan baku dan mengemas (packaging) sesuai sistem jaminan mutu dan keamanan pangan yang ditetapkan oleh negara-negara tujuan ekspor. “Sistem transportasi produk perikanan dari UPI dari daerah sampai ke negara tujuan ekspor pun harus memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh negara- penerima,” tutur Prof.Rokhmin Dahuri.

Selain itu, perlu peningkatan volume ekspor komoditas dan produk perikanan, baik untuk komoditas dan produk existing maupun komoditas dan produk baru. “Juga peningkatan kapasitas UPI skala kecil-mikro agar produknya bisa diekspor secara berdaya saing,” kata Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan, kata Prof.Rokhmin adalah peningkatan volume produksi bahan baku (komoditas) ikan melalui kegiatan usaha perikanan tangkap yang bertanggung jawab dan usaha perikanan budidaya yang terbaik. Pembenahan sistem logistik ikan nasional untuk meningkatkan kecepatan, kemudahan, efisiensi, dan daya saing ekspor produk perikanan RI.

Untuk diketahui, temu koordinasi tersebut juga dihadiri perwakilan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, jajaran SKPD Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari, Danlanal Kendari, Dirpolair Polda Sultra dan Bea Cukai Kota Kendari. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy