Bebani Anggaran, BLUD Dilebur Jadi Perusda – Kendari Pos
Metro Kendari

Bebani Anggaran, BLUD Dilebur Jadi Perusda

KENDARIPOS.CO.ID — Keputusan Pemkot Kendari melebur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Harum menjadi Perusahaan Daerah (Perusda) sudah final. Pasalnya, lembaga yang melayani kredit mikro ini tidak memberi kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Keberadaannya justru membenani pemerintah. Tiap tahun, Pemkot harus menyuntikan anggaran. Selama beroperasi, BLUD meninggalkan utang sebesar Rp 1,8 miliar.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kanan) dan Kepala Kantor Wilayah DJPb Sultra, Arif Wibawa berdiskusi mengenai optimalisasi keberadaan BUD dan BLUD dalam mendongkrak PAD di rujab Wali Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku telah mengusulkan peleburan BLUD Harum. Di bawah Perusda, pengelolaan dan kelembagaannya akan dikuatkan baik dari sisi strukrtural maupun payung hukumnya. Dengan begitu, BLUD bisa lebih berkembang melayani masyarakat dan bisa memberi sumbangsih ke PAD. Upaya ini sesuai arahan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra untuk menggenjot kinerja BLUD.

“Setelah kami evaluasi dan lakukan pengkajian, kami menilai secara kelembagaan BLUD khususnya kredit mikro itu butuh penguatan, baik dari sisi kelembagaan struktural, maupun payung hukumnya. Semua masih diproses di dewan, mudah-mudahan disepakati. Insya Allah, kami pastikan kalau sudah jadi Perusda bisa menambah pundi-pundi PAD Kota Kendari,” kata Sulkarnain kemarin.

Saat ini, dana BLUD yang masih tersimpan di kas daerah (Bank Sultra) sebesar Rp 2,8 miliar. Rencananya, dana tersebut bakal digunakan pemkot untuk melunasi utang BLUD dan digunakan untuk penguatan lembaga serta akan dijadikan modal usaha (simpan-pinjaman) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kepala Kantor Wilayah DJPb Sultra, Arif Wibawa meminta Pemerintah Daerah (Pemda) harus memanfaatkan instrumen pembiayaan baik BUMN maupun swasta dalam menggenjot potensi PAD. Dengan begitu, Pemda tidak hanya bergantung pada dana transferan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami meminta seluruh pemda untuk memaksimalkan betul potensi yang berpeluang mendongkrak PAD yang bisa digunakan untuk pembangunan. Kalau di Pemkot itu ada BLUD. Nah, ini harus didorong kinerjanya. Sebab, potensi di Kendari itu cukup tinggi. Masih banyak pelaku usaha yang butuh pembiayaan dan belum bisa akses ke perbankan,” kata Arif Wibawa.

Bantuan tanpa agunan kepada pelaku usaha sambungnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin berusaha namun belum punya kesempatan karena terganjal dengan modal. Untuk pengelolaan BUD atau BLUD, pihaknya siap melakukan pendampingan terhadap Pemkot Kendari.

“Saat ini, ada lembaga keuangan seperti Pegadaian dan PNM yang melaksanakan kegiatab usaha tersebut. Tapi sebenarnya ini masih bisa kita garap bersama, katakan lah nasabah kedua lembaga tersebut hanya 11 ribu, sementara potensi UMKM ultra mikro kita capai 100 ribu. Di pasar Mandonga saja, ada ribuan UMKM yang belum tersentuh pembiayaan,” ungkap Arif. (b/m2/ags)

BLUD Harum
Dana Tersimpan Rp 2,8 Miliar
Utang Rp 1,8 Miliar

Peleburan BLUD Jadi Perusda Tengah Dibahas Bersama DPRD
Sisa Dana Dipergunakan Untuk Tambahan Modal dan Penguatan
DJPb Sultra Siap Memberi Pendampingan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy