Bangun Pasar Modern, La Bakry Lobi Kementerian Perdagangan – Kendari Pos
Nasional

Bangun Pasar Modern, La Bakry Lobi Kementerian Perdagangan

KENDARIPOS.CO.ID — Semangat Bupati Buton La Bakry membangun daerah tak pernah surut. Untuk menopang kekuatan APBD membangun Buton, La Bakry getol blusukan ke kementerian demi mendapat sokongan duit dari APBN. Terbaru, Bupati La Bakry terbang ke ibu kota Jakarta. Di sana, sang bupati melobi anggaran APBN.

Bupati Buton, La Bakry (kiri) dan Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga (kanan) usai berdiskusi tentang potensi ekonomi daerah dan peluang pembangunan Kabupaten Buton di Kantor Kementerian Perdagangan RI, Rabu (30/9) kemarin.

Kali ini, Kementerian Perdagangan menjadi sasaran tujuan Bupati Buton La Bakry. Di hadapan Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga, Bupati Buton menyuarakan kebutuhan akan infrastruktur pasar tradisional modern di otoritanya. Ketua Golkar Buton itu mempersentasekan kondisi geografis wilayah kabupaten Buton yang begitu luas dengan garis pantai yang cukup panjang. Sehingga kebutuhan akan pasar modern menjadi sangat prioritas. Sebab, eksistensi pasar sangat penting untuk mendorong dan penyangga ekonomi masyarakat dan daerah.

“Kita usulkan pembangunan pasar. Ada pasar modern untuk ibu kota di Pasarwajo. Kemudian ada lanjutan Pasar Gunung Jaya dan Ambuau Indah. Lalu dua pasar yang baru untuk di Desa Waoleona dan Bukit Asri,” rinci La Bakry kepada Kendari Pos melalui sambungan telepon usai bertemu Wamen Perdagangan, Rabu (30/9) kemarin.

Suami Delya Montolalu itu menambahkan, sebagai modal meyakinkan pusat, Pemkab Buton sudah menyiapkan lahan untuk lokasi pembangunan pasar. “Jadi kita sudah punya lahannya. Saya sudah serahkan gambarannya ke Wamen, kalau ingin dicek langsung kami siap menunjukan. Ini wujud keseriusan
dan harapan kita cukup besar untuk disahuti,” ujar La Bakry.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buton, Safarudin menambahkan program yang dibidik Pemkab Buton adalah
Dana Alokasi Khusus (DAK) Tugas Perbantuan (TP). Kata dia tahun
sebelumnya, Kabupaten Buton memang mendapat tahun DAK TP itu sekira Rp 5 miliar. Dana itu diperuntukan membangun pasar di Desa Gunung Jaya Kecamatan Siontampina dan Desa Ambuau Indah Kecamatan Lasalimu Selatan.

Karena alasan jarak waktu pencairan anggaran dan deadline pembangunan fisik yang terlalu singkat, sehingga pihak ketiga pun tak mampu menyelesaikannya. Akibatnya, setengah anggaran tak bisa dicairkan lagi.

“Bangunan fisik sudah ada, namun urung dimanfaatkan karena belum tuntasnya seluruh fasilitas ikutannya. Makanya kita usulkan kembali, untuk dapat TP lagi,” kata Safarudin.

Lanjut dia, selain melobi penyelesaian proyek itu, Pemkab Buton saat ini tengah mengusulkan dua proyek serupa. Pasar tradisional itu dialamatkan di Desa Waoleona Kecamatan Lasalimu dan Desa Bukit Asri Kecamatan Kapontori.

“Dua itu kita usulkan juga untuk TP di 2021. Lahannya sudah kita siapkan. Kita berharap kalau disetujui pusat, anggarannya turun diawal tahun, agar tidak kejadian lagi seperti sebelumnya,” pungkas Safarudin. (lyn/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy