Atasi Stunting, Wali Kota Kendari Libatkan Lintas Sektor – Kendari Pos
Metro Kendari

Atasi Stunting, Wali Kota Kendari Libatkan Lintas Sektor


KENDARIPOS.CO.ID — Kasus stunting di Kota Kendari masih terbilang minim. Hingga Oktober 2020, tercatat 157 kasus. Jumlah ini terus mengalami penurunan tiap tahunnya. Kendati demikian, Pemkot Kendari tetap memberi perhatian serius terhadap penyakit yang disebabkan kurangnya asupan gizi terhadap anak. Pasalnya, penyakit ini bisa menyebabkan anak menjadi kerdil.

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir saat memberikan pemaparan dalam kegiatan lintas sektoral dalam upaya pencegahan stunting tingkat Kota Kendari tahun 2020 di Hotel Claro Kendari, kemarin.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku akan terus menggalakkan upaya pencegahan stunting. Agar langkah ini berjalan maskimal, Pemkot melibatkan seluruh elemen masyarakat mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tim Penggerak PKK dan masyarakat.

“Dalam mengatasi persoalan stunting dibutuhkan peran banyak pihak untuk berkolaborasi, tidak hanya dari sektor kesehatan. Sangat tepat bekerja menuntaskan problem stunting dilakukan dengan lintas sektor dan bisa diperluas,” katanya saat membuka kegiatan lintas sektoral dalam upaya pencegahan stunting tingkat Kota Kendari di Hotel Claro Kendari kemarin.

Ia lalu mencontohkan ketelibatan Disperindag. Bersama Dinkes, Disperindag tidak hanya berkolaborasi memenuhi kebutuhan gizi anak, namun juga peningkatan kesejahteraan keluarag. Sebab anak yang terkena stunting berasal dari keluarga tak mampu. “Kalau kesejahteraan masyarakat meningkat, kebutuhan gizinya akan terpenuhi,” kata Sulkarnain.

Wali Kota meminta peran aktif PKK dan puskesmas dalam melakukan pencegahan masalah stunting. Puskesmas, tidak hanya melakukan tindakan kuratif namun juga melakukan tindakan preventif atau pencegahan. “Semua harus kerja sama, kolaborasi dan mwnghilangkan ego sektoral pada akhirnya masyarakat bisa merasakan dampaknya,” kata Sulkarnain.

Kepala Dinkes Kota Kendari, drg. Rahminingrum berkomitmen untuk mengurangi jumlah kasus serta melakukan upaya preventif sebelum terjadi penambahan. “Kami terus mendorong fungsi petugas layanan di Puskesmas untuk tak hentinya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada ibu hamil soal pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan. Tentu dengan menerapkan prokes pencegahan Covid-19,” kata Rahminingrum.

“Perlu diketahui bahwa penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi dan protein saat ibu sedang mengandung. Begitupun ketika sudah melahirkan dimana pola pemberian makan kepada anak yang kurang teratur dan tidak diikuti asupan gizi dan protein yang tidak memadai. Sehingga peran kita sangat penting dalam rangka sosialisasi dan edukasi, serta membantu dalam pemenuhan gizi mereka,” kata Rahminingrum. (b/ags)

Stunting
Masalah Gizi Kronis Karena Kurang Asupan Gizi Dalam Waktu Lama

Gejala
-Badan Anak Lebih Pendek dari Seusianya
-Proporsi Tubuh Cenderung Tak Normal
-Berat Badan Rendah
-Pertumbuhan Tulang Tertunda

Penyebab
-Gizi Buruk Ibu Hamil dan Bayi
-Asupan Nutrisi Bayi Dalam Kandungan Minim
-Kurang Periksa Kesehatan
-Sanitasi Buruk

Dampak
Kecerdasan Anak di Bawah Rata-rata
-Sistem Imum Anak Tidak Baik
-Anak Beresiko Terkena Penyakit Kronis

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy