30 Tahun Menanti, Warga Kecamatan Kontunaga Muna Kini Nikmati Air Bersih – Kendari Pos
Muna

30 Tahun Menanti, Warga Kecamatan Kontunaga Muna Kini Nikmati Air Bersih


KENDARIPOS.CO.ID — Warga Kecamatan Kontunaga di Kabupaten Muna, kini diliputi rasa bahagia. Pasokan air bersih yang selama ini tergolong sulit diperoleh, akan segera mengalir hingga ke rumah-rumah warga. Terlebih, pembangunan sistem penyediaan air minum ibu kota kecamatan (SPAM IKK) kini telah rampung dan akan segera diresmikan. Program air bersih bagi masyarakat Kontunaga tersebut resmi diuji coba oleh pemerintah setempat pada pekan lalu. Masyarakat yang menyaksikan proses tersebut bersorak kegirangan usai melihat air bersih menyembur dari sebuah pipa sistem penyediaan air minum. Pengalaman itu sangat langka mengingat baru terjadi setelah lebih kurang 30 tahun lamanya.

Warga Kontunaga yang kegirangan setelah pasokan air bersih akhirnya mengalir melalui SPAM IKK di wilayah mereka. Itu merupakan penantian selama 30 tahun.

“Kami bersyukur tiada henti-hentinya. Ini sangat mengharukan karena sudah puluhan tahun dinantikan, program air bersih itu akan segera dinikmati masyarakat,” kata Andi April, Camat Kontunaga, kemarin. Pembangunan SPAM Kontunaga yang terletak di Puncak Lakude, Desa Masalili Kabupaten Muna saat ini tinggal menunggu diresmikan oleh pihak Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah. Andi April mengatakan, air bersih di otoritanya sudah menjadi barang sulit didapatkan sejak tahun 1987. Kehadiran program itu sangat membantu masyarakat yang selama ini harus mendapatkan air bersih dengan membelinya dari pengecer keliling.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, utamanya Bupati Muna, LM. Rusman Emba, Wakil Ketua Komisi V DPD RI, Ridwan Bae dan semua pihak yang telah membantu program ini,” paparnya. SPAM Kontunaga dibangun dengan menelan dana Rp 24,5 miliar melalui bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. SPAM itu memiliki kapasitas 20 liter per detik dan diproyeksi mampu mengaliri 2.000 sambungan rumah pada dua kecamatan yakni Kontunaga dan Lohia. SPAM itu memanfaatkan sumber mata air Jompi.

Direktur PDAM Tirta Dharma Muna, Nur Hayat Fariki, menerangkan, pihaknya masih menunggu proses penyerahan aset dari Balai untuk selanjutnya dikelola bagi kepentingan masyarakat. PDAM sendiri bekerja sama dengan Pemkab Muna akan menyediakan pipa tersier untuk mendukung jaringan pipa distribusi ke rumah-rumah warga. Saat ini, konsultan proyek bersama tim teknis dari PDAM tengah melakukan survei di Desa Masalili, Mabodo dan Bolo untuk menghitung kebutuhan pipa tersier ukuran 2 inci.

“Rencananya pipa distribusinya dari tugu Desa Waara, Kecamatan Lohia hingga ke Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga. Bupati Muna sudah menyiapkan anggaran pengadaan pipa tersiernya,” imbuhnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy