Tumpas Potensi “SPG”, Inspektorat Kendari Masif Sosialisasikan Aplikasi Jari – Kendari Pos
Nasional

Tumpas Potensi “SPG”, Inspektorat Kendari Masif Sosialisasikan Aplikasi Jari


KENDARIPOS.CO.ID — Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir dikenal sebagai pemimpin religius. Dia tak ingin praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) muncul dari aksi suap, pungli dan gratifikasi (SPG) menggurita dilingkup Pemkot Kendari. Nawaitu sang pemimpin Kota Kendari itu mampu diejawantahkan dinas teknisnya sehingga lahirlah aplikasi Jaga Kendari (Jari). Aplikasi berbasis digital Jari itu diyakini menjadi perangkat terdepan mencegah dan menumpas potensi praktik SPG.

Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin (tiga dari kiri) didampingi jajarannya, Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin (tengah) dan Direktur Kendari Pos, La Ode Diada Nebansi (kanan) usai bincang-bincang terkait aplikasi Jari Pemkot Kendari di Graha Pena Kendari Pos, Rabu (23/9) kemarin.

Aplikasi Jari Pemkot Kendari telah terintegrasi dengan program milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu Jaga.id. Bahkan menuai apresiasi dari KPK dan BPK Perwakilan Sultra saat BPK melakukan pemeriksaan awal pada pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pemkot Kendari telah meluncurkan aplikasi Jaga Kendari “Jari” pada 3 Agustus 2020.

Guna mengenalkan aplikasi tersebut kepada masyarakat, Inspektorat Kota Kendari menggandeng Harian Kendari Pos sebagai media partner. Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin bertandang di Graha Pena Kendari Pos dan diterima Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin, Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi dan Biro Direksi Kendari Pos,H.Sawaluddin Lakawa, Rabu (23/9) kemarin.

Pada kesempatan itu, Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin meminta dukungan Kendari Pos untuk menyosialisasikan program Jari agar bisa dimanfaatkan masyarakat Kendari secara masif. “Jangan mengaku orang Kendari kalau belum mendownload program Jari,” tuturnya mengutip tag line program Jari.

Menurut Syarifuddin, hadirnya aplikasi Jari ini karena sudah menjadi komitmen Pemkot dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), serta untuk mencegah perilaku suap, pungli dan gratifikasi (SPG) yang berpotensi terjadi dilingkup pemerintahan.

“Kami harap, seluruh ASN Pemkot Kendari berkomitmen mengimpelentasikannya dalam melanjankan tugasnya sebagai pelayanan masyarakat. Oleh karena itu kami hadirkan aplikasi ini karena kami yakin motivasi kerja yang positif akan lahir jika sistemnya didesain menciptakan kinerja dan pelayanan yang optimal,” kata Syarifuddin kepada Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin.

Untuk tahap awal, kata Syarifuddin, aplikasi Jari direalisasikan dalam pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Itu dilakukan karena Disdukcapil merupakan salah satu garda terdepan dalam memberikan pelayanan masyarakat dalam pengurusan administrasi kependudukan (adminduk).

“Melihat tupoksinya yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, kami berupaya memberikan edukasi agar para abdi negara itu bebas dari suap, pungli dan gratifikasi dengan memperkenalkan program Jaga Kendari (Jaga Kendari),” ujar Syarifuddin.

“Alhamdulillah para admin SIAK (Sistem Administrasi Kependudukan) baik yang ada di Disdukcapil maupun di kantor kecamatan, bahkan camat dan lurahnya itu telah kami edukasi. Aplikasinya pun sudah bisa diakses masyarakat melalui Play Store,” tambah Syarifuddin.

Pada kesempatan itu, Syarifuddin memaparkan salah fitur menarik yang tersemat dalam aplikasi Jari misalnya fitur mesin antrean. Masyarakat yang hendak mengurus adminduk di kantor Disdukcapil Kota Kendari, disarankan untuk mengambil nomor antrean melalui fitur tersebut. Itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan antrian sekaligus sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Nanti masyarakat akses nomor antrean lewan Aplikasi Jari. Setelah itu masyarakat akan memperoleh barcode (kode batang) antrean. Nah, barcode inilah yang akan dibawa ke kantor Disdukcapil,” jelas Syarifuddin.

Selain untuk mengurai dan mencegah antrean dikantor pelayanan (Disdukcapil), gitur mesin antrean pada aplikasi Jari sangat membantu dalam hal ketertiban administrasi kantor. Maksudnya, kata Syarifuddin, seluruh aktivitas (pengurusan) masyarakat bisa tecatat dan terdata.

“Selama inikan hanya dikira-kira, 200 atau 300 orang yang mengurus adminduk di Disdukcapil. Kemudian kita tidak tahu siapa yang melayani, siapa yang dilayani, dan dokumen apa yang diurus. Nah nantinya sudah bisa teratur dan terdata semua. Dari situ bisa kita tahu tren pengurusan pada bulan ini misalnya apa yang dominan, sehingga bisa jadi gambaran bagi pemerintah juga untuk mengeluarkan kebijakan,” kata Syarifuddin.

Lebih lanjut Syarifuddin mengungkapkan bahwa selain fitur antrean. Fitur lain yang bisa dimanfaatkan masyarakat adalah layanan publikasi data dan layanan, saluran pengaduan. “Jadi masyarakat bisa memberikan saran, masukan bahkan kritik melalui saluran pengaduan dan kami jamin kerahasiaannya. Layanan ini kami terinspirasi dari layanan jaga.id milik KPK. Kita ingin pengembangan pertama aplilasi Jari ini di Disdukcapil. Nanti kalau sudah berhasil di Disdukcapil kita akan replikasikan ke seluruh OPD lingkup Pemkot Kendari,” kata Syarifuddin.

Terobosan cerdas Pemkot Kendari dalam kendali Wali Kota Sulkarnain Kadir itu diapresiasi Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin. Kendari Pos, kata Irwan Zainuddin akan selalu mendukung program dan kinerja Pemkot Kendari. Apalagi pemerintah Kota Kendari melayani masyarakat di ibu kota Provinsi Sultra.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga citra daerah, sehingga bisa maju dan berkembang melebihi daerah lainnya, terutama dalam pelayanan masyarakat,” ujar Irwan Zainuddin. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy