Pungutan Parkir di Masjid Al Alam Sifat Suka Rela – Kendari Pos
Metro Kendari

Pungutan Parkir di Masjid Al Alam Sifat Suka Rela


KENDARIPOS.CO.ID — Masjid Alam kini menjadi kawasan favorit warga. Tiap hari, ratusan warga Kota Kendari maupun daerah lain berkunjung melihat proyek monumental mantan gubernur Sultra, Nur Alam. Tidak hanya sekedar wisata religi, namun juga untuk refereshing menikmati keindahan Teluk Kendari.

Suasana pelataran parkir masjid Al-Alam, Kendari, Selasa (22/9).

Peluang itu pun diambil Pengurus Masjid Al Alam. Untuk menambal keperluan masjid, pengurus menarik pungutan parkir. Namun sifatnya suka rela dan tidak ada paksaan. “Jadi, bukan retribusi parkir tapi infak. Kalau masalah retribusi kan itu ada undang-undangnya dulu. Jama’ah atau pengujung tidak diharus membayar,” kata Prof Abdullah Alhadzah, Ketua Yayasan Masjid Al Alam, Selasa (22/9).

Agar lebih terkontrol, ia memberlakukan karcis. Dengan begitu, hasil pungutan parkir itu tidak salah sasaran. “Ini bagian dari pertanggungjawaban. Jangan sampai ada yang membayar lantas tidak disetor ke petugas masjid,” jelasnya.

Kepala Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Pahri Yamsul mengatakan masjid Al Alam diperuntukan untuk publik. Makanya, pihaknya belum berpikir memperoleh PAD dari mesjid Al-Alam.

“Saol pungutan, saya belum tahu. Nanti kita bicarakan lebih lanjut. Namun Masjid Al Alam memiliki yayasan yang bertujuan untuk memakmurkan masjid,” ujar Ketua Perbasasi Sultra ini kemarin.

Hingga kini, Pemprov Sultra terus lakukan penuntasan pembangunan kawasan mesjid apung Al-Alam. Kini, pembangunan difokuskan pada sektor ruang terbuka hijau di area kawasan mesjid. Namun, rencana tersebut harus ditunda akibat dari dampak covid-19 yang terjadi

“Sampai saat ini tidak ada pengalihan kewenangan dikawasan Al-Alam. Semua masih dalam kewenangan Pemprov. Mesjid tersebut menjadi aset yang besar yang dimiliki Pemprov di tengah Kota Kendari,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya masih akan melakukan perampungan pembangunan kawasan mesjid Al-Alam. “Pemerintah masih akan melakukan pembangunan untuk area terbuka hijau. Namun anggaran untuk program tersebut kemarin harus di refocusing, karena covid-19. Kita harapkan covid-19 cepat selesai, sehingga pembangunan bisa kita lanjutkan,” ungkapnya. (m5/yog)

Pembangunan Masjid Al Alam
Luas Areal 12.692 Meter Persegi
Pembangunan Sejak Tahun 2010
Diresmikan Tahun 2018
Telan Anggaran Rp 250 Miliar
Areanya Masih Akan Dikembangkan
Ditata Jadi Ruang Terbuka Hijau
Pembangunan Jembatan Jalur Keluar

Diperuntukan Untuk Publik
Kawasan Wisata Religi
Monumen dan Ikon Sultra

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy