Produksi Sabu, Dua Pemuda di Kendari Diamankan

KENDARIPOS.CO.ID — Ancaman pasal berlapis, tak membuat orang keder berbisnis narkoba jenis sabu. Pasalnya, keuntungan yang diperoleh cukup menggiurkan. Seperti dua orang pemuda asal Kendari bernama Rendy Christian dan Adriel Kenan Tumba. Bukan hanya sebagai pengedar, kedua sahabat ini turut memproduksi sabu.

Polisi berhasil mengungkap pabrik sabu rumahan di Kendari. Tampak peralatan yang digunakan kedua tersangka memproduksi narkoba jenis sabu.

Namun sebelum memproduksi lebih besar lagi, keduanya keburu ditangkap polisi. Tim Subdit III Dit Resnarkoba Polda Sultra berhasil menggagalkan percobaan pembuatan home industry sabu di Kota Kendari. Keduanya diamankan dengan sejumlah bahan pembuatan sabu serta mengamankan barang bukti shabu sejumlah 10 (sepuluh) paket seberat 10,49 gram.

Selain itu, tim penyidik juga menggrebek sebuah ruko di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Bonggeya Kecamatan Wuawua. “Kuat dugaan mereka berdua akan membuat pabrik shabu home industry, namun gagal total karena keburu ditangkap dan sudah produksi sebanyak empat kali,” ungkap Dir Narkoba Polda Sultra Kombes Pol M. Eka Fathurahman kemarin.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat tentang adanya pengedar narkotika jenis sabu dengan Mmdus home industry di Kota Kendari. Lalu, tim unit 2 Subdit III melakukan lidik Observasi dan Surveilance.

Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui target berada di alamat sesuai TKP, yang biasa digunakan untuk transaksi peredaran Sabu.

Kedua tersangka yang berperan sebagai pengedar sabu yang bekerja sama dengan bosnya yang berada di Kota Kendari.Kedua TSK ditangkap sesaat akan melakukan transaksi. Lalu tim melakukan penggeledahan badan dan tempat (yang disaksikan oleh masyarakat). Dari situ, tim berhasil menemukan 10 (sepuluh) paket narkotika jenis sabu di atas meja hias di kamar tersangka.

“Saat diinterogasi, seorang tersangka mengaku memperoleh narkotika jenis sabu yang akan dijual tersebut dari temannya yang bernama Mr. X yang berada di Kota Kendari,” tutur Kombes Eka.

Kasus ini kata Eka Fathurahman masih dalam pengembangan. Sejauh ini, pihaknya masih mendalami dengan siapa keduanya berhubungan sehingga mendapatkan bahan-bahan pembuat sabu tersebut. (b/ade)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.