Polda Sultra Cari Oknum yang Mengizinkan Pembubaran Aksi Massa Pakai Helikopter – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Polda Sultra Cari Oknum yang Mengizinkan Pembubaran Aksi Massa Pakai Helikopter

KENDARIPOS.CO.ID — Aksi helikopter membubarkan kerumunan massa unjuk rasa oleh Polda Sultra mungkin kali pertama terjadi di Sultra. Aksi serupa pernah dilakukan militer Amerika Serikat saat membubarkan aksi demonstrasi di Washington DC terkait kematian George Floyd, Juni 2020. Begitu pula aksi demonstrasi 22 Mei di Slipi, Jakarta Barat tahun 2019. Massa disiram air Kali Cideng dari helikopter.

Helikopter Polda Sultra meraung di udara saat terbang rendah di atas kerumunan massa aksi unjuk rasa September Berdarah (Sedarah). Konsentrasi massa aksi pun buyar. Cara ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Helikopter bubarkan massa pernah terjadi di Jakarta saat aksi 22 Mei 2019.

Demonstrasi mahasiswa memeringati setahun tragedi September Berdarah (Sedarah) buyar dengan aksi pilot dan copilot helikopter milik Polda Sultra. Tensi aksi mereda setelah deru mesin dan debu baling-baling helikopter yang terbang rendah.

Massa yang berada tepat dibawah helikopter berlarian mengindari debu saat aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sultra, Sabtu (26/9). Mahasiswa menyuarakan keadilan atas gugurnya rekan mereka yang tewas saat unjuk rasa 26 September 2019. Adalah Himawan Randi dan Yusuf Kardawi tewas dalam aksi unjuk rasa. Mungkin ini pertama kali terjadi di Sultra. Aksi massa dibubarkan dengan menggunakan helikopter.

Raungan helikopter di udara membuat mahasiswa terprovokasi. Mahasiswa geram, dan melempari helikopter tersebut dari bawah. Helikopter keluar dari Mako Polda Sultra sekira pukul 13.30 Wita. Awalnya hanya mengitari kerumunan massa dari udara sebanyak tiga kali. Perlahan helikopter terbang rendah hingga tepat di atas kerumunan mahasiswa. Debu pun beterbangan.

Aksi unjukrasa melibatkan sejumlah mahasiswa dan organisasi mahasiswa ekstrenal kampus seperti Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari dan tokoh Pemuda Marhaenis Sulawesi Tenggara.

Massa bergerak dari pertigaan kampus UHO lalu menuju bundaran tank, hingga bundaran kantor gubernur dan titik aksi terpusat di Mapolda Sultra. Sekira pukul 14.30 Wita, aksi unjukrasa berakhir rusuh. Beberapa mahasiswa sempat diamankan namun dilepas kembali.

Direktur Ditreskrimum Polda Sultra, Kombes Pol La Ode Aries Elfatar membenarkan belasan oknum mahasiswa sempat diamankan polisi. Namun, belakangan dipulangkan.

“Iya benar. Tapi kami sudah pulangkan semua,” ujarnya kepada Kendari Pos.

Sementara itu, Polda Sultra belum mengetahui siapa yang mengizinkan pembubaran massa unjuk rasa dengan helikopter. “Kami tidak tahu siapa yang perintahkan personel terbangkan helikopter,” ujar Kompol Agus Mulyadi, Kasubid Penmas Bidang Humas Polda Sultra.

Menurut Kompol Agus, Polda Sultra masih mencari siapa oknum mengizinkan helikopter diterbangkan dan membubarkan aksi massa. “Masih dikonfirmasi pimpinan,” ungkap Kompol Agus Mulyadi.

Mahasiswa menuntut tewasnya Himawan Randi dan Yusuf Kardawi mesti diusut tuntas. Ketua Pemuda Marhaenis Sultra, Abdul Rajab menyoroti sudah setahun kasus tersebut ditangani namun belum tuntas. “Kami meminta Kapolri untuk menuntaskan kasus ini,” ujar Abdul Rajab dalam orasinya.

Sebelumnya, orang tua mendiang Yusuf Kardawi mengapresiasi aksi solidaritas mahasiswa. Namun aksi itu jangan dinodai dengan kegiatan anarkis. Ibu mendiang Yusuf Kardawi, Endang Yulida meminta aksi itu hendaknya digelar secara damai. Tanpa dibarengi aksi anarkis.

“Saya berpesan untuk seluruh mahasiswa, saudara dan sahabat – sahabat Yusuf, yang sampai hari ini bergerak meminta keadilan, meminta penuntasan kasus supaya bergerak dengan cara yang damai. Silakan dikawal tapi tolong jangan anarkis. Saya tidak menginginkan ada kasus serupa. Kita sama-sama menginginkan kasus ini terungkap, tetapi ibu tidak inginkan adanya aksi aksi yang anarkis,” pesan Endang Yulida saat ditemui Kendari Pos, Kamis (24/9) kemarin.

“Ibu meminta kepada sahabat-sahabat Yusuf yang masih berjuang, agar menyampaikan aspirasinya secara santun dan cara-cara yang baik. Doa ibu untuk kalian semua anak-anakku,” pungkasnya.

Apresiasi serupa disampaikan ayah mendiang Yusuf Kardawi, Ramlan. Dia salut akan perjuangan mahasiswa yang hingga saat ini masih mengawal kasus tersebut. Tetapi sebagai orangtua, dirinya berharap, perjuangan ini harus mewakili semua lapisan masyarakat.

“Artinya keadilan haruslah kita tegakan, tapi cara-caranya harus bisa diterima banyak pihak. Jangan ada aksi anarkis. Berjuanglah dengan baik. Perhatikan keselamatan diri dan jaga kepentingan umum,” ungkapnya.

“Semoga sahabat-sahabat almarhum Yusuf bisa memahami, kami selalu mendukung perjuangan kalian. Namun perjuangan ini harus berjalan tertib dan damai. Kepada anak-anakku di lapangan yang terus berjuang, silakan berjuang,” sambung Ramlan. (ade/m2/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy