Polda Sultra Amankan 350 Tabung Elpiji 3 Kg – Kendari Pos
Hukum & Kriminal

Polda Sultra Amankan 350 Tabung Elpiji 3 Kg


KENDARIPOS.CO.ID — Polda Sultra berhasil menggagalkan pengiriman tabung elpiji 3 kilogram (kg) yang dimuat dari Desa Mendikonu, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe. Gas melon ini diduga merupakan hasil pengepul yang dilakukan warga berinisial, AW, AR dan RS di sejumlah pangkalan.

Sebanyak 350 tabung elpiji 3 kg ini hendak dijual di pasaran. Tentunya dengan harga yang cukup tinggi atau di atas harga eceran tertinggi (HET). Selain tiga pelaku, polisi juga menetapkan dua orang lainya sebagai terlapor yakni pemilik pangkalan berinsial IR dan JP.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi memakai baju putih (dua dari kanan), bersama Pertamina, ESDM, Dinas Perindag Sultra menggelar konferensi pers, kemarin.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi mengatakan kelima orang tersebut dapat dijerat dengan Undang-undang (UU) perdagangan nomor 7 tahun 2014 junto UU nomor 2 tahun 2001 tentang Migas.

“Jadi berdasarkan dari laporan masyarakat terdapat lima orang terlapor yakni pemilik pangkalan dua orang dan tiga pembeli elpiji 3 kg. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kelima orangny belum ditahan. Pasalnya, statusnya masih terlapor. Namun 350 tabung elpiji 3 kg telah diamankan,” tutur Direktur Ditreskrimsus Polda Sultra Kombes Pol Heri Tri Maryadi kemarin.

Modusnya, para pembeli gas melon dengan bekerja sama dengan pangkalan untuk mengumpulkan. Hasilnya, mereka jual di berbagai daerah di Sultra seperti Konawe Utara (Konut). Para pengepul ini tak memiliki izin melakukan penjualan. Lebih parahnya lagi, penjualan dilakukan secara acak dan tak sesuai dengan harga yang telah ditentukan.

“Misalkan dari agen membawa ke pangkalan. Dari pangkalan inilah mereka mengambil dengan harga Rp 18 Ribu namun kemudian menjualnya dengan tarif Rp 24 ribu sampai Rp 30 ribu. Ini yang kami anggap melanggar. Tanpa izin melakukan penjualan,” tuturnya.

Kasus ini kata Heri masih terus dikembangkan. Saat, mereka masih dalam status terperiksa. Jika alat bukti sudah lengkap maka akan ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, SBM Rayon VI Sultra Pertamina, Agung Wijaya Wicaksono mengatakan tkasus ini menjadi bahan pertimbangan untuk terus intens melakukan pengawasan terhadap pangkalan yang ada di Sultra. Tercatat di Sultra sendiri kurang lebih 3 ribu-an pangkalan. Namun untuk wilayah pengawasan yang dilakukan hanya Konawe Utara, Konawe dan juga Kabupaten Kolaka.

Dia mengaku bakal terus berkordinasi dengan pihak Polda Sultra untuk terus meningkatkan pengawasan.

“Dari kami sendiri mengapresiasi penindakan yang dilakukan Polda Sultra. Kami akan melakukan pengawasan di pangkalan. Jika ditemukan pangkalan yang menjual tak sesuai HET maka Izinya dicabut. Baru baru ini di Kabupaten Kolaka ada dua Pangkalan yang kami kenakan PHU atau sanksi pencabutan izin,” katanya. (b/ade)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy