Pilkada Muna : Rusman Nomor Urut Satu, Rajiun Nomor Urut Dua – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pilkada Muna : Rusman Nomor Urut Satu, Rajiun Nomor Urut Dua

KENDARIPOS.CO.ID — Pengundian nomor urut pasangan calon baru akan digelar 24 September 2020 sesuai jadwal tahapan Pilkada serentak berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 tahun 2020. Di Pilkada Muna, pengambilan nomor urut paslon berbeda dengan enam daerah Pilkada lainnya. Dua pasangan calon Bupati dan wakil Bupati di Pilkada Muna 2020 akan menerima nomor urut secara otomatis.

Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Muna, Muhammad Ichsan menerangkan kandidat pertama yang akan mengikuti tahapan tersebut ialah paslon LM. Rusman Emba dan Bahrun. Keduanya dijadwalkan hadir di KPU untuk lebih dulu mengikuti prosesi penetapan calon pada 23 September dan melakukan pengundian nomor urut pada 24 September.

Sedangkan pasangan LM. Rajiun Tumada dan La Pili (Rapi) dijadwalkan pada 1 Oktober untuk dua agenda sekaligus yakni penetapan calon dan pengambilan nomor urut. Jadwal paslon Rajiun ditentukan KPU Muna melalui pleno perubahan jadwal tahapan setelah Rajiun dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil uji Swab.

“Meskipun dijadwalkan terpisah, KPU Muna tetap akan memberi perlakuan adil dan setara terhadap kedua pasangan calon,” ujar Ichsan kepada Kendari Pos, Senin (21/9) kemarin.

Ichsan menguraikan, perbedaan jadwal tersebut karena bakal calon Bupati LM. Rajiun Tumada sempat terpapar Covid-19 berdasarkan hasil uji swab yang dikonfirmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sultra. Makanya, tahapan yang harus dilalui, termasuk penetapan dan pengambilan nomor urut mengalami penyesuaian dari yang telah ditentukan semula. Hal itu sudah diatur dalam PKPU 10 tahun 2020 dan dikuatkan dengan surat keputusan nomor 246 tentang perubahan ketiga atas keputusan KPU Muna nomor 544 tentang pedoman teknis tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pilkada Muna 2020.

Ichsan menambahkan, sedangkan pasangan calon LM. Rusman Emba dan Bahrun Labuta tetap akan mengikuti jadwal normal sesuai PKPU 5 tahun 2020. “KPU Muna mengikuti petunjuk dalam aturan yang berlaku,” paparnya.

Lebih khusus soal pengambilan nomor urut, Ichsan menjelaskan, lembaganya telah menerima surat edaran nomor 788 yang dikeluarkan KPU RI. Pada angka tiga huruf a menyebutkan bahwa jika pengundian nomor urut hanya diikuti satu pasang calon maka nomor urut 1 (satu) yang diambil berlaku otomatis.

Sedangkan pasangan calon selanjutnya akan menggunakan nomor urut berikutnya. “Jadi pasangan pertama akan dapat nomor urut satu, sedangkan pasangan calon kedua akan mengambil nomor urut berikutnya. Artinya, jika hanya dua pasang berarti nomor berikutnya yang dimaksud ialah nomor urut dua,” ujar Ichsan.

Pasangan LM. Rusman Emba dan Bahrun Labuta akan menggunakan nomor urut 1, sedangkan pasangan LM. Rajiun Tumada dan La Pili menerima nomor urut 2. Kedua pasangan calon itu akan mengikuti tahapan pengambilan nomor urut dengan jadwal terpisah.

Ichsan menegaskan, pasangan calon yang akan mengikuti tahapan tersebut wajib menaati protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19. Kehadiran jumlah rombongan akan dibatasi. KPU Muna sendiri akan menggelar rapat koordinasi sebelum jadwal penetapan dan pengundian tersebut dilakukan.

“Pasangan calon juga akan menandatangani pakta integritas mematuhi prokes Covid-19. Soal berapa jumlah maksimal rombongan, hal itu masih akan dibahas lebih teknis,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Muna, Kubais menerangkan, lembaganya langsung melakukan pleno tentang perubahan jadwal tahapan Pilkada setelah menerima salinan hasil Swab Rajiun. Sesuai jadwal terbaru tersebut, Rajiun akan memulai tahapan pada 16 September sampai 1 Oktober 2020. “Jadwal itu merupakan tindak lanjut setelah bakal calon dinyatakan sembuh dari Covid-19,” terangnya.

Sejumlah tahapan yang akan dilalui Rajiun-La Pili antara lain pemeriksaan kesehatan pada 16-20 September, penyampaian hasil pemeriksaan kesehatan 20-21 September, verifikasi syarat calon 16-21 September, pemberitahuan hasil verifikasi 22 September, penyerahan dokumen perbaikan syarat calon 23-25 September, pengumuman dokumen perbaikan syarat calon di laman KPU pada 22 sampai 30 September, verifikasi dokumen perbaikan syarat calon 25-30 September, penetapan dan pengundian nomor urut pada 1 Oktober 2020.
Jadwal tersebut hanya berlaku terhadap LM. Rajiun – La Pili.

“Perubahan jadwal itu sudah diatur dalam PKPU 10 tahun 2020. Salah satu poinnya mengatur tahapan Pilkada bagi pasangan calon atau salah satu bakal calon yang terpapar Covid-19,” ujar Kubais.

Tahapan terbaru tersebut lebih cepat dari jadwal sebelumnya yang dikeluarkan sesuai surat keputusan nomor 246 tentang perubahan ketiga atas keputusan KPU Muna nomor 544 tentang pedoman teknis tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pilkada Muna 2020. Rajiun sebelumnya diberi waktu karantina selama 14 hari dan baru bisa melanjutkan tahapan pada 21 September sampai 3 Oktober 2020. Namun Rajiun sembuh lebih cepat sehingga bisa memulai tahapan lebih awal. “Sepanjang statusnya telah sembuh sesuai hasil Swab maka yang bersangkutan bisa melanjutkan tahapan,” paparnya.

Sementara itu, pengamat politik Sultra, Dr.Najib Husain menerangkan, keputusan KPU terhadap bakal paslon Rajiun-La Pili sudah tepat. Disatu sisi merupakan bagian konsekuensi politik yang mesti mereka hadapi. Mengenai penetapan Rajiun mendapatkan nomor urut dua, merupakan perihal yang tidak perlu dipersoalkan. Begitupun dengan bakal paslon Rusman-Bahrun Labuta yang nanti bakal ditetapkan sebagai nomor urut satu bukan sesuatu yang mesti dianggap polemik untuk disemburkan ke muka publik. Karena pada hakekatnya, urgensi pilkada terdapat pada kompetesi meraih suara terbanyak masyarakat.

“Memang tidak dapat dipungkiri, aspek penetapan nomor urut sebagian memandang sesuatu hal yang penting dalam pemilihan. Namun jika ditinjau dari intisari urgensinya, tidak begitu memberi pengaruh terhadap formula kekuatan paslon. Yang tetap menjadi titik sentral pilkada yakni pada basis suara yang dimiliki dan strategi untuk mengembangkan para pendukung,”kata Najib Husain kepada Kendari Pos, Senin (21/9) kemarin.

Penetapan waktu pengundian nomor urut yang berbeda, sambung Najib, maka berpotensi star kampanye antara Rusman dan rivalnya Rajiun akan berbeda pula. Petahana dipastikan akan mengikuti jadwal normal masa kampanye pada 26 September nanti. Sementara Rajiun-La Pili masih akan menunggu penetapan sebagai paslon tanggal 1 Oktober 2020. “Namun poin intinya meraih kemenangan tetap bertitik pada pengaruh masing-masing figur serta ramuan strategi yang mereka gagas di tengah-tengah masyarakat,”tandas akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo itu. (ode/m6/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy