Pilkada 2020 : Drama Head to Head Empat Daerah di Sultra – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pilkada 2020 : Drama Head to Head Empat Daerah di Sultra


KENDARIPOS.CO.ID — Perburuan pintu partai politik (Parpol) para kandidat nyaris mencapai klimaksnya menjelang masa pendaftaran di KPU, 4 hingga 6 September. Beragam skenario dan intrik politik yang terjadi di belakang layar. Para kandidat sudah mengantongi rekomendasi parpol. Gabungan beberapa parpol berafiliasi dalam satu gerbong koalisi, baik di kubu petahana maupun penantang.

Konstruksi koalisi parpol mengerucut pada drama head to head yang bakal tersaji di empat daerah. Di Pilkada Muna, sang petahana, Rusman Emba ditantang Rajiun Tumada, Bupati Muna Barat. Proyeksi duel satu lawan satu di Pilkada Muna menguat setelah PAN sebagai partai terakhir yang mengeluarkan rekomendasi bergabung di gerbong LM. Rajiun Tumada- La Pili. Pasangan berakronim Rapi disokong 11 kursi dengan komposisi Demokrat, Gerindra, Nasdem, PPP dan PAN. Duet Rapi akan menantang koalisi petahana Rusman Emba dengan kekuatan 14 kursi dari PDIP, Golkar, PKB dan PKS.

Di Pilkada Kolaka Timur (Koltim), petahana Tony Herbiansyah akan melawan penantangnya, Samsul Bahri Madjid (SBM). Sang penantang menggandeng Wakil Bupati Koltim, Andi Merya Nur. Head to head terjadi setelah delapan parpol pemilik kursi terbagi habis kepada Tony dan Samsul. Koalisi NasDem, PKS, Golkar dan PBB menjadi milik Tony Herbiansyah. Sedangkan penantang SBM mengoleksi rekomendasi Demokrat, PAN, PDIP, dan Partai Gerindra.

Di Pilkada Konawe Utara (Konut), petahana Ruksamin ditantang mantan tandemnya, Raup. Mereka pecah kongsi dan kini berhadap-hadapan di palagan Pilkada sebagai seteru politik. Enam dari tujuh parpol pemilik kursi di DPRD dikuasai Ruksamin dan Raup. Paslon Ruksamin-Abuhaera mengoleksi rekomendasi PBB, NasDem, PDIP dan Golkar sedangkan rivalnya Raup-Iskandar Mekuo diusung PAN dan PKB. Partai Hanura belum menentukan pilihan.

Drama head to head juga terjadi di Pilkada Wakatobi. Petahana Arhawi ditantang rival abadinya, Haliana. Pertarungan Arhawi melawan Haliana akan kembali tersaji seperti lima tahun lalu. Bedanya, Haliana menggaet mantan pasangan Arhawi, Wakil Bupati Ilmiati Daud. Kandidat bupati Arhawi diusung Partai Golkar, Demokrat dan Partai Gerindra. Total dukungan parpol 12 kursi. Sedangkan penantangnya, Haliana diusung PDIP, NasDem dan PBB. Total dukungan 9 kursi parpol.

Sajian komposisi dukungan parpol terhadap bakal calon bupati dan wakil bupati di empat daerah Pilkada yang bermuara pada titik kulminasi head to head adalah lumrah terjadi.

Pengamat politik Sultra, Dr.Najib Husain mengatakan Rusman versus Rajiun merupakan dua rival kandidat yang boleh dikata sepadan. Keduanya punya kans politik dan basis suara yang kuat. “Tinggal bagaimana mereka menghadirkan gerakan strategi jitu dalam merawat kantong-kantong suara yang ada, dan menumbuhkannya agar suara lebih berkembang dan luas,” ujarnya kepada Kendari Pos, Selasa (1/9) kemarin.

Najib Husain beranggapan skema head to head sendiri cenderung akan menguntungkan petahana. Namun kondisi bisa berbalik jika penantang bisa menggalang dukungan rival petahana selama ini. Kata Najib, ada dua gerbong besar yang bisa mengubah konstalasi saat ini. Yakni rival petahana saat Pilkada 2015 yakni LM. Baharuddin dan pendatang baru di belantika politik lokal Muna, Syarifuddin Udu (SU) yang disokong trah Pedansa. Kedua gerbong itu belum mengeluarkan sikap resmi. “Sekarang kekuatan Rusman dan Rajiun bisa imbang. Tetapi jika dua gerbong ini bisa digandeng maka peluang menang akan terbuka,” jelasnya.

Menurut Najib, dua gerbong tersebut juga akan terbelah. LM. Baharuddin akan condong ke petahana dan Syarifuddin Udu akan merapat ke Rajiun. Mengingat LM. Baharuddin sejak awal tidak mencapai kesepakatan politik dengan SU sehingga masing-masing mencari jalan sendiri. Sedangkan SU memang sejak berniat tampil di Pilkada karena ingin memimpin Muna. Meski begitu, itu bisa berubah seiring komunikasi politik yang dibangun Rusman maupun Rajiun. “Dua gerbong besar itu akan berpengaruh pada kekuatan masing-masing pasangan yang didukung. Makanya setiap figur baik Rusman ataupun Rajiun harus segera melakukan pendekatan,” jelasnya.

Pada Pilkada Kolaka Timur, duel Tony Herbiansyah-Baharudin versus rivalnya Samsul Bahri Madjid (SBM)-Andi Merya Nur menarik disimak. Pasalnya SBM-Andi Merya Nur adalah mantan kolega Tony Herbiansyah di Pilkada lima tahun lalu. Persaingan antar keduanya di Pilkada 2020 diwarnai berbagai trik politik kejutan. Kekuatan petahana masih sangat kuat. Bahkan menilik dari survei terakhir, elektabilitas Tony Herbiansyah sangat tinggi.

“Ini akan menjadi pekerjaan politik berat bagi SBM. Penantang harus lebih kreatif menghadirkan berbagai inovasi strategi untuk meraih dukungan masyarakat. Sehingga bisa menyamai pergerakan kekuatan yang dibangun petahana dalam memperebutkan suara terbanyak,”beber Najib Husain.

Di Pilkada Konawe Utara (Konut) akan menyajikan rivalitas mantan “sekutu” di Pilkada 2015, Ruksamin dan Raup. Mereka pecah kongsi dan memilih jalan masing-masing. Mereka akan bertarung di palagan Pilkada 2020. Kekuatan Ruksamin dinilai masih tinggi. Ditambah dengan dukungan Sudiro yang telah menyatakan sikap mendukung Ruksamin. Hal ini menjadi pekerjaan politik berat bagi Raup untuk merenggut kemenangan.

“Petahana tetap harus waspada terhadap geliat gerakan yang dilakukan penantangnya, Raup. Hingga saat ini Raup masih konsisten bekerja secara senyap dalam konsolidasi di tengah masyarakat sehingga langkah politiknya sulit terbaca,”tutur Najib Husain.

Di Pilkada Wakatobi menyajikan rival lama bersemi kembali. Yakni Arhawi-Hardi La Omo melawan Haliana-Ilmiati Daud. Pengamat Najib Husain menganalisis eskalasi Pilkada Wakatobi akan sengit. Ketangguhan petahana akan diuji. Mengingat Arhawi berhadapan dengan mantan kolega Ilmiati Daud yang membersamainya di Pilkada tahun 2015. Disamping itu ambisi Haliana untuk menumbangkan petahana sangat besar.

“Pilkada kali ini adalah pertarungan jilid dua antara Arhawi dan Haliana. Masing-masing kandidat itu, memiliki potensi besar memenangkan Pilkada. Hanya saja jika Ilmiati Daud memainkan isu keterzaliman, akan menjadi nilai tersendiri dimata publik untuk menyerang petahana,”jelas Najib Husain.

Sementara itu, Bupati Muna, LM. Rusman Emba menanggapi santai pertarungan head to head. Dia percaya diri bisa memenangi Pilkada 2020, berapa pasangan pun yang akan menjadi lawannya berkompetisi. Ia optimis sebab didukung empat partai besar dengan militansi yang telah teruji. Bangunan koalisi paprol yang diisi PDIP, Golkar, PKB dan PKS memiliki pemilih loyal. “Kita tinggal perkuat di konsolidasinya supaya semua simpul kekuatan bisa disatukan,” paparnya.

Menurut Rusman, selain parpol, kekuatan utamanya ada pada dukungan mayoritas masyarakat. Ia menilai pemilih di Muna sudah cerdas dan rasional. Track record figur lebih dominan berpengaruh dalam merebut simpati. Ia menggambarkan, masyarakat Muna lebih nyaman dipimpin bupati yang santun dan mudah ditemui. Masyarakat juga sudah bisa melihat figur mana yang ikhlas membangun dan tulus mengabdi. “Kita bersama masyarakat Muna. Jadi tidak ada masalah mau dua pasang,” jelasnya.

Nada optimisme juga terdengar dari kubu Rajiun-La Pili (Rapi). Bakal calon wakil Bupati Muna, La Pili berkeyakinan dua maupun tiga pasang calon tidak ada bedanya. Sebab kubunya sudah sangat yakin bisa memenangkan hati pemilih. Dirinya bersama Rajiun mengaku sudah menyiapkan strategi jika situasi benar-benar head to head. “Itu soal teknis jadi kami tidak bisa beberkan secara terbuka,” terangnya.

Menurut La Pili sebagai penantang tentu kubunya sudah punya hitungan politik bagaimana menumbangkan petahana. Salah satunya ialah menjaga soliditas tim pemenangan dan relawan. “Kami optimis bisa menang, paling tidak melebih ambang batas gugatan di Mahkamah Konstitusi. Sehingga pengalaman 2015 lalu tidak terulang lagi,” kata pria yang menjadi pasangan LM. Baharuddin saat Pilbup 2015 lalu.

Bakal calon Bupati Koltim, Tony Herbiansyah percaya diri menatap kontestasi Pilkada meski skema head to head. Persembahan karya pembangunan dan berbagai torehan prestasi bidang pemerintahan menjadi dasar keoptimisan Bupati Kolaka Timur (Koltim), Tony Herbiansyah duduk di kursi bupati periode kedua. “Saya dan H.Baharuddin sangat optimis dapat menang besar Pilkada, 9 Desember 2020 mendatang. Apalagi partai pengusung kami punya basis massa yang jelas. Dengan dukungan Partai NasDem, PKS, Golkar dan PBB saya sangat optimis memang telak,” kata Bupati Koltim pertama itu.

Dari kubu penantang, Samsul Bahri Madjid percaya diri menatap Pilkada. Meski sudah meraih dukungan parpol pemilik kursi di DPRD, pria yang karib disapa SBM itu masih gerilya mencari dukungan parpol non seat di DPRD. Misalnya PPP, Hanura, Partai Berkarya, Perindo dan PKB. “Dengan adanya kekuatan mesin parpol non seat tentu akan menjdai suplemen untuk memenangkan pertarungan,” ujarnya, kemarin.

Apalagi SBM kini berpasangan dengan Andi Merya Nur, yang nota bene pendamping Tony Herbiansyah di periode 2015-2020 yang punya basis massa jelas. “Saya optimistis menang di Pilkada 2020. Haqul yakin, usaha dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ungkap SBM.

Petahana di Wakatobi, Arhawi optimistis bisa meraih kemenangan pada Pilkada, Desember mendatang. “Untuk target, tentu kita lagi berusaha. Target bisa sampai 75 persen. Ini juga bisa diraih tergantung dari kerja-kerja politik kita. Target ini merupakan sebuah ide dan gagasan tapi apapun yang menjadi target kita. Tentu kita harus optimistis. Ada dua hal yakni kerja politik dan dukungan logistik yang memadai untuk mencapai target,” beber Arhawi.

Arhawi yang sebelumnya telah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Golkar Wakatobi dengan tegas mengaku siap merebut kembali kursi Bupati Wakatobi periode 2021-2026. “Kita rebut kembali kursi Bupati Wakatobi,” ungkapnya belum lama ini.

Sementara sang rival petahana, Haliana menyambut baik skema head to head di Pilkada Wakatobi. Meski tiket parpol sudah cukup melenggang ke arena pilkada, namun Haliana masih membangun komunikasi politik dengan partai lain agar bergabung dalam koalisi. “Kami juga akan konsolidasi dengan partai politik lainnya meski kami sudah diusung PDIP, NasDem dan PBB. Kita ingin gandeng banyak partai untuk memastikan head to head,” ujarnya.

Petahana di Pilkadan Konut, Ruksamin mengaku tak masalah meski akan berhadapan dengan mantan koleganya Raup. Petahana optimistis memenangkan pilkada 9 Desember 2020 karena berangkat dari hasil survei tentang kepuasan publik terhadap kinerja selama memimpin. “Survei tentang mengukur kepuasan publik terhadap pembangunan di Konut menyentuh angka di atas 80 persen. Artinya, mayoritas masyarakat konut sangat merasakan efek dari kepemimpinan saya yang nantinya berpotensi besar berimbas untuk kembali memilih saya pada Pilkada nanti,”ujar Ketua DPW PBB Sultra itu. (m6/ode/kus/min/ags/thy/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy