PGRI Minta Rekrutmen Sejuta Guru Bukan Alat Politik – Kendari Pos
Nasional

PGRI Minta Rekrutmen Sejuta Guru Bukan Alat Politik


KENDARIPOS.CO.ID — Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Dudung Nurullah Koswara mengingatkan pemerintah untuk tidak menjadikan rencana rekrutmen sejuta guru aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) sebagai alat politik. Pasalnya, rekrutmen yang rencananya digelar mulai 2021 menjadi harapan besar bagi guru-guru honorer K2 maupun nonkategori untuk ikut berkompetisi merebut kursi PNS maupun PPPK.

Massa honorer K2 saat berunjuk rasa menuntut diangkat menjadi PNS. DOK.JPNN.COM

“Saya sih berharap ucapan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo bahwa mulai tahun depan akan ada pengadaan 1 juta guru sebagai pejabat negara bukanlah suatu ucapan politik. Melainkan fakta kebutuhan pemerintah dan kesiapan pemerintah untuk mengangkat para guru honorer baik PNS maupun PPPK,” tutur Dudung kepada JPNN.com, Senin (21/9).

Dia lantas membandingkan kebijakan penanganan guru honorer di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di masa SBY, ada 1,1 juta honorer yang diangkat PNS. Berbanding terbalik dengan Presiden Joko Widodo yang di tahun ke-6 baru mengangkat 8000-an honorer K2 menjadi PNS pada 2018. Pada 2019 diluluskan 51 ribu PPPK, tetapi sampai sekarang belum juga diangkat secara resmi.

“Ini jauh sekali perbedaannya. Saya sangat prihatin melihat nasib para guru honorer tetapi belum diangkat juga. Padahal mereka harusnya diapresiasi dan diafirmasi atas pengabdiannya,” terang Dudung.

Dia berharap, rekrutmen, PPPK maupun PNS di 2021 bisa mengakomodir guru honorer K2 maupun nonkategori. Kalau perlu rekrutmennya secara besar-besaran karena jumlah guru yang pensiun makin banyak.

Dudung berharap ada pengecualian bagi guru-guru honorer menjadi PNS, jangan dibatasi usia. Sebab, banyak guru honorer yang usianya di atas 35 tahun. Kecuali bagi calon guru yang belum pernah mengabdi dan tidak punya prestasi dalam melayani anak didik pembatasan usia wajib diberlakukan. “Hakekatnya pemerintah berutang pada ratusan ribu guru honorer. Mengapa berutang? Ya karena para guru honorer telah berjasa ‘menambal’ ketiadaan guru PNS. Utang itu mesti dibayar!,” tegasnya.

Dudung sangat setuju bila pada 2021, guru-guru honorer menjadi prioritas pengangkatan CPNS dengan pemberian afirmasi. Para guru honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun harus diberi nilai tambah dalam seleksi CPNS. Terutama para guru honorer yang berprestasi membimbing anak didiknya menjadi anak didik terbaik. “Sudah lama para guru honorer terkena covid finansial saatnya mereka di PNS-kan!,” pungkasnya.

Penyelesaian honorer K2 yang lulus PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) tahap I Februari 2019 diperkirakan tidak lama lagi tuntas. Selanjutnya akan diadakan rekrutmen PPPK tahap II pada 2021 mendatang. Namun, honorer K2 yang usianya sudah di atas 35 tahun minta afirmasi dari pemerintah.

Mereka khawatir bila dites bersama-sama honoror non-kantegori, bakal kalah dan tidak lolos seleksi. “Kalau ada rekrutmen PPPK tahap II, honorer K2 yang belum lolos tolong diberikan afirmasi supaya dalam tes nanti ada pengecualian. Karena mereka akan bersaing dengan teman-teman Non-K. Dan pasti honorer K2 yang sudah tua-tua akan kalah bersaing di nilai,” tutur Koordinator Daerah Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Jember Susiyanto kepada JPNN.com.

Menurut Susiyanto, passing grade honorer K2 dengan non-K harus dibedakan. Hal itu sebagai bentuk penghargaan bagi honorer K2 yang usianya lebih tua dibandingkan non K2. “Semoga di tes berikutnya teman-teman honorer K2 yang belum lolos bisa lulus semua sehingga upaya pemerintah menyelesaikan permasalahan honorer K2 segera selesai. Selamat berjuang teman-teman semua, semoga sukses,” tandasnya.

Terkait Perpres tentang Gaji dan Tunjangan PPPK, Susiyanto berharap targetnya tidak meleset lagi mengingat 1 November 2020, CPNS 2019 akan diangkat. (esy/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy