Penumpang Kendaraan Dibatasi Maksimal 50 Persen dari Kapasitas – Kendari Pos
Metro Kendari

Penumpang Kendaraan Dibatasi Maksimal 50 Persen dari Kapasitas

BATASI PENUMPANG : Suasana pemeriksaan sejumlah kendaraan yang melintas di wilayah perbatasan Kota Kendari beberapa hari lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Jumlah penumpang kendaraan di Kota Kendaru bakal dibatasi. Pembatasan ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Kendari nomor 47 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

“Jadi sesuai perwali, jumlah penumpang kendaraan umum maupun kendaraan pribadi itu maksimal hanya 50 persen dari kapasitasnya. Misalnya jumlah penumpang kendaraan pribadi yang daya tampungnya 8 orang, itu berarti hanya bisa memuat 4 orang saja setelah ada perwali ini,” ungkap Kepala Dishub Kota Kendari, Muhammad Ali Aksa, kemarin.

Ia menjelaskan, pembatasan yang dimaksud dalam rangka mencegah potensi penularan Virus Corona (Covid-19) yang saat ini masih jadi pandemi di Kendari dan sebagian besar seluruh wilayah Indonesia. Perwali masih dalam tahap sosialisasi. Tujuannya tentu agar dalam pemberlakukannya kedepan masyarakat tak kaget dan mau mengikuti aturan yang sudah digagas pemkot. “Pekan ini sudah berlaku. Nanti akan diinformasikan selanjutnya,” ujarnya.

Dalam pemberlakuannya nanti lanjut Ali Aksa, setiap pengemudi mobil penumpang maupun pribadi yang melanggar pembatasan jumlah orang maksimal 50 persen dari kapasitas kendaraan akan dikenakan sanksi berupa mengurangi jumlah penumpang menjadi maksimal 50 persen atau di bawahnya.

Bagi yang melanggar, maka akan disanksi bisa berupa membersihkan sarana fasilitas umum hingga denda administratif sebesar Rp 200 ribu. Bukan hanya itu, setiap pengemudi mobil penumpang dan pribadi yang melanggar protokol kesehatan seperti tak menggunakan masker dalam kendaraan, juga akan dikenakan sanksi serupa.

“Pengemudi motor juga demikian, baik pengendara maupun penumpangnya yang tak menggunakan masker akan dikenakan sanksi yang sama. Hanya saja untuk denda administrasinya berbeda. Yakni hanya Rp 100 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir mengaku pihaknya akan tetap melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepada para pengendara baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. “Keputusan itu kami ambil karena bertambahnya jumlah kasus suspek, kontak erat maupun yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kendari,” kata Sulkarnain.

Ia mencontohkan pengawasan yang dilakukan di perbatasan kota, pihaknya melalui tim Gugus Tugas Covid-19 menyediakan posko terpadu untuk melakukan pengawasan. Satu persatu para penumpang didata dan dicek kesehatannya. (b/ags)

Pembatasan Penumpang Kendaraan
-Baik Umum Maupun Pribadi
-Maksimal 50 Persen dari Kapasitas
-Denda Berupa Denda Rp 200 Ribu
-Sanksi Lain Kerja Sosial
-Denda Tidak Menggunakan Masker Rp 100 Ribu
-Pengawasan Dilakukan Dishub Bersama Satpol dan TNI/Polri

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy