Pembentukan Kecamatan Nambo Tunggu Hasil Kajian Pemprov – Kendari Pos
Metro Kendari

Pembentukan Kecamatan Nambo Tunggu Hasil Kajian Pemprov

KENDARIPOS.CO.ID — Meski sempat ditolak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Pemkot Kendari belum mau menyerah memperjuangkan pembentukan Nambo. Berbagai poin yang rekomendasi Kemendagri terus dilengkapi. Setelah proses pembahasan bersama DPRD Kendari, kini draft usulan pembentukan Kecamatan Nambo telah diserahkan ke Pemprov Sultra untuk dikaji kembali.

Siska Karina Imran

Wakil Wali Kota (Wawali) Kendari, Siska Karina Imran mengatakan verifikasi berkas yang dilakukan Pemprov Sultra untuk menghindari terjadinya kesalahan administrasi yang pernah dilakukan tahun 2017 lalu. Yang mana, usulan pembentukan Kecamatan Nambo tidak disetujui Kemendagri.

“Hasil konsultasi dengan Kemendagri, akselerasi perbaikan administrasi harus melengkapi lampiran berupa, raperda batas wilayah administrasi Kecamatan Nambo dengan titik koordinat perbatasan yang berbatasan langsung dengan Konawe Selatan (Konsel). Selain itu, penerbitan nomor registrasi ulang persetujuan Pemprov Sultra atas pembentukan Kecamatan Nambo yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan dari DPRD Kota Kendari,” beber Siska, Rabu (16/9)

Menyangkut tapak batas, Pemkota Kendari bersama Pemkab Konsel telah melakukan peninjauan lokasi ditandai dengan perekaman patok koordinat melalui GPS. Hal ini dikuatkan dengan penandatanganan berita acara kesepakatan tapak batas koordinat dan wilayah administrasi Kecamatan Nambo dengan Kecamatan Moramo Utara.

“Penjelasan tentang tapak batas daerah, dilakukan dengan metode kartometrik atau penelusuran/penarikan garis batas pengukuran atau perhitungan posisi titik jamak serta luas cakupan wilayah dengan menggunakan peta dasar dan peta lain sebagai pendukung,” ujarnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, H Subhan ST menjelaskan sebagai Implementasi Permendagri Nomor 141 tahun 2017, tentang penugasan batas daerah harus memenuhi persyaratan dasar teknis dan dministratif.

“Daerah harus memiliki kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, dan jumlah penduduk, serta luas daerah . Disamping itu, faktor lain dalam terbentuknya suatu daerah adalah faktor keamanan dan ketertiban, sarana dan prasarana yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah,” tutup Subhan. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy