MTQ XXVIII Tingkat Provinsi Sultra Dimulai

KENDARIPOS.CO.ID — Kompetisi religi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXVIII bergema di Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaksanaan ini diikuti oleh 714 peserta. Kali ini MTQ digelar secara virtual. Peserta tersebar di 17 kabupaten dan kota. Mereka berkompetisi dalam delapan cabang lomba untuk meraih predikat terbaik.

MTQ ke XXVIII tingkat Provinsi Sultra ini dimulai 21 September hingga 25 September 2020. Gubernur Sultra Ali Mazi membuka pelaksanaan MTQ di aula rumah jabatan Gubernur Sultra, Senin (21/9) kemarin.

Gubernur Provinsi Sultra Ali Mazi (kanan) mengukuhkan dewan hakim MTQ XXVIII tingkat Provinsi Sultra di Rujab Gubernur Sultra, Senin (21/9) kemarin

Gubernur Sultra, Ali Mazi mengapresiasi seluruh instansi terkait, pemerintah kabupaten dan kota yang berpartisipasi dalam pelaksanaan MTQ XXVIII Sultra. Menruut Ali Mazi, MTQ ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan semata. Namun untuk menciptakan generasi Sultra yang cinta akan Alquran.

“Apresiasi kepada instansi terkait serta seluruh kabupaten dan kota dalam rangka mewujudkan generasi Islam Sultra yang cinta Alquran sekaligus berakhlakul karimah dalam momentum MTQ ini. MTQ sebagai media baca tulis Alquran sejatinya sebagai pengamalan hadis Rasulullah SAW yakni sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya”. Apalagi dengan melihat tema pelaksanaan MTQ kali ini, tentu akan mampu menciptakan kecintaan generasi muda Sultra terhadap Alquran,” jelas Ali Mazi.

Dia melanjutkan, meskipun MTQ virtual baru pertama kali dilaksanakan tapi semangat para khafilah tak pernah putus dari setiap kabupaten dan kota. Politisi NasDem itu mengatakan, pelaksanaan kegiatan MTQ kali ini, tentu tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Saya sungguh memahami semangat dan antusias para khafilah kabupaten dan kota untuk dapat melaksanakan MTQ secara normal. Namun di masa pandemi covid-19, pelaksanaan MTQ secara virtual merupakan jalan terbaik untuk dapat menghasilkan peserta yang akan mewakili khafilah pelaksanaan MTQ secara nasional di Padang nanti. Pelaksanaan MTQ secara virtual dianggap pelaksanaan paling aman di tengah pandemi,”terang Ali Mazi.

Gubernur meminta agar MTQ ini jangan dimaknai sebagai ajang pencapaian juara semata tetapi lebih dari itu, MTQ harus mampu melahirkan generasi emas terbaik yang berakhlak dan berperilaku sesuai ajaran Alquran sebagai petunjuk dan pedoman.
“Tak lupa saya berpesan, apa yang telah diraih janganlah membuat kita terlena dan cepat puas namun justru memotivasi untuk capaian prestasi yang lebih baik tanpa mengesampingkan esensi pelaksanaan MTQ sebagai sarana menumbuhkan rasa cinta Alquran dalam masyarakat demi terwujudnya Sultra aman, maju dan sejahtera,”pungkas Ali Mazi.

Pemkot Kendari berpartisipasi dalam MTQ tingkat provinsi yang dilaksanakan secara virtual. Tak sekedar meramaikan, Pemkot menargetkan bisa menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut. “Kami akan berikan yang terbaik, tentu kita ingin juara umum,” ujar Kabag Kesra Pemkot Kendari, Abdul Rauf kepada Kendari Pos, Senin (21/9) kemarin.

Mantan Sekcam Baruga itu optimis, kafilah Kota Kendari mampu meraih hasil yang maksimal pada ajang tersebut, karena Kota Kendari memiliki kafilah yang potensial. Hal itu, jelas dia, karena Kota Kendari memiliki banyak pondok pesantren dan hafidz.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir berharap pelaksanaan MTQ tingkat provinsi tahun ini bisa berjalan lancar dan aman dari Covid-19. Olehnya itu dia mengimbau seluruh pihak yang terlibat agar betul-betul mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan. “MTQ ini menjadi momentum untuk mensyiarkan Alquran kepada seluruh masyarakat. Akan tetapi tetap kita harus mematuhi protokol kesehatan. Kita semua ingin selamat didunia maupun diakhirat. Mari kita saling menjaga,” ujar
(rah/yog/ags/b)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.