Minta Pilkada Ditunda, Muhammadiyah : Keselamatan Masyarakat Lebih Utama – Kendari Pos
Nasional

Minta Pilkada Ditunda, Muhammadiyah : Keselamatan Masyarakat Lebih Utama


KENDARIPOS.CO.ID — Beberapa ormas telah meminta pilkada ditunda. Kemarin desakan senada disampaikan PP Muhammadiyah. Mereka juga mendesak agar kontestasi politik lima tahunan itu ditunda. Jika dipaksakan, dikhawatirkan akan muncul klaster baru penularan Covid-19.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan, pihaknya meminta KPU, pemerintah, dan DPR meninjau kembali jadwal pelaksanaan pilkada maupun aturan kampanye yang melibatkan kerumunan massa.

Menurut dia, demi keselamatan bangsa, juga untuk menjamin pelaksanaan yang berkualitas, KPU hendaknya mempertimbangkan dengan saksama untuk menunda pilkada. ”Sampai keadaan memungkinkan,” ujarnya melalui keterangan pers kemarin.

Haedar mengatakan, keselamatan masyarakat jauh lebih utama daripada pelaksanaan pilkada. Dia berharap KPU, pemerintah, dan DPR segera mengambil keputusan untuk menunda pesta demokrasi di tingkat daerah itu. Tokoh kelahiran Bandung tersebut juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih disiplin mematuhi protokol Covid-19 yang ditetapkan pemerintah. Serta membangun budaya hidup sehat dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, tempat ibadah, dan instansi kerja.

Seluruh masyarakat juga hendaknya menjaga persatuan dan kerukunan dengan tidak memproduksi serta menyebarkan informasi hoaks dan provokatif melalui media apa pun, khususnya media sosial. Menurut Haedar, diperlukan sikap saling peduli dan berbagi dari masyarakat. Terutama terhadap saudara-saudara yang terkonfirmasi positif dan keluarga korban Covid-19. ”Sebagai wujud ta’awun dan gotong royong yang menjadi karakter bangsa Indonesia,” tuturnya.

DPD RI juga masih terus menyuarakan penundaan pilkada. Anggota DPD Misharti menyatakan, pemerintah harus mempertimbangkan dan mengkaji ulang pelaksanaan pilkada serentak yang digelar pada 9 Desember mendatang. ”Saya berharap pilkada serentak ditunda atau diundur ke 2021,” katanya.

Dalam kondisi seperti ini, tegas Misharti, pemerintah harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan rakyat yang rentan terpapar virus. Apalagi, sekarang kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan masih sangat rendah.

Menurut Misharti, secara riil, penularan Covid-19 belum terkendali. Jika tahapan pilkada tetap dilanjutkan, pemerintah harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi dan menerapkan standar yang sangat ketat. Sebab, standar teknis pencoblosan tentu harus diubah dan tidak bisa disamakan dengan situasi normal. Tentu hal itu menambah berat dari segi anggaran maupun sumber daya.

Peneliti Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit), Hadar Nafis Gumay mengeluhkan DPR, pemerintah, dan penyelenggara pemilu tetap memaksakan Pilkada serentak digelar pada 9 Desember 2020 mendatang. Menurut Hadar, Pilkada di tengah pandemi virus Korona sangat membahayakan keselamatan masyarakat.? Karena tidak menutup kemungkinan hajatan serentak tersebut akan berpotensi menimbulkan kerumunan massa. “Kita tak ingin Pilkada justru menjadi bencana buat kita semua,” ujar Hadar dalam diskusi secara daring di Jakarta, Selasa (22/9).

Pemerintah, DPR, dan penyelenggara pemilu juga perlu melihat angka penularan Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan. Karena per Senin (21/9) total nasional yang tertular virus Korona sudah mencapai 248.852?.

Menurut Hadar tidak akan ada yang bisa menjamin dalam Pilkada serentak 2020 tidak ada penularan virus Korona. Karena berkaca dari pendaftaran bakal calon kepala daerah saja sudah muncul kerumunan masyarakat. “Jadi problem pandemi kita masih tetap tinggi, penyelenggara terpapar banyak dan para peserta banyak. Kemudian dalam pendaftaran tidak terkontrol kerumunan,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Hadar berharap pemerintah, DPR, dan penyelenggara pemilu bisa mengubah keputusannya melakukan penundaan Pilkada serentak 2020. “Mudah-mudahan mereka bisa mengubah ini dan kemudian ditata betul nanti baru dilanjutkan lagi tahun depan (tahun 2021),” ungkap mantan Komisioner KPU tersebut. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy