Menyoal Peningkatan Kasus Kekerasan Seksual, Oleh : Siti Komariah, S.Pd. I – Kendari Pos
Opini

Menyoal Peningkatan Kasus Kekerasan Seksual, Oleh : Siti Komariah, S.Pd. I

KENDARIPOS.CO.ID — Kasus kekerasan anak di Sultra mengalami peningkatan signifikan. Di Konsel misalnya, catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Konsel, tahun 2019, kasus kekerasan perempuan dan anak berjumlah delapan kasus. Sementara tahun 2020 dengan periode yang sama saat ini jumlah kasus mencapai 15 kasus. Lebih rinci, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ada enam kasus, pemerkosaan atau pelecehan seksual terhadap anak sembilan kasus.

Siti Komariah, S.Pd. I, Pemerhati Masalah Generasi

Tak Tersentuh Akar Masalah

Kasus kekerasan seksual terhadap anak memang telah menjadi momok menakutkan bagi generasi negeri ini. Banyak hal yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menangani kasus ini, mulai dari penyuluhan atau sosialisasi hingga edukasi kepada masyarakat. Namun, nyatanya kasus tersebut tak kunjung teratasi, bahkan cenderung naik.

Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam menangani kasus kekerasan pada anak sudah cukup baik. Namun sayangnya belum menyentuh akar permasalahan. Dimana akar masalah dari problem ini adalah sistem yang rusak. Sistem kapitalis sekuler yang menjauhkan peran agama dari kehidupan membuat seluruh tatanan kehidupan amburadul. Mulai dari tatanan keluarga, masyarakat, serta negara. Pun juga tatanan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan lainnya yang seyogianya turut menjadi pendukung terjadinya kekerasan seksual tersebut.

Sebut saja dalam tatanan keluarga. Negara secara tidak langsung memberikan penyelesaian masalah ini kepada pihak keluarga, karena keluarga dianggap merupakan benteng pertama pembentukan moral seorang anak. Namun disisi lain terdapat ironi, ketika keluarga berusaha menjadi benteng pembina dan pembentukan moral seorang anak, di waktu yang sama negara seakan memfasilitasi bisnis dan media yang menawarkan racun kepornoan yang membuat situs porno bertebaran dimana-mana.

Kemudian ditambah lagi dengan ringannya jeratan hukum bagi para pelaku kekerasan seksual tersebut. Sebagaimana kita ketahui hukum bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak menurut pasal 81 dan 82 UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak bahwa hukuman bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda minimal sebesar Rp60 juta dan maksimal sebesar Rp 300 juta. Sedangkan hukuman lainnya menurut KUHP pasal 287 dan 292 menyebutkan bahwa masa hukuman terhadap pelaku pencabulan terhadap anak maksimal 9 tahun (pasal 287) dan maksimal 5 tahun (pasal 292).

Jika ditelisik, hukuman tersebut harusnya mampu membuat jera para predator anak, namun pada faktanya hukuman tersebut tidak mampu memberantas para predator anak. Karena pada faktanya, hukuman bagi pelaku terkadang hanya berlaku beberapa tahun saja, dan tidak ditetapkan secara maksimal. Belum lagi, hukum yang bisa dimainkan bagi para pemilik modal. Alhasil, sistem hukum di negeri kapitalis ini tak mampu untuk memberantas berbagai kriminalitas yang terjadi, termaksud kasus kekerasan terhadap anak.

Butuh Solusi Pasti
Oleh karena itu, seyogianya negeri ini membutuhkan solusi sistemik terhadap problem kekerasan seksual terhadap anak. Solusi tersebut hanya ada pada Islam. Islam dengan sederet aturannya telah mencetak sejarah gemilang. Dia menjadi solusi dari berbagai masalah manusia, termaksud masalah kekerasan seksual terhadap anak.

Ketentuan Islam terkait masalah tersebut yaitu, Islam menangani kekerasan seksual terhadap anak dengan penerapan aturan yang integral dan komprehensif, sehingga terintegrasi antara hukum, sosial masyarakat, hingga keluarga. Kemudian, Pilar pelaksana aturan Islam adalah negara, masyarakat, dan individu/ keluarga.

Sehingga, ada sinergitas indivudu/keluarga, masyarakat dan terpenting negara. Negara sejatinya menjadi pelindung, dan pengayom bagi rakyatnya. Karena dengan adanya negara mekanisme perlindungan anak bisa dilakukan secara sistemik, melalui penerapan berbagai aturan, mulai dari sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan, sosial, media dan sistem sanksi.

Sistem Pendidikan Berbasis Islam

Dengan penerapan sistem pendidikan yang bersandar kepada akidah Islam. Maka pendidikan memiliki visi dan misi yang jelas, yakni mencetak generasi-generasi yang berakhlakul karimah. Pendidikan juga menyiapkan para generasi tumbuh menjadi para generasi yang memiliki visi dan misi menghamba kepada Allah, menyandarkan segala tingkah lakunya hanya kepada Allah. Sehingga dengan kokohnya pemikiran generasi akibat dari sistem pendidikan Islami, maka mereka akan mampu terhindar dari berbagai gencatan pemikiran barat yang berusaha merusak moral mereka dan berusaha menjerumuskan kepada lubang kemaksiatan.

Penerapan Sistem Sosial yang Kokoh
Dengan penerapan sistem Sosial yang kokoh maka manusia-manusia akan terjaga dari kemaksiatan. Negara memberikan aturan yang jelas terhadap batasan pergaulan kepada laki-laki dan perempuan. Interaksi apa saja yang boleh dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Negara juga mendorong dan mewajibkan para perempuan menutup aurat, menjaga tingkah laku, larangan berkhalwat dan sebagainya yang memicu bergejolaknya syahwat kaum adam. Kemudian, negara pun mendorong terciptanya masyarakat yang Islami.

Dimana masyarakat yang senantiasa melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Mereka tidak akan membiarkan sebuah kemaksiatan massif terjadi di sekitar mereka. Dengan penerapan sistem sosial yang kokoh dan berbasis Islami, maka kekerasan seksual terhadapa anak, seperti pencabulan, pemerkosaan dan lainnya tidak akan terjadi. Negara harus menjatuhkan sanksi tegas, keras dan menjerakan bagi para pelaku kejahatan, termasuk para pelaku kekerasan dan penganiayaan anak. Hukuman yang tegas akan membuat jera orang yang terlanjur terjerumus pada kejahatan dan akan mencegah orang lain melakukan kemaksiatan tersebut. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy