Menakar Kadar Kehendak Bebas Manusia, Oleh : Muhammad Radhi Mafazi, S.Psi – Kendari Pos
Opini

Menakar Kadar Kehendak Bebas Manusia, Oleh : Muhammad Radhi Mafazi, S.Psi

KENDARIPOS.CO.ID — Kehendak bebas dalam diri manusia yang selalu menginginkan kebahagiaan tanpa batas membuatnya lupa sisi kemanusiaanya, sehingga ia perlu dibantu untuk memperolehnya kembali melalui proses pembinaan. Pemasyarakatan sebagai bagian dari rangkain proses peradilan mempunyai peranan penting dalam mengembalikan manusia yang tersesat dari jalannya. Bagi mereka yang mendapatkan pembinaan, dapat menghirup udara bebas merupakan bentuk kemerdekaan.

Muhammad Radhi Mafazi, M.Psi, Pembimbing Kemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan Kelas II Baubau

Sebagai wujud memerdekakan mereka pada peringatan Hut RI ke 75, sebagian dari individu yang melupakan sisi kemanusiaanya sudah dapat menghirup udara bebas, menurut data dari ditjenpas.go.id sebanyak 1.438 WBP diberikan hak remisinya dan langsung mendapatkan kebebasan sehingga dapat berbaur kembali di masyarakat untuk kembali menjadi manusia seutuhnya. Tetapi jangan salah mereka yang menghirup udara bebas tidak dengan segera menyeimbangkan kehidupannya maka akan kembali dibina. Uniknya individu yang baru bebas sering merasakan dua hal yang bertolak belakang, yaitu harapan dan ketakutan. Kebanyakan dari mereka terlihat biasa saja seolah keseimbangan dalam dirinya turun begitu saja dari langit tanpa usaha menggapainya.

Keseimbangan hidup yang dimaksud disini adalah keadaan jiwa manusia untuk mengotrol perasaan harapan dan ketakutan yang menimpa dirinya karena faktor lingkungan yang ia persepsikan.Pasti setiap manusia bernyawa dapat merasakan harapan dan ketakutan. Sumber ketakutan manusia umumnya adalah rasa sakit yang ia alami entah itu sakit yang dirasakan secara fisik maupun psikis. Sedangkan Harapan bersumber dari keyakinan kuat individu terhadap keinginan yang ia tuju, bahwa hal tersebut akan terjadi. Ketakutan merupakan perasaan yang wajar sekaligus anugerah yang perlu disyukur.

Tetapi beruntunglah mereka yang mempunyai ketakutan dengan dosis yang tepat, karena dengan adanya ketakutan pada diri manusia maka dia akan menjadi taat pada sesuatu yang mengaturnya. Pada dasarnya manusia akan memangsa yang lebih lemah apabila tidak mengenal hukum, sering dikenal dengan sebutan homo homuni lupus menurut Plautus. kehendak bebas manusia tidak bisa dibiarkan begitu saja, derajat manusia dinilai lebih tinggi daripada malaikat karena ketataatanya terhadap hukum, sehingga membentuk rasa takut akan perbuatan yang salah dan berjalan diatas ketaatan. Pada dasarnya ini merupakan sebuah nilai positif dari ketakutan. Bayangkan saja apabila manusia sudah tidak dapat merasakan ketakutan. Pasti segala sesuatunya akan dilanggar untuk mencapai harapan semu yang didasarkan oleh nafsu semata.

Setiap manusia pasti pernah merasakan kecewa, hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan atau lebih parahnya berharap dahulu setelah suatu tujuan itu terbentuk tanpa ada usaha biasa kita sebut angan-angan. Harapan pada umumnya dinilai sebagai sesuatu lebih positif karena dipercaya dapat menggerakan manusia pada suatu tujuan. Inilah yang terjadi pada hampir sebagian dari mereka yang dapat menghirup udara bebas kembali setelah menjalani proses pembinaan di dalam.

Kadar yang Tepat

Harapan dan ketakutan merupakan bagian dari dinamika kehidupan manusia, tidak berwujud tapi bisa dirasakan oleh manusia normal. Tetapi dua hal ini perlu diolah untuk mencapai kebijaksanaan dalam hidup. Menurut Dr.Fahrudin Faiz dalam ceramahnya mengenai kehidupan seimbang bahwa dua hal ini diibaratkan seperti pedal rem dan gas, remnya adalah ketakutan dan gasnya ialah harapan, maka dari itu akan sangat berbahaya bagi manusia yang mempunyai harapan berlebihan bahkan cenderung ambisius terhadap sesuatu yang tidak mungkin dicapai, bisa jadi semua cara dilakukan hingga menghilangkan sisi kemanusiaanya, bila diteruskan maka akan terejerumus dalam lembah hitam kejahatan dan perlu dikembalikan lagi sisi yang hilang pada proses pemasyarakatan.

Sebaliknya apabila manusia selalu menginjak pedal rem pada perjalanan kehidupan maka hidupnya akan berhenti, setiap melangkah akan diliputi ketakutan yang diakibatkan oleh pikiran tanpa sebab, bahkan sebagian dari manusia memilih menghilangkan ketakutannya berlebihan dikaitkan pada wujud barang yang tidak ada kaitannya dengan ketakutan yang ia rasakan. Untuk itu mengolahnya keduanya kita perlu mengetahui tiga hal:
Pertama, Sadar diri (Self Awareness) yaitu kesadaran bahwa dirinya sedang dalam kondisi perasaan tertentu. Kesadaran diri juga termasuk dalam bagian mengenalisis sebab dari munculnya kondisi emosi tersebut, hal berdampak besar terhadap ketenangan jiwa yang selalu menginginkan kebebasan dan kebahagiaan tanpa batas.

Kedua, menerima rasa sakit, yang selanjutnya setelah mengenal perasaannya, individu yang bersangkutan harus siap menerima rasa sakit dengan baik. Maksudnya jangan pernah menolak rasa sakit yang menghinggapi jiwa manusia, ketika manusia menolak atau bahkan mencoba melupakan maka rasa sakit itu akan semakin merasuk lebih dalam pada jiwa manusia, akibatnya jiwa manusia akan sering menolak bahkan lebih parahnya sisi afeksi manusia akan terganggu sehingga menjadi dingin terhadap emosi yang ekspresikan oleh oranglain.

Ketiga, Lakukan saja, berharap boleh-boleh saja karena harapan merupakan bahan bakar penemuan gagasan baru sehingga kita berada pada peradaban hari ini. Tetapi para penemu besar tidak hanya berharap mereka melakukan eksperimen untuk uji coba harapan tersebut. Benar, mereka melakukan tindakan nyata, sehingga harapannya bukan hanya angan-angan belaka. Ini adalah cara menghindari rasa kecewa yang berlarut-larut. Karena pada dasarnya kodrat manusia didunia ini memiliki tugasnya masing-masing, jabatan yang melekat merupakan bentuk legitimasi yang untuk melaksanakan perannya. Manusia bisa melakukan berbagai macam tindakan untuk mencapai harapannya dengan segala bentuk usaha di jalur yang benar.

Pada akhirnya harapan yang diimbangi dengan pertimbangan matang dan kesadaran diri untuk mencapai tujuan merupakan bentuk mengarahkan kehendak bebas manusia pada jalan kebenaran. Akan menjadi sebuah hal yang istimewa apabila langkah mencapai harapan kita wujudkan dalam kehidupan nyata, karena tugas manusia hanya berusaha termasuk didalamnya adalah berdoa untuk merawat keyakinan atas harapan itu tercapai. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy