Masih Tahap Sosialisasi, Jam Malam Berlaku Efektif 10 September 2020 – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Masih Tahap Sosialisasi, Jam Malam Berlaku Efektif 10 September 2020

KENDARIPOS.CO.ID — Jam malam di Kota Kendari belum diberlakukan. Pemkot Kendari masih melakukan sosialisasi surat edaran Wali Kota Kendari tentang pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat dalam rangka pencegahan risiko penyebaran Covid-19.

Salah satu poin utama dalam edaran itu, aktivitas warga Metro Kendari dibatasi malam hari di luar rumah hingga batas pukul 22.00 Wita. Mulai pukul hingga 22.00 hingga pukul 04.00 Wita, tidak dibenarkan lagi beraktivitas di luar rumah. Aturan itu juga berlaku bagi para pelaku usaha atau penanggungjawab tempat keramaian (ruang publik)

Sulkarnain

“Aturannya sudah keluar, ada surat edaran wali kota dan Perwali. Tapi tidak langsung berlaku. Masih disosialisasikan agar masyarakat tahu dan tidak kaget. Jadi ada spirit edukasinya lebih dahulu,” ungkap Sekretaris Kota Kendari, Hj. Nahwa Umar kepada Kendari Pos, Kamis (3/9) kemarin.

Nahwa menjelaskan, tahap sosialisasi dilakukan sejak kemarin hingga sepekan atau tanggal 10 September 2020. Adapun sasarannya adalah titik-titik yang selama dianggap sebagai pusat berkumpulnya warga seperti pelataran tugu religi, kawasan Kendari Beach, mall, pasar, terminal dan pelabuhan serta sosialisasi di jalan.

“Saya harap warga tidak perlu khawatir atau sampai panik berlebihan dengan rencana pemberlakuan aturan ini. Sebab, ini demi kebaikan kita bersama dan di daerah lain sudah diberlakukan,” kata Nahwa.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengungkapkan bahwa penerbitan surat edaran tersebut dalam rangka menekan perkembangan wabah Covid-19 di Kota Kendari.

“Covid-19 ini masih jadi pandemi di wilayah kita, bahkan diseluruh dunia. Kita tidak tahu kalau disekeliling kita wabahnya masih ada atau tidak. Namun setelah mencermati perkemnangan yang ada, kami memutuskan untuk memberlakukan jam malam ini dalam rangka mengurangi risiko penularan wabah ini,” kata Sulkarnain.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain berharap seluruh pihak berkontribusi dalam sosialisasi supaya warga paham dengan aturan tersebut. “Terkhusus bagi pemerintah kecamatan dan kelurahan supaya bisa lebih proaktif dalam menyosialisasikan aturan ini. Setelah satu minggu disosialisasikan maka selanjutnya akan diberlakukan sanksi bagi pelanggar disiplin dan pelanggar protokol kesehatan,” ungkap Sulkarnain.

Bukan hanya memberlakukan jam malam. Pemkot Kendari juga resmi menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Kendari Nomor : 47 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19).

Untuk lebih mengefektifkan pemberlakuan aturan tersebut, Pemkot Kendari kembali memperketat jalur keluar masuk orang maupun kendaraan di perbatasan kota, khususnya pada malam hari.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pemerintah tetap melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepada para pelintas yang menggunakan transportasi umum seperti mini bus dan bus antar provinsi. “Keputusan itu kami ambil karena bertambahnya jumlah kasus suspek, kontak erat maupun yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kendari,” kata Sulkarnain.

Untuk tertibnya dan pemeriksaan, Pemkot melalui tim Gugus Tugas Covid-19 menyediakan posko. Nantinya, para pelintas dan penumpang akan didata dan kesehatannya dicek. “Langkah ini kami rasa sangat tepat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Kami tidak ingin semakin banyak warga yang terjangkit, sehingga perlu dilakukan pencegahan dini dengan memperketat pintu masuk, khususnya pada malam hari,” imbuh Sulkarnain.

Sulkarnain menjelaskan, seluruh penumpang dan awak bus antar daerah dan provinsi yang hendak memasuki wilayah Kendari diperiksa kondisi kesehatannya. Selain itu, para pengendara roda dua akan diarahkan ke posko kesehatan untuk cek suhu tubuhnya.

“Jika hendak masuk (ke Kendari) di atas pukul 22.00 Wita dan tak memiliki kepentingan yang mendesak, maka kami saranlan untuk putar balik dan kembali ke asalnya,” jelas Sulkarnain.

Ketua DPC PKS Kendari itu mengungkapkan, sebenarnya penjagaan perbatasan sudah dilakukan sejak Maret lalu. Cara itu tetap sama diberlakukan saat ini namun lebih diperketat. Terutama pada malam hari. “Petugas disiagakan dari pagi sampai malam untuk menjaga pintu masuk,” ungkapnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur yaitu dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, dan pemerintah kecamatan serta diback up oleh personel TNI dan Polri.

Untuk diketahui, terdapat tujuh titik batas kota dan lima pelabuhan di Kendari yang akan diawasi dan dijagag ketat dari Satgas Covid-19. Ketujuh titik dimaksud yakni Batas Kota – Simpang Ranomeeto, Batas Kota – Konda, Batas Kota – Puuwatu, Batas Kota – Konawe (Puulonggida), Batas Kota – Labibia, Batas Kota – Tondonggeu, dan Batas Kota – Purirano.

Adapun lima titik pelabuhan yakni Pelabuhan Bungkutoko, Pelabuhan Wawonii, Pelabuhan Nusantara, Pelabuhan Wanci dan Pelabuhan Batu. Secara keseluruhan, total pelintas di Kota Kendari sejak pemberlakuan pemeriksaan perbatasan sekira 292.212 unit roda empat (termasuk truck, red), 438.851 unit roda dua dan 1,2 juta orang penumpang.

Sementara itu, informasi dari Satgas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kota Kendari, jumlah kasus positif Covid-19 hingga kemarin pukul 19.00 wita tercatat sebanyak 628 kasus. Rinciannya, sebanyak 306 pasien masih dalam perawatan, 307 pasien sembuh dan 15 orang dinyatakan meninggal dunia. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy