LHKPN Bupati di Pilkada 2020 Dicatat KPK : Surunuddin Terkaya, Amrullah “Termiskin” – Kendari Pos
Nasional

LHKPN Bupati di Pilkada 2020 Dicatat KPK : Surunuddin Terkaya, Amrullah “Termiskin”


KENDARIPOS.CO.ID — Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) adalah syarat wajib yang mesti dicantumkan bakal pasangan calon (Bapaslon) saat mendaftar di KPU. Delapan bupati, tujuh petahana dan satu penantang sudah melaporkan LHKPN ke Komisi Pemberantasan Korupsi. (Lihat grafis).

Penelusuran Kendari Pos, kekayaan delapan bupati yang tampil di Pilkada 2020 bervariasi dan tertuang dalam situs e-LHKPN KPK. Total kekayaan mereka, setelah dikurangi hutang. Adalah Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga menempati peringkat teratas. Dia menjadi bupati terkaya. Total kekayaannya mencapai Rp 46.452.000.000 (disampaikan 21 Maret 2020).

Bupati paling sedikit kekayaannya alias termiskin disandang Bupati Konawe Kepulauan (Konkep), Amrullah. Dalam dokumen LHKPN KPK yang disampaikannya 23 Agustus 2020, pundi-pundi kekayaan Amrullah “hanya” senilai Rp 1.502.006.399.

Berkas LHKPN para bakal paslon dalam bentuk Surat Tanda Terima (STT) yang dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sudah di tangan KPU yang diserahkan kontestan saat mendaftar pada 4-6 September 2020.

Ketua KPU Sultra, Abdul Natsir Muthalib mengatakan, penyertaan berkas LHKPN bagi bapaslon yang mendaftar ke KPU, berpedoman pada ketentuan regulasi undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati dan wali kota. Setiap bakal paslon diwajibkan mencantumkan berkas LHKPN saat menyerahkan berkas pendaftaran ke penyelanggara pilkada. Berkasnya berupa surat tanda terima LHKPN yang dikeluarkan oleh KPK.

“Itu disetor saat mendaftar ke KPU masing-masing kabupaten. Jika tidak mengikutsertakan berkas surat tanda terima (STT) LHKPN dari KPK tersebut, maka bapaslon yang bersangkutan akan dianggap tidak memenuhi syarat pencalonan. Yang nantinya akan dinyatakan gugur,”kata Abdul Natsir kepada Kendari Pos, Kamis (17/9).

Sementara itu, Ketua KPU Muna Kubais menerangkan telah menerima berkas STT LHKPN dari dua bapaslon yang mendaftar. Mereka adalah Rusman Emba dan Rajiun Tumada. Penelitian dan pencocokan LHKPN Rusman Emba sudah tuntas termasuk berkas lainnya dan tidak ada masalah atau perbaikan. Rusman tinggal menunggu waktu penetapan paslon pada 23 September 2020.

“Untuk berkas LHKPN paslon Rajiun Tumada, kami sedang teliti dan pencocokan dimulai 16 sampai 23 September, baru akan diumumkan. Karena prosesnya kemarin sempat tertunda dan ditangguhkan. Sehingga Rajiun dibuatkan waktu berbeda untuk proses pemberkasannya. Jika sudah selesai pemberkasannya dan dinyatakan lengkap, maka Rajiun akan menunggu penetapan sebagai paslon tanggal 1 Oktober 2020 mendatang,”jelas Kubais kepada Kendari Pos, kemarin.

Terpisah, Ketua KPU Buton Utara (Butur) Hasruddin menyampaikan untuk berkas LHKPN ketiga kandidat yang mendaftar yakni Abu Hasan-Suhuzu, Ridwan Zakariah-Ahali, dan Aswadi Adam-Fahrul Muhammad, status berkasnya baik. Pihaknya telah menerima surat tanda terima LHKPN mereka sejak pendaftaran berlangsung. Dan setelah dilakukan pencocokam dan penelitian, hasilnya tidak ditemukan masalah.

“Pada intinya tidak ada kecacatan pada berkas LHKPN ketiga kandidat Butur yang mendaftar. Semuanya baik dan tinggal menunggu tahapan penetapan sebagai pasangan calon,” ujar Hasruddin. (m6/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy