KPU Harap Paslon Peduli Pencegahan Covid-19


KENDARIPOS.CO.ID — Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Muna mulai disosialisasikan secara massif oleh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda). Tim terpadu dibentuk dan bertugas mengampanyekan penggunaan masker kepada masyarakat. Salah satu targetnya ialah mencegah munculnya klaster baru seiring pelaksanaan Pilkada Muna 2020.

Pemkab Muna, KPU, Bawaslu beserta Forkopimda punya komitmen sama mencegah penularan Covid-19 di pilkada serentak. Makanya, sosialisasi dimasifkan.

Kegiatan tersebut dimotori Polres Muna dan melibatkan Pemkab, Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, Kodim 1416 Muna, Kejaksaan Negeri Muna dan Pengadilan Negeri Raha. Acara sosialisasi penggunaan masker itu digelar di SOR La Ode Pandu, Raha dengan menghadirkan para camat, lurah dan kepala desa. Tidak ketinggalan, Liesson Officer dari pasangan calon kepala daerah LM. Rusman Emba – Bahrun dan LM. Rajiun Tumada – La Pili juga turut ambil bagian.

Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho mengatakan, Pilkada tahun ini sangat jauh berbeda dari sebelumnya karena digelar ditengah pandemik. Makanya, Kepolisian mengimbau agar stakeholder terutama kontestan Pilkada agar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk mencegah penularan yang lebih besar. “Kami minta LO dan simpatisan agar menaati penggunaan masker karena upaya itu dapat mengurangi potensi penyebaran virus,” jelas kepada Kendari Pos, kemarin.

Kapolres juga mengimbau agar paslon tidak membuat kerumunan dalam setiap kegiatan politiknya. Sebagaimana ketentuannya, pertemuan ataupun silaturahmi terhadap pendukung dapat dilakukan tetapi jumlahnya dibatasi. Misalnya, peserta hanya maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan, jika pertemuan digelar di ruangan tertutup. “Kalau tempat terbuka, maksimal 100 orang. Ini kami imbau kepada LO agar menyampaikan kepada tim pendukung ataupun pasangan calon,” terangnya.

Wakil Bupati Muna Malik Ditu mengatakan, pencegahan Covid-19 harus menjadi tugas bersama pemangku kebijakan, aparat pemerintah maupun masyarakat. Momentum Pilkada bisa sangat berpotensi menjadi kluster baru jika protokol kesehatan diabaikan. Pasalnya, virus tak kasat mata itu bisa menjangkiti siapa saja dan penyebarannya sulit dideteksi. Langkah paling efektif ialah edukasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan. “Kita semua berharap Pilkada tetap damai dan sukses,” terangnya.

Sementara itu, Komisoner KPU Muna, Yuliana Rita menjelaskan, melaksanakan Pilkada ditengah pandemik memang tidak mudah karena baru pertama kali terjadi. Ia menekankan peran serta pasangan calon agar pencegahan Covid-19 bisa lebih efektif. “Kami mohon agar dalam setiap kegiatan kampanye dan pengumpulan masaa, jangan mengabaikan protokol kesehatan,” imbuhnya. (b/ode)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.