Kesbangpol Sultra Antisipasi Potensi Konflik Pilkada

KENDARIPOS.CO.ID — Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) jelang kontestasi Pilkada serentak harus terjaga. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melakukan antisipasi potensi konflik saat Pilkada tujuh kabupaten di Bumi Anoa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Sultra, Parinringi

Informasi itu disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Sultra, Parinringi saat ditemui, kemarin. Ia menggariskan berdasarkan pengamatan Tim Desk Pilkada di lapangan sejak beberapa bulan terakhir, suasana politik di tujuh daerah tersebut sudah muncul dipermukaan. Namun kondisinya menurut Parinringi, masih dalam suasana aman dan terkendali. Perhelatan hajatan demokrasi ini akan terus dikawal melalui pengawasan.

“Mengantisipasi masalah yang mengganggu di tengah masyarakat, kita telah bentuk tim Desk Pilkada. Ada unsur Pemprov Sultra, KPU, Bawaslu, TNI-Polri dan Forkopimda. Termasuk tokoh masyarakat. Jadi kita pantau kondisi sosial-politik ekonomi di daerah yang tengah menyelenggarakan Pilkada,” ungkap mantan wakil bupati Konawe itu.

Ia mengungkapkan tim Desk Pilkada lintas lembaga ini bertugas melakukan pemantauan, evaluasi dan monitoring kondisi serta stabilitas politik di tujuh kabupeten. Mengingat kondisi di masa pandemi Covid-19, Kesbangpol menghimbau pihak penyelenggara untuk ketat dalam penerapan disiplin protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Itu untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Meski di tengah pandemi, masyarakat diharapkan bisa menyalurkan hak suaranya ke tempat pemungutan suara (TPS) dengan memperhatikan protokol kesehatan. Penyelenggara juga harus mengedepankan protokol Covid-19 di setiap tahapan Pilkada, termasuk saat berada di TPS nanti,” ujarnya.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat sehingga bisa bersama – sama, saling menjaga ketertiban meskipun berbeda pilihan. “Kita libatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat guna melakukan pemetaan sebagai bentuk antisipasi, kalau nantinya ada potensi terjadinya konflik bisa cepat diatasi,” pungkasnya. (m2/b)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.