Kesbangpol Kolut Bentuk FKDM di Semua Kecamatan – Kendari Pos
Kolaka Utara

Kesbangpol Kolut Bentuk FKDM di Semua Kecamatan


KENDARIPOS.CO.ID — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) telah membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) hingga tingkat kecamatan. Wadah ini diintensifkan untuk memantau hingga meminimalisir ragam riak persoalan di masyarakat.

Kepala Kesbangpol Kolut, H. Zakaria Bakrie, menjelaskan, keberadaan FKDM menjadi wadah sosialisasi ke masyarakat di wilayah masing-masing baik soal kebangsaan, radikalisme, demokrasi dan lainnya. Sejumlah tokoh masyarakat dilibatkan termasuk pejabat pemerintah masing-masing.

“Ketika ada persoalan, FKDM lekas mendeteksi guna meminimalisir melalui dialog, diskusi dan lainnya,” tuturnya, Jumat (18/9). Sementara itu dari sisi keyakinan beragama sambung Zakaria menjadi domain Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Kolut. Wadah ini masih bersifat sentral karena hanya berada pada level tingkat kabupaten.
Umat Islam dominan di Bumi Patowonua disebut berjumlah 140.092 jiwa, Protestan 1.148, Katolik 46, Hindu 3 dan Budha 5 jiwa. Namun, dari tempat ibadah baru dimiliki dua pemeluk keyakinan yakni Muslim 231 masjid ditambah 97 musala dan satu gereja bagi jemaat Kristen Protestan. “Kalau rumah tempat ibadah sementara bagi umat Nasrani di Lasusua jika tidak salah ada tiga dan terbanyak di Kecamatan Porehu sejumlah 13 titik,” rinci Zakaria.

Alasan baru umat Kristen Protestan di kalangan umat Nasrani yang memiliki tempat ibadah di Kecamatan Wawo, karena di tempat lain belum memenuhi syarat. Sesuai aturan, pendirian sarana ibadah itu harus memenuhi SK bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) nomor 8 dan 9 tahun 2006.

Berdasarkan dua syarat utama, pendirian tempat ibadah di suatu tempat minimal penganutnya pada zona tersebut sebanyak 90 orang yang disertai bukti KTP. Selain itu juga harus mendapat persetujuan dari pemeluk agama lain di lingkungan itu dengan bukti minimal mengumpulkan 60 tanda tangan. “Kalau saudara kita yang beragama Kristen, kan selain Protestan juga ada Katolik yang berbeda tempat ibadah. Kalau di Wawo itu telah memenuhi syarat hingga berdirilah secara resmi dalam bentuk permanen secara. Tetapi kalau rumah ibadah sementara, banyak,” paparnya.

Dengan adanya FKDM dan FKUB di Kolut setidaknya menjadi wadah yang selalu bisa memberi solusi dialog dan pencerahan ketika ada persoalan di masyarakat baik itu terkait ras dan agama. “Ketika ada persoalan harus segera diselesaikan dengan membangun komunikasi, dialog dan lainnya. Hal ini harus dipertahankan dari tiap generasi tentang arti keharmonisan dalam kemajemukan sesama saudara bangsa,” pungkasnya. (c/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy