“Kembalinya Sang Pengkhianat“ Oleh : Dr. Hj. Dewi Maharani, S.IP., M.Si – Kendari Pos
Opini

“Kembalinya Sang Pengkhianat“ Oleh : Dr. Hj. Dewi Maharani, S.IP., M.Si


KENDARIPOS.CO.ID — Terlena berarti kecolongan. Mungkin kata itu yang sangat tepat kita katakan dalam beberapa bulan terakhir ini. Betapa tidak akibat kelalaian publik menyebabkan publik diguncangkan dengan kembalinya Covid-19 yang saya katakan sang pengkhianat.

Dr. Dewi Maharani, S.IP., M.Si Dosen Pascasarjana Universitas Majalengka

Yang penulis maksudkan pengkhianat adalah kejahatan yang dilakukan oleh suatu keadaan terhadap negara atau bangsa yang mencakup beberapa hal tindakan kejahatan yang serius, antara lain: rencana atau pembunuhan dan wabah. Penulis melihat Corona yang selama ini sudah mulai melandai dan jinak di masyarakat ternyata diam-diam dan baik. Artinya kehadirannya tidak merisaukan karena tak berwujud dan tidak menyeramkan tapi menikam karena hadirnya ditubuh manusia tanpa ampun menerkam jaringan tubuh yang berakibat fatal terhadap kelangsungan tubuh manusia tersebut.

Adalah virus Covid-19 sang pengkhianat yang diprediksi bakal musnah pada akhir tahun seiring berjalannya waktu. Bukannya enyah malah semakin merajalela tanpa pandang bulu menyerang siapapun yang lengah. Mari kita lihat perkembangan yang terjadi dalam minggu ini. Covid semakin menjadi-jadi menghantam dan memaparkan warga-warga yang tak berdosa.

Kampus di lockdown, toko-toko dilockdown bahkan Jakarta pun saat ini lockdown dengan harapan antisipasi pencegahan yang sudah disosialisasikan diberbagai media selama ini, bahwasanya kita harus tetap menjaga kebersihan, cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.

Mungkin kita hanya mampu menyalahkan dan berteriak kenapa masih ada klaster baru di daerah kerja atau perkantoran ? Tentu bisa saja kita menyalahkan tetapi yang perlu kita perhatikan adalah lagi-lagi tentang kesadaran publik yang harus dibangun lebih intens, karena ketika setiap individu menyadari bahwa aturan tersebut bukan hanya untuk orang lain namun demi keselamatan diri sendiri dan keluarga, maka akan terbangun harmonisasi yang mewujudkan harapan semuanya terkait musnahnya sang pengkhianat tersebut dari muka bumi. Tentu masih ada di antara masyarakat yang menganggap dengan pemahamannya bahwa Covid adalah rekayasa untuk mendapatkan keuntungan. Ada juga yang berpendapat bahwa Covid itu hanya permainan. Perlu kita memiliki kesadaran kolektif menyatukan pikiran untuk menyatakan bahwa Covid itu adalah lawan besar yang mesti kita lawan bersama dengan mematuhi aturan pemerintah. Sehebat apapun aturan pemerintah, jika publik tidak melaksanakan aturan itu dengan dalil di luar akal dan rasionalitas kita, nisacaya itu tidak akan dapat diselesaikan. Artinya ekspektasi kita terhadap hilangnya Covid di bumi ini tidak akan terwujud bahkan akan menjadi-jadi.

Dampak yang terjadi akibat dari pengkhianatan tersebut menjadikan semua aktivitas diberbagai sektor lumpuh kembali. Beberapa daerah di negeri ini kembali dihadapkan oleh kondisi lockdown yang sangat menyiksa dan mengganggu kestabilan berbagai lini sektor.

Salah satu yang perlu kita jawab adalah menjaga imunitas. Imunitas itu penting, kalau hanya jasmaninya saja yang diobati sementara di dalamnya rapuh, itu juga tidak akan menyelesaikan dua-duanya. Pemerintah memang sudah memulai mengambil langkha-langkah konkrit dengan menghidupkan ekonomi. Dalam situasi pandemi Covid-19 roda perekonomian harus tetap berjalan dengan mengedepankan langkah pencegahan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi.

Sangat tepat Menteri Kesehatan RI. dr. Terawan Agus Putranto mengatakan dunia usaha dan masyarakat pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan karena besarnya jumlah populasi pekerja dan besarnya mobilitas, serta interaksi penduduk umumnya disebabkan aktivitas bekerja. ”Tempat kerja sebagai lokus interaksi dan berkumpulnya orang merupakan faktor resiko yang perlu diantisipasi penularannya,” ujarnya.

Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan disinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama gagang pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainnya.

Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC. Publik perlu selalu wapada mengantisipasi hadirnya kembali Covid, kita tidak bisa berdiam diri, dan berharap keajaiban terhadap itu namun usaha dan doa tentu akan menjadi salah satu yang bisa kita usahakan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy