Jurus Asrun Lio Merawat Muruah Pendidikan di Sultra

KENDARIPOS.CO.ID — Sultra patut berbangga punya sosok seperti Drs. Asrun Lio. Hanya dalam waktu dua tahun, ia mampu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dan merawat budaya di Bumi Anoa. Langkah Gubernur Sultra Ali Mazi menunjuk Asrun Lio memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra sangat tepat.

Asrun Lio

Ide-ide brilian Asrun mengubah wajah pendidikan Sultra berhasil. Ia mambawa mutu pendidikan Sultra menempati posisi 17 nasional di tahun 2019. Sebelumnya hanya berada diurutan 31 dari 34 provinsi di Indonesia tahun 2018. Prestasi itu tak lepas dari jurus Asrun dalam mengejawantahkan misi Gubernur Ali Mazi menciptakan generasi unggul melalui program Sultra Cerdas, salah satu pilar Sultra Emas.

Jebolan The Australian National University ini mengatakan peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu yang harus digodok. Terlebih, pendidikan merupakan ujung tombak dari upaya mewujudkan cita-cita luhur, mencerdaskan kehidupan bangsa, yang juga turut digaungkan oleh pemerintah daerah dalam program Sultra Cerdas.

“Sejak saya ditunjuk untuk menakhodai Dikbud Sultra, saya terus mendorong perbaikan mutu pendidikan,” jelas Asrun.

Ukuran kualitas pendidikan, menurut akademisi UHO ini, berpatokan pada delapan standar nasional pendidikan. Masing-masing, standar isi yang berkaitan dengan komponen materi dan tingkat kompetensi dalam rangka mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar kompetensi lulusan, standar proses pendidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga pendidik.

”Untuk tahun 2020 ini, proses penilianya masih sementara dilakukan. Semoga mutu pendidikan kita bisa meningkat dari peringkat sebelumnya. Paling tidak, jangan sampai mengalami penurunan, akibat pandemi Covid-19, yang turut memberikan pengaruh pada pendidikan kita beberapa bulan ini,” katanya.

Peningkatan mutu pendidikan di Sultra juga turut dipengaruhi oleh beberapa perubahan positif yang dilakukan, baik dari segi layanan kepada guru maupun manajemen yang ada didalamnya.

Dari segi layanan pendidikan, kata dia, Dikbud Sultra meraih predikat terbaik II secara nasional, pada bidang manajemen atau pengelolaan keuangan untuk Bidnag SMA. Selain itu, juga meraih predikat sebagai lembaga pendidikan yang memiliki pelayanan pendidikan terbaik dan tercepat di 17 kabupaten/kota. Hal ini diperoleh berdasarkan penilaian dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sultra. (idh/av).

Fokus Tingkatkan kualitas dan Kesejahteraan Guru

Asrun Lio tak hanya mengatur dan membenahi sistem layanan pendidikan di Sultra. Ia juga sangat peduli kualitas tenaga pendidikan dan kesejahteraan guru, tertutama yang berstatus honorer.

Setelah Dikbud Sultra dipimpin Asrun, setidaknya 3.750 guru honorer diangkat menjadi guru tetap non pegawai negeri sipil secara di tingkat SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sultra melalui surat keputusan Gubernur Sultra Ali Mazi. Mereka berhak memperoleh gaji tambahan dari pemerintah yang dicairkan setiap 3 bulan sekali.

“Memperhatikan kesejahteraan guru menjadi salah satu prioritas yang wajib. Sebab, guru menjadi salah satu ujung tombak guna meningkatkan mutu pendidikan kita,” terangnya.

Saat ini, lembaganya mengevaluasi 3.750 guru itu. Apakah jumlah tersebut bakal dilakukan penambahan atau tidak. Namun, untuk perubahanya telah diusulkan, dan sekarang tengah berada pada tahap evaluasi. “Kita upayakan ada penambahan. Terlebih lagi, ada beberapa guru yang mungkin sudah tidak ingin dikontrak, maka otomatis mereka akan dicarikan pengganti,”katanya.

Selain kesejahteraan guru, Ketua Ikatan Alumni (IKA) Bahasa Inggris UHO ini juga fokus untuk meningkatkan kualitas para pahlawan tanda jasa tersebut, dengan terus memberikan fasilitas pelatihan sebagai upaya peningkatan kompetensi para guru.

“Saat ini kita akan fokus meningkatkan kualitas tenaga pendidik SMA/SMK maupun SLB. Untuk guru SLB, baru-baru ini kita sudah melakukan kerjasama dengan Univeristas Negeri Makassar (UNM), sebagai tempat belajar bagi guru-guru SLB yang ada di Sultra. Mereka akan dibiayai oleh pemerintah,” pungkasnya. (idh/adv).

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.