Jam Malam Diberlakukan, Pelanggar Dikenakan Sanksi Sosial dan Denda – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Jam Malam Diberlakukan, Pelanggar Dikenakan Sanksi Sosial dan Denda


KENDARIPOS.CO.ID — Wabah virus korona di Kota Kendari belum terkendali. Jumlah warga yang terkonfirmasi covid-19 terus bertambah. Kondisi inilah yang membuat Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir resah. Dia tak ingin warga Kendari bertambah terpapar Covid-19. Sulkarnain memutuskan memberlakukan jam malam diotoritanya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir

Pembatasan aktivitas warga itu tertuang dalam surat edaran Wali Kota Kendari nomor : 443.1/2992/2020 tertanggal 2 September 2020 . Dalam edaran itu Wali Kota meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas dan kegiatan di luar rumah di atas pukul 22.00 sampai 04.00 Wita kecuali sifatnya mendesak.

“Wabah ini masih jadi pandemi diwilayah kita, bahkan diseluruh dunia. Kita tidak tahu kalau disekeliling kita wabahnya masih ada atau tidak. Namun setelah mencermati perkembangan yang ada, kami memutuskan untuk memberlakukan jam malam ini dalam rangka mengurangi risiko penularan wabah ini,” kata Sulkarnain kepada Kendari Pos, Rabu (2/9) kemarin.

Selain membatasi aktivitas warga, Pemkot juga membatasi jam operasional sejumlah pusat bisnis dan usaha warga. “Kami ingatkan juga para pemilik atau pengelola mall, toko, pasar modern, warung makan, warung kopi, rumah makan, cafe, restoran, tempat hiburan malam, karaoke, pedagang kaki lima, lapak jajanan, lapangan futsal ataupun tempat-tempat yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di atas pukul 22.00 wita,” kata Sulkarnain.

Ia menegaskan, bagi siapa saja warga yang melanggar pemberlakuan jam malam ini, maka pihaknya tak segan untuk memberikan sanksi tegas berupa penindakan serta bimbingan dari aparat penegak hukum. “Saya sudah kordinasi dan instruksikan pihak Kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja untuk bersinergi melakukan pengawasan. Mereka akan patroli mulai malam ini (kemarin) hingga batas waktu yang belum ditentukan atau hingga kondisi benar-benar pulih dan dinyatakan aman dari Covid-19,” kata Sulkarnain.

Bukan hanya memberlakukan jam malam, di hari yang sama (kemarin,red) Pemkot Kendari resmi menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Kendari Nomor : 47 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (Prokes) pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr. Aghazali Amirullah mengatakan Perwali diterbitkan setelah disetujui Gubernur Sultra, Ali Mazi dan berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor : 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukuProkes Covid-19.

Adapun inti dari Perwali tersebut kata Alghazali, masyarakat diminta untuk mematuhi Prokes Covid-19 yang telah ditentukan pemerintah seperti melakukan 4 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Lebih lanjut, dr. Alghazali mengungkapkan penerapan perwali bukan hanya berlaku perorangan, melainkan juga berlaku kepada para pelaku usaha. Mereka harus menyiapkan sarana dan prasarana 4M bagi karyawan maupun bagi pengunjung.

“Pengelola dan penyelenggara fasilitas umum juga demikian. Mereka wajib menyiapkan sarana dan prasarana penunjang bagi masyarakat yang datang d itempatnya,” ungkap Alghazali.

Bagi yang melanggar kata Al Ghazali, Satgas gabungan tak segan untuk memberikan sanksi tegas. Sanksi yang dimaksud berupa sanksi sosial (teguran), kerja sosial, hingga sanksi administrasi (denda).

Alghazali mencontohkan bagi pengemudi yang berkendara beserta penumpang yang tidak memakai masker, maka akan dikenakan denda sebesar Rp 200 ribu per orang. Pengemudi sepeda motor yang tak menggunakan masker dikenakan sanksi serupa, dengan nominal berbeda yakni sekira Rp 100 ribu per orang.

“Sementara bagi warga yang tak pakai masker di denda Rp 100 ribu per orang. Nanti kita lihat kondisinya juga. Bisa jadi diberikan sanksi teguran, bisa juga sanksi sosial seperti membersihkan lingkungan. Nanti ada Satgas yang akan melakukan patroli,” beber Alghazali.

Hadirnya Perwali ini bukan untuk menghakimi warga kata Alghazali. Melainkan untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya menerapkan Prokes Covid-19. Sebab, hanya dengan penerapan prokes cara paling efektif memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara itu, informasi dari Satgas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kota Kendari, jumlah kasus positif Covid-19 hingga kemarin pukul 18.00 Wita tercatat sekira 624 kasus. Rinciannya, sebanyak 306 pasien masih dalam perawatan, 304 pasien sembuh dan 14 orang dinyatakan meninggal dunia. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy