Ibadah Umrah Kembali Dibuka

KENDARIPOS.CO.ID — Warga Sultra sudah dapat menjejak Tanah Makkah untuk beribadah umrah. Pemerintah Arab Saudi membuka kembali akses ibadah umrah sejak ditutup Maret 2020 karena Covid-19. Pemerintah Arab Saudi memberi izin jamaah dalam negerinya untuk umrah mulai 4 Oktober 2020. Sedangkan untuk jamaah dari luar negeri, dimulai 1 November 2020.

Kepala Bidang Urusan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, La Maidu mengatakan, meski penyelenggaraan umrah dibuka kembali, akan tetapi kuotanya sangat terbatas. Yakni maksimal hanya 20 ribu jamaah untuk tahap ketiga pada 1 November mendatang.

Pemerintah Arab Saudi membuka akses ibadah umrah sejak ditutup Maret 2020. Kini, warga Sultra dapat menunaikan umrah mulai 1 November 2020. Tampak Bupati Wakatobi, Arhawi (kanan) memberangkatkan warganya ibadah umrah gratis melalui program Wakatobi Religius sebelum pandemi Covid-19 melanda negeri ini.

“Kalau fase pertama dibuka pada 4 Oktober mendatang. Itu dikhususkan untuk orang lokal dan ekspatriat yang tinggal di Arab Saudi. Kalau fase kedua itu 18 Oktober sebanyak 15 ribu jamaah dan fase ketiga itu sekitar 20 ribu orang. Itupun untuk jamaah dari berbagai negara termasuk Indonesia. Dan kita juga belum tahu berapa kuota untuk Indonesia dan berapa kuota untuk Sultra,” ujar La Maidu kepada Kendari Pos, Senin (28/9) kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat (Kemenag) soal teknis penyelenggaraan umrah tahun ini, termasuk soal jumlah (kuota) dan tata cara pelaksanaannya. “Saat ini kan masih pandemi Covid-19. Tentunya aspek kesehatan jamaah di prioritaskan. Jikapun ada jatah untuk Sultra, tentu kami akan melakukan pengawasan terhadap jamaah yang akan berangkat,” jelas La Maidu.

Kemenag Sultra belun memastikan jumlah jamaah umrah asal Sultra tahun ini. La Maidu mengaku pihaknya belum mendapatkan laporan dari resmi dari agen perjalanan umrah maupun informasi dari Dinas Perizinan. “Laporannya dari agen perjalanan (travel). Kemudian untuk data riil nya itu dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) setiap daerah melalui laporan suntik meningitis yang ada di DPM-PTSP,” ungkap La Maidu.

Selama ini, Kemenag Sultra intens meminta data jamaah umrah dari agen perjalanan ibadah namun belum ada juga hingga saat ini. “Memang tidak ada yang melapor. Karena tidak ada orang yang mau umrah sejak pemerintah meniadakan penyelenggaeraan ibada haji maupun umrah mulai Juni lalu akibat pandemi Covid-19. Bahkan sejak Maret itu kami minta datanya, tapi memang tidak ada orang yang mau berangkat,” ungkap La Maidu.

Kendati begitu, La Maidu memrediksi jumlah jamaah umrah tak banyak jika mendapat kuota. Sebab, akan dibagi dengan daerah lain ditambah lagi dengan antusias masyarakat yang sudah lama mendambakan baitullah tentu akan berebut kuota.

Di Sultra, kata La Maidu, belum ada jamaah yang dilaporkan akan berangkat umrah. Padahal berdasarkan data tahun lalu, sebanyak 2.700 jamaah berangkat umrah. Atau sekira 225 jamaah berangkat setiap bulannya. “Berapapun kuotanya, tentu kita akan kawal. Intinya penyelenggaraan ibadah umrah tahun ini harus diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Saat ini protokolnya masih disusun oleh Kemenag pusat. Kami masih tunggu teknisnya,” kata La Maidu.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, mengimbau agar warga metro tidak terburu-buru mendaftarkan diri sebagai peserta umrah tahun ini. Pasalnya, belum ada aturan atau instruksi langsung dari Kementerian Agama perihal penyelenggaraan umrah. Selain itu, kata dia, wabah Covid-19 masih jadi pandemi diseluruh dunia.

“Informasinya, kuota bagi Indonesia belum ada. Teknis penyelenggaraannya pun masih sementara di godok pemerintah. Saya minta sebaiknya penyelenggaraan ibadah umrah dilakukan jika kondisi (pandemi) Covid-19 benar-benar terkendali,” kata Sulkarnain kepada Kendari Pos.

Selain karena belum ada petujuk teknis dari pusat, jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kendari terus meningkat. Hingga saat ini (kemarin) kata dia, tercatat sebanyak 1.310 kasus. Rinciannya, sebanyak 592 pasien masih dalam perawatan, 696 pasien sembuh dan 22 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Kebijakan Pemerintah Arab Saudi mengizinkan jamaah luar negeri beribadah umrah mulai 1 November disambut hangat Asosiasi Penyelenggara Haji Khusus dan Umrah (Amphuri) Sultra. H. Kasim Angki salah satu pengurus Amphuri Sultra mengaku senang mendengar kabar tersebut, karena selama pandemi Covid-19 banyak jamaahnya yang menunda keberangkatan umrah.

Selama pandemi, lanjut H. Kasim, sekira 300-400 jamaah yang dilaporkan tertunda keberangkatannya. Ia pun berharap pemerintah memberikan porsi (kuota) yang cukup untuk Sultra agar bisnis tour di Sultra bisa kembali bergeliat. “Tentu kita harap penangan wabah ini bisa segera dipercepat. Sehingga kita bisa bangkit dan menyelenggarakan ibadah umrah bisa seperti sedia kala,” ungkapnya.

Terkait harga, H. Angki mengaku tak ada perubahan, pihaknya telah sepakat tetap membanderol biaya umrah mulai Rp 20 juta. “Biaya umrah itu tetap. Kita mengacu pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dimana ditetapkan biaya umrah mulai Rp 20 juta,” kata H. Angki.

Senada, warga Lepo-lopo Ardianysah Anwar menyambut baik kebijakan Pemerintah Arab Saudi membuka kembali penyelenggaran umrah tahun ini. Menurutnya, upaya tersebut sangat tepat agar tidak terjadi penumpukkan jammah pada pemberangkatan pasca Covid-19 nanti. “Saya bersyukur umrah bisa dibuka kembali. Kalau ada rejeki saya ada niat juga. Memang disuasana saat ini (Pandemi Covid-19) kita juga was-was mau keluar negeri. Tapi kalau mekanisme pemberangkatannya bagus, sesuai protokol kesehatan. Saya berniat untuk berangkat. Kebetulan sudah lama saya ingin ke sana,” ujar Ardiansyah.

Informasi yang dihimpun Kendari Pos, akan ada 6.000 jamaah yang akan melaksanakan umroh di fase pertama. Para jamaah akan dibagi menjadi kelompok berisi 1.000 orang dengan jadwal umrah berbeda-beda.

Adapun, setiap harinya akan ada enam jadwal yang berbeda-beda. Per kelompok pun akan diberi waktu tiga jam untuk melaksanakan umroh dimulai dan diakhiri dari area triase di sekitar Makkah. (ags/b)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.