Guru Honorer Non K2 Bisa Ikut Tes PPPK 2021 – Kendari Pos
Nasional

Guru Honorer Non K2 Bisa Ikut Tes PPPK 2021


KENDARIPOS.CO.ID — Ketum DPP Forum Honoror Non K2 Persatuan Guru Honoror Republik Indonesia (PGHRI) Raden Sutopo Yuwono mengaku gembira karena diberikan kesempatan ikut tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2021. Dia mengklaim, kebijakan pemerintah yang mengakomodir guru honorer non K2 dalam rekrutmen PPPK 2021 karena usulan PGHRI.

Pengurus PGHRI saat bertemu Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril. FOTO DOKUMENTASI PRIBADI FOR JPNN JPNN.COM

“Kami sangat gembira dan sujud syukur mendengar adanya kebijakan Kemendikbud yang mengalokasikan anggaran Rp 179 milar untuk rekrutmen PPPK 2021. Rekrutmen ini diperuntukkan bagi seluruh guru honorer,” kata Raden Sutopo kepada JPNN.com, Kamis (17/9).

Dia menceritakan, PGHRI sebelum rapat dengar pendapat Komisi X DPR RI dengan Kemendikbud digelar 14 September 2020, sudah bertemu langsung dengan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril.

Dalam pertemuan itu, mereka meminta ditetapkan NIP PPPK tahap I, penyelesaian sisa honorer K2. Juga 1 juta formasi PPPK tahap II diharapkan mengakomodir honorer non K2. Bukan hanya guru tetapi juga tenaga kependidikan misal TU, Pustakawan, Operator, Penjaga Sekolah, dan lainnya.

“Kami yakin semua akan direalisasikan apa yang disampaikan Pimpinan Komisi X DPR RI dan pemerintah. Dirjen GTK mengatakan kehadiran PGHRI selaras dengan Kemendikbid. Konsisten mengusulkan PPPK tahap I dan II bagi honoror K2 dan Non K2,” terangnya.

Menurut Raden Sutopo, Kemendikbud terpacu menyelesaikan persoalan honorer khususnya guru karena melihat PGHRI tidak ngotot menuntut PNS. PGHRI sangat realistis memandang masalah ini karena peluang menjadi PNS bagi usia 35 tahun ke atas sangat kecil.

“Dirjen GTK menginformasikan kalau NIP PPPK tahap I sudah ada tinggal dibagikan bila regulasi sudah lengkap. Dirjen juga berjanji akan memberikan kesempatan honorer non K2 ikut tes PPPK 2021,” tandasnya.

Rencana pemerintah melakukan rekrutmen satu juta guru menjadi aparatur sipil negara (ASN) mulai 2021, mendorong Komisi X DPR RI untuk meminta formasi buat honorer K2 dan nonkategori. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) didesak untuk memprioritaskan tenaga honorer sebelum merekrut pelamar umum.

“KemenPAN-RB dan Kemendikbud harus konsisten dengan janjinya bahwa akan menyelesaikan masalah honoror K2 dan nonkategori lewat tiga mekanisme,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih kepada JPNN.com, Kamis (17/9).

Mekanisme pertama adalah lewat jalur CPNS yang usianya di bawah 35 tahun. Kedua, jalur PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Ketiga diserahkan kepada pemda masing-masing bila mekanisme 1 dan 2 tidak lulus.

Bila rekrutmen ASN 2021 difokuskan semuanya pada PPPK, Fikri mengatakan tidak setuju. Sebab, dalam kesepakatan pemerintah dan DPR, ada kesempatan bagi honoror untuk diangkat PNS. “Ya masa sejuta guru diisi PPPK semua? Harus ada yang PNS dong. Paling tidak kuotanya 30 persen PNS, 70 persen PPPK,” kata politikus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dia pun bertekad akan memperjuangkan formasi CPNS dan PPPK bagi guru honorer K2 dan nonkategori. Pemerintah diminta jangan ingkar janji dengan kesepakatan awal. Fikri berpendapat, walaupun tenaga pendidik adalah jabatan fungsional, tetapi harus ada yang diisi PNS. Tidak bisa semua formasi guru dijadikan PPPK.

Sebelumnya MenPAN-RB Tjahjo Kumolo mengungkapkan, Mendikbud Nadiem Makarim setelah berkonsultasi dengan Menteri Keuangan serta KemenPAN-RB, memutuskan untuk mengisi kebutuhan guru dengan PPPK. Jumlah kebutuhan guru yang awalnya hanya 780 ribuan kini berkembang hampir sejuta orang. (esy/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy