Gowes dan Webinar jadi Acara Penutup, Semarak PNKJ 2020 Sukses Digelar – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Gowes dan Webinar jadi Acara Penutup, Semarak PNKJ 2020 Sukses Digelar

KENDARIPOS.CO.ID — Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) sukses digelar kolaborasi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sultra dan Kendari Pos. Puncak PNKJ digelar 20 September kemarin yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas). Semarak PNKJ sudah menggaung jauh sebelum hari puncaknya. BPTD dan Kendari Pos menggelar sosialisasi bertema keselamatan jalan. Sosialisasi dikemas dalam berbagai lomba mewarnai tingkat PAUD dan SD, lomba cermat cermat tingkat SMP.

Untuk tingkat umum, digelar lomba jingle, video pendek dan fotografi. Semua lomba itu mengusung tema keselamatan jalan. Tema keselamatan jalan diangkat ke permukaan sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi BPTD Wilayah XVIII Sultra dan Kendari Pos dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

Sekda Provinsi Sultra, Nur Endang Abbas (pegang bendera start) melepas peserta Gowes PNKJ. Tampak Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra, Benny Nurdin Yusuf (kanan) dan Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin (empat dari kanan)

Masih dalam rangka PNKJ dan Harhubnas, Pemprov Sultra dan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan pembangunan tiga infrastruktur simpul transportasi darat yang dipusat di terminal Puuwatu, Kota Kendari, Sabtu (19/9). Puncak PNKJ ditutup dengan kegiatan web seminar (Webinar) dan gowes PNKJ, Minggu (20/9) kemarin. Webinar mengusung tema “Berkendara Aman dan Selamat di Masa Pandemi Covid-19”.

Para pembicara sangat berkompeten di bidang masing-masing. Mereka adalah Pandu Yunianto, Atd., Mengsc Direktur Sarana Transportasi Jalan Perhubungan Darat Kemenhub, Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Sultra Kombes Pol Faizal, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra Dr.Ir.Hado Hasina, MT, Kepala Jasa Raharja Sultra Abubakar Aljufri, SE, dan Ketua MTI Sultra/ Kepala Prodi Teknik Sipil UHO, Dr.Ir.Adris A.Putra.,ST, MT.

Pembicara menguraikan tema yang diangkat dari sudut pandang masing-masing. Direktur Sarana Transportasi Jalan Perhubungan Darat Kemenhub, Pandu Yunianto, Atd., Mengsc menyapa langsung peserta webinar dari kantor Kemenhub di Jakarta. Dalam paparannya, ia mengimbau agar masyarakat terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam bertransportasi. Kemenhub telah menyusun panduannya.

Pandu mencontohkan, dari sisi transportasi umum maupun pribadi, Kemenhub mengeluarkan aturan dalam Permenhub Nomor 41 tahun 2020 yang membatasi jumlah penumpang maksimal hanya 50 persen. “Dalam tata cara bertranportasi, orang yang hendak melaksanakan perjalanan, baik kendaraan umum maupun pribadi harus memastikan kesehatan diri. Terutama pastikan suhu badan itu normal, jika kurang fit atau sakit disarankan untuk tetap tinggal dirumah,” ungkapnya.

Selain itu, Pandu menyarankan masyarakat agar lebih sering melakukan semprotan disinfektan terhadap kendaraan dan perlengkapannya sebelum dan sesudah melakukan perjalanan. “Bagi pengendara sepeda motor di anjurkan menggunakan masker dan sarung tangan. Intinya patuhi protokol kesehatan Covid-19 saat berkendara,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Pandu Yunianto menyosialisasikan Permenhub Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan. Salah satu ketentuan utama yang diatur adalah terkait persyaratan teknis sepeda. “Peraturan itu mengatur soal sepeda, pesepeda dan jalur. Pesepeda wajib menggunakan helm pengaman,” ujarnya.

Kendati sudah diatur dalam permenhub, Pandu meminta pemerintah daerah agar menindaklanjuti peraturan tersebut. Sebab, Permenhub mengatur pemberian sanksi bagi pelanggar. “Jadi kami ingin pemda buat segera perdanya. Supaya pesepeda bisa paham dan tahu apa yang harus dia lengkapi saat bersepeda. Supaya peseda juga lebih disiplin. Kami sudah surati seluruh pemda baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Pandu Yunianto menjelaskan terdapat enam larangan bagi pesepeda. Pertama, pesepeda dilarang membiarkan sepedanya ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan keselamatan. Kedua, sepeda dilarang mengangkut penumpang, kecuali sepeda yang dilengkapi dengan tempat duduk penumpang di bagian belakang.

Ketiga, pesepeda dilarang menggunakan atau mengoperasikan perangkat seluler saat berkendara. Aturan ini dikecualikan untuk penggunaan peranti pendengar atau headset dan sejenisnya. Keempat, pesepeda dilarang menggunakan payung saat berkendara. Kelimat, pesepeda dilarang berdampingan dengan kendaraan lain, kecuali ditentukan oleh rambu-rambu lalu-lintas. Keenam, pesepeda dilarang berkendara dengan berjejer lebih dari dua sepeda.

Pemateri lainnya, Kepala Dishub Sultra, Hado Hasina memaparkan tentang empat sasaran penyelenggaraan transportasi di era adaptasi kebiasaan baru. Yakni keamanan, kenyamanan, dan keselamatan transportasi, serta transportasi yang berkemanusiaan (humanitarian). “Kenyamanan transportasi artinya, volume dibanding kapasitas harus lebih kecil dari satu. Jika kapasitas sebuah jalan adalah 100 orang, maka jumlah pengguna jalan idealnya hanya 50 orang,” ujarnya.

Mantan Pj.Wali Kota Baubau itu mengungkapkan, berdasarkan data Kepolisian RI, jumlah kasus meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia pada tahun 2019 mencapai tiga kasus per jam. Sementara, kasus kecelakaan yang melibatkan kaum milenial atau anak-anak muda mencapai 70 persen dari total kasus kecelakaan.
“Oleh karena itu, sangat penting mewujudkan sadar lalu lintas sejak usia dini,” imbuhnya.

Menurut Hado Hasina, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mendesain transportasi darat. Misalnya, harus dipastikan memiliki potensi yang menyatukan, mengikut terhadap sistem transportasi nasional, selaras dan terintegrasi dengan jalur transportasi udara dan laut, serta mampu menyelenggarakan simpul dan ruas transportasi. “Saya berpesan kepada para kepala daerah di kabupaten dan kota agar menunjuk Kepala Dinas Perhubungan yang mengerti betul tentang persoalan ini,” kata Hado Hasina.

Direktur Ditlantas Polda Sultra, Kombes Pol Faizal yang diwakili Kasijemen Opstrek Dirlantas Polda Sultra AKP Ida Sudirga menjelaskan Polda Sultra intens melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait tata cara berkendara aman dan selamat dimasa pandemi Covid-19. Cara aman dimaksud kata Ida Sudirga adalah memakai masker saat berkendara dan menjaga jarak aman dengan menerapkan kapasitas muatan maksimal 50 persen.

“Masyarakat diharapkan bisa lebih tertib dalam berlalu lintas, selain itu penerapan protokol kesehatan harus dikedepankan. Agar tercipta suasana aman dan nyaman selama berkendara di jalan raya. Uapaya menekan angka kecelakaan juga kami terus gencarkan. Masyarakat diingatkan untuk mematuhi peraturan lalu lintas, misalnya rambu-rambu dan melengkapi surat kendaraan sebelum berkendara,” ungkap AKP Ida Sudirga.

Santunan Kecelakaan Cair 1×24 Jam

Pemateri selanjutnya adalah Kepala Jasa Raharja Sultra Abubakar Aljufri. Jasa Raharja hadir memberikan jaminan kepada masyarakat pengguna jalan. Khususnya dalam bentuk menyantuni korban kecelakaan angkutan penumpang umum dan korban lakalantas.

“Ketika infrastruktur sudah baik, cara berkendara juga telah sesuai, hingga sikap disiplin sudah diterapkan. Namun, kecelakaan masih saja terjadi, maka negara hadir memberikan santunan kepada korban, melalui Jasa Raharja,” jelasnya.

Abubakar Aljufri mengungkapkan, seluruh pengguna jalan baik darat, laut dan udara dijamin oleh pemerintah melalui pemberian santunan kepada korban, mulai dari korban yang meninggal, maupun luka-luka.
Bagi korban meninggal, kata Abubakar, Jasa Raharja memberikan santunan sebesar Rp. 50 juta, korban luka-luka sebesar Rp 20 juta untuk kecelakaan darat, dan 25 Juta untuk korban kecelakaan udara, dengan proses pemberian santunan satu hari. “Untuk korban kecelakaan meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), uang santunan bisa cair dalam waktu 1×24 jam,” terang Abubakar Aljufri.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga telah mengeluarkan aturan terkait pelarangan korban kecelakaan untuk datang langsung kekantor guna mengurus klaim pencairan santunan. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tetap menjaga keselamatan dalam berkendara dijalan, dengan menjadi masyarakat yang pandai berlalu lintas. “Mari jaga keselamatan diri sendiri dan juga orang lain,” kata Abubakar.

Sementara itu, tampil sebagai pemateri terakhir, Ketua Masyarakat Transformasi Indonesia (MTI) Sultra Dr.Ir. Adris A.Putra, MT, dalam paparan mengungkapkan keselamatan angkutan jalan merupakan salah satu isu global, transportasi merupakan salah satu yang menjadi penyebab terbesar lakalantas. “PNJK ini membawa dampak besar untuk menyosialisasikan keselamatan jalan, dan kami tentunya akan terus bekerja membuat sebuah sarana dan prasarana infrastruktur serta transportasi yang aman,” ungkapnya.

Menurut Adris A.Putra, PKNJ adalah cara efektif menyampaikan berbagai pembangunan infrastruktur transportasi agar bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat, serta menekankan angka kecelakaan. Indonesia menempati peringkat ke-5 dunia dalam lakalantas. “Kami akan terus bekerja merancang infrastruktur nyaman dan aman. Sebagai ahli keselamatan transportasi, sekreatif mungkin mendesain agar bisa memberikan sebuah informasi, serta memandu masyarakat agar keselamatan jalan tercapai, lewat infrastruktur yang dibangun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adris mengungkapkan bahwa sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk terus memberikan sumbangsih mengenai infrastruktur. “Strategi kami ke depan, selalu mengutamakan inspeksi keselamatan jalan secara periodik, keberadaan visibilitas marga jalan, dengan membangun lokasi penerangan jalan, serta pembentukan zebra cross, dan sebagainya. Kami juga mendukung rancangan jalur sepeda, karena ini sebuah langkah kemajuan dalam tertib berlalulintas,” pungkasnya. (ags/rah/idh/uli/m2/m5/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy