Ekspor ke Tiongkok dan India Meningkat – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Ekspor ke Tiongkok dan India Meningkat

PELABUHAN: Aktivitas di perusahaan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas ekspor dan impor Sultra masih terus berjalan di masa pandemi Covid-19. Bahkan ekspor komoditas besi dan baja ke Tiongkok dan India mengalami peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra mencatat nilai neraca perdagangan Sultra mengalami surplus senilai US$57,48 juta pada Juli 2020 lalu.

Informasi itu disampaikan Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastiti, kemarin (10/9). Secara kumulatif, neraca perdagangan Sultra sepanjang Januari sampai Juli 2020 mengalami surplus US$127,05 juta. Kondisi ini sejalan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana nilai neraca perdagangan Sultra mengalami surplus US$545,22 juta. Ia menggariskan, nilai ekspor Sultra pada Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 24,57 persen

dibanding Juni 2020 senilai US$142,92 juta menjadi US$178,03 juta. Negara tujuan ekspor masih tersebar pada benua Asia, Australia, dan Eropa. Secara kumulatif total ekspor Sultra Januari hingga Juli 2020 tercatat US$1.035,30 juta atau naik 12,23 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.
Ekspor Sultra Juli 2020 didominasi oleh kelompok komoditas besi dan baja dengan nilai US$175,64 juta.

Selanjutnya diurutan kedua, ada kelompok komoditas ikan dan udang dengan nilai US$2,36 juta. Lalu kelompok komoditas daging dan ikan olahan diurutan ketiga dengan nilai US$0,02 juta. “Kenaikan terbesar ekspor Sultra, Juli dibanding Juni 2020 terjadi pada komoditas besi dan baja senilai US$34,34 juta atau 24,30 persen,” imbuhnya.

Sementara, selama Januari-Juli 2020, negara tujuan ekspor utama Sultra meliputi Tiongkok, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang dengan nilai masing-masing US$168,66 juta, US$6,99 juta, US$0,00 juta, US$1,87 juta, dan US$0,43 juta. Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,48 persen dari total ekspor Sultra.

“Naiknya ekspor Sultra pada Juli 2020 dibanding Juni 2020 dipengaruhi oleh naiknya ekspor ke negara tujuan utama yaitu Tiongkok dan India. Ekspor ke Tiongkok naik senilai US$29,91 juta (21,56 persen) dan India naik senilai US$4,99 juta (249,88 persen),” ungkap Agnes Widiastuti.

Berdasarkan sektor ekonomi, ekspor Sultra Juli 2020 didominasi oleh industri pengolahan sebesar US$178,02 juta (99,99 persen) dan sisanya sektor pertanian US$0,01 juta (0,01 persen). Selama Januari sampai Juli 2020, ekspor produk industri pengolahan berkontribusi sebesar 99,34 persen, ekspor produk pertambangan 0,26 persen, dan sisanya 0,40 persen adalah kontribusi dari ekspor produk pertanian.

Selain ekspor, Sultra juga melakukan impor antara lain dari komoditas bahan bakar mineral, mesin dan pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik serta bagiannya. Nilai impor Sultra pada Juli 2020 tercatat US$120,55 juta atau mengalami penurunan sebesar 41,75 persen dibanding impor Juni 2020 yang tercatat US$206,95 juta.

“Selama periode Januari 2019 sampai Juli 2020, nilai impor Sultra tertinggi tercatat pada November 2019 dengan nilai mencapai US$341,77 juta dan terendah tercatat di Maret 2019 yaitu US$28,75 juta,” jelasnya. Adapun penurunan terbesar impor Sultra Juli 2020 dibanding Juni 2020 terjadi pada
kelompok komoditi besi dan baja senilai US$64,83 juta (80,77 persen). Impor Sultra Juli 2020 mengalami penurunan sebesar 41,75 persen dibanding bulan sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan impor terbesar dari Singapura senilai US$18,89 juta (18,75 persen).

“Dari sisi peranan terhadap total impor Januari-Juli 2020, Tiongkok menjadi negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor US$546,04 juta (60,12 persen), diikuti Australia dengan nilai US$96,25 juta (10,60 persen), dan Singapura dengan nilai impor US$61,21 juta (6,74 persen),” pungkasnya. (uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy