Dana Kampanye di Konsel Maksimal Rp 750 Juta – Kendari Pos
Politik

Dana Kampanye di Konsel Maksimal Rp 750 Juta

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menetapkan dana kampanye pasangan calon maksimal Rp 750 juta. Ketentuan itu diputuskan saat sosialisasi dan bimbingan teknis terkait Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) Pilkada Konsel tahun 2020 di Hotel Azizah Kendari.

Anggota KPU Konsel, Budiman mengungkapkan, ada 4 item yang menjadi fokus utama pada dalam hal pelaporan dana kampanye. Pembukaan rekening khusus pasangan calon, LADK, laporan penerimaan dana sumbangan kampanye (LPDSK), dan laporan penerimaan dan pengeluaran dan Kampanye (LPPDK),”ungkapnya saat sosialisasi yang dihadiri Liaison Officer (LO) dan operator bakal pasangan calon.

Koordiantor Disivi Hukum dan Pengawasan KPU Konsel ini menjelaskan, terkait pelaporan dan kampanye bagi pasangan calon diatur dalam PKPU 5 tahun 2017. Pada prinsipnya, hal yang paling krusial adalah tahapan dan pengaturannya, baik LADK, LPDSK maupun LPPDK. Dapat dilakukan secara online maupun ofline.

Budiman memaparkan, batasan nominal dana kampanye itu, diatur olehKPU Konsel. Untuk sumbangan atau dana kampanye itu, bila pasangan calon usungan parpol atau gabungan parpol maka maksimal Rp 750 juta. “Sementara perseorangan Rp 75 juta. Tapi di Konsel tak ada calon perseorangan,” paparnya.

Jika dana kampanye melebihi Rp 750 juta, sambung Budiman, pihaknya akan menelusuri lebih jauh dengan berkordinasi dengan Bawaslu, sumber sumbangan tersebut. “Karena lalulintas dana kampanye itu dimonitor oleh PPATK, itu juga kita koordinasi dengan Bawaslu. Jadi dipastikan seluruh calon harus membuka rekening, dan itu ditampung semua sumbangan masuk, jadi LO atau operator yang atur berapa dana kampanye masuk dan keluar,” imbuhnya.

Adapun tujuan sosialisasi dana kampanye tersebut, tambah Budiman sebagai acuan bagi pasangan calon untuk melaporkan sumber dana kampanye. “Jadi ada lembaga yang akan mengaudit yakni dari akuntan publik. Adapun yang tidak diperbolehkan dana sumbangan kampanye itu, yakni dari warga negara asing, hasil korupsi atau money laundry. Jadi harus jelas sumber dana kampanye itu darimana saja,” tandasnya. (kam/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy