Cuaca Ekstrem, Tangkapan Ikan Masih Minim – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Cuaca Ekstrem, Tangkapan Ikan Masih Minim

Tampak nelayan dan hasil tangkapannya, di pusat pelelangan ikan Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Harga ikan di Kota Kendari masih cenderung tinggi. Kondisi cuaca yang tak bersahabat bagi nelayan menjadi faktor penyebab tingginya harga ikan di metro ini.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kendari, H. Rahman Napirah, mengatakan mahalnya harga ikan disebabkan cuaca ekstreme. Pada bulan-bulan tertentu terjadi angin kencang dan gelombang tinggi yang menyebabkan nelayan kurang turun melaut. Biasanya pada puncak angin timur mulai Juni sampai Agustus. Berbeda dengan musim angin Barat, di mana perairan lautan relatif tenang sehingga penangkapan ikan berlangsung intensif.

Seharusnya, lanjut Rahman, saat ini harga ikan sudah berangsur turun karena telah memasuki musim peralihan. Namun tahun ini terjadi anomali cuaca yang mengakibatkan hasil tangkapan ikan minim. Ia memprediksi, tangkapan ikan akan meningkat kisaran Oktober 2020. “Sesuai siklus tahunan, biasanya puncak penangkapan ikan terjadi pada bulan Oktober sampai Desember. Mudah-mudahan harga ikan relatif rurun karena stok yang cukup banyak,” imbuhnya.

Dijelaskan, harga ikan di Kendari juga dipengaruhi oleh faktor lain. Ikan hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di Kendari, di samping untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat lokal, juga banyak yang diperdagangkan di luar daerah dan diekspor ke negara lain. Hal ini berdampak terhadap ketersediaan stok.

“Jadi, pedagang melihat peluang bisnis. Ketika permintaan harga di luar daerah lebih tinggi, maka terjadi pergerakan ke luar daerah. Ikan-ikan dari Kendari rutin dijual ke wilayah lain di Sulawesi Tenggara dan diseberangkan ke Sulawesi Selatan. Ada juga permintaan dari Surabaya dan Jakarta. Termasuk kegiatan ekspor yang sangat dibutuhkan untuk memberikan devisa bagi negara,” terangnya.

Meski demikian, kata dia, hasil produksi perikanan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kota. Saat ini, di Kendari terdapat sembilan fasilitas cold storage (ruang pendingin). Enam di antaranya milik perusahaan perikanan dengan kapasitas 2.700 ton dan tiga unit milik pemerintah daerah berkapasitas 300 ton. Ketika musim penangkapan tinggi, ikan-ikan disimpan di cold storage yang sewaktu-waktu akan dikeluarkan ketika stok di pasar berkurang.

Rahman berjanji untuk selalu berkoordinasi dengan pusat-pusat pendaratan ikan termasuk perusahaan perikanan agar penampungan dapat dilakukan pada saat puncak penangkapan ikan. “Ini untuk mengantisipasi ketika stok ikan berkurang. Namun yang menjadi masalah, pola konsumsi kita yang cenderung ingin mengkonsumsi ikan segar. Sehingga suplai dari ruang pendingin kurang mendapatkan perhatian,” tandasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy