BI Sultra Dorong Pengembangan Kopi di Konsel – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

BI Sultra Dorong Pengembangan Kopi di Konsel

KENDARIPOS.CO.ID — Komoditas kopi mulai dikembangkan di Konawe Selatan (Konsel). Bank Indonesia (BI) Sultra bersama Pemkab Konsel mengembangkan klaster kopi di Desa Amatowo dan Tridana, Kecamatan Landono, Konawe Selatan (Konsel).

Petani kopi diberikan bantuan pengolahan biji kopi. Asisten Direktur Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra Surya Alamsyah mengatakan, pengembangan klaster kopi bertujuan untuk mendorong percepatan peningkatan produksi, pengolahan, inovasi produk, hingga perluasan pasar domestik dan ekspor.

Termasuk percepatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani dalam menghadapi berbagai permasalahan dan kendala sepanjang rantai pasar dari hulu ke hilir. Pendampingan petani dan peningkatan SDM secara kelembagaan akan berlangsung selama tiga tahun. “Sebagai bentuk dukungan, pihak BI Sultra melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), menyerahkan bantuan peralatan meliputi mesin pengupas kulit basah, mesin pengupas kulit kering, dan mesin sangrai kopi,” ungkapnya saat penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara BI Sultra dan Pemkab Konsel di Kantor Bupati Konsel, Senin (21/9).

Surya menyebut, pengembangan kopi di Sultra tak lepas dari tantangan. Misalnya, ketersediaan bibit unggul tersertifikasi, teknologi untuk budidaya, kendala panen dan pascapanen, serta infrastruktur penunjang produksi yang masih terbatas.

“Harapannya, kerjasama ini dapat memberikan manfaat bagi daerah Sultra khususnya di Kabupaten Konsel,” tandasnya. Di kesempatan yang sama, Bupati Konsel Surunuddin Dangga mengapresiasi langkah BI Sultra untuk mengembangkan klaster kopi di Konsel. Pendampingan dari BI dinilai sangat dibutuhkan pemerintah dan petani kopi. Sebab, kata dia, pasar masih menjadi permasalahan terbesar yang ditemui para petani kopi saat ini.

“Pemerintah daerah selalu dipersulit oleh para tengkulak yang memainkan harga ketika musim panen. Kami tahu BI punya jaringan luas, jadi ini kesempatan buat kita semua. Saya minta OPD terkait dapat memberikan jaminan bibit kopi yang berkualitas bagi petani, supaya hasilnya menjanjikan bagi kesejahteraan mereka dan daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Gapoktan Catur Karya I Made Suarsana pihaknya menanam kopi saat ini di lahan seluas 50 hektar. Budidaya kopi telah dilakukan sejak 2018 dengan luas lahan awalnya hanya 2 hektar. Pada tahun 2019, pihaknya menerima bantuan dana desa untuk pengadaan 16.800 bibit yang dibagikan ke masyarakat. Kemudian pada tahun 2020 bantuan bibit kopi kembali diadakan melalui dana desa sebanyak 20 ribu bibit. “Saat ini masalah pasar masih menjadi tantangan para petani. Dalam budidaya, kami juga masih menggunakan pestisida. Bantuan dari BI Sultra diharapkan dapat mengatasi permasalahan kami hadapi,” harap penerima bantuan PSBI serta mitra BI Sultra itu. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy